top of page

QUEST UMUM

Quest Umum merupakan serangkaian misi yang dilakukan secara kolektif oleh para gakusei seluruh asrama, biasanya berfokus pada kegiatan sehari-hari yang mendukung kesejahteraan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat, serta memberikan pelatihan praktis dalam keterampilan yang relevan. Setiap quest umum memiliki tujuan khusus yang berkaitan dengan pertanian, peternakan, infrastruktur, atau pelayanan komunitas, yang tidak hanya mengembangkan keterampilan praktis tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial di antara para gakusei.

Catatan: Klik pada nomor quest untuk melihat detail quest. Detail quest hanya dapat dibuka menggunakan password yang diberikan setelah klaim quest berhasil dilakukan.

 

Menjelang akhir tahun ajaran, jumlah kunjungan ke pulau Minami Iwo Jima mendadak melonjak karena orang tua murid penyihir yang mau mendaftarkan anak mereka ke Mahoutokoro atau sekadar survey melihat-lihat.

Perpustakaan Mahoutokoro terkenal dengan koleksi bukunya yang tidak terkira banyaknya. Meskipun dirawat dengan sihir, tetap sulit bagi sang penjaga untuk memastikan seluruh buku tertata selayaknya.

Festival Koinobori hampir tiba. Mahoutokoro mendapat permintaan untuk membantu persiapan. Salah satunya adalah menjahit bendera ikan Koi yang akan dibagikan di rumah-rumah penduduk kota Takamagahara dan Desa Onogoro yang kurang mampu, agar semua anak-anak dapat ikut merayakan kemeriahan Festival

Desa Harunokawa dikenal sebagai penghasil kambing berkualitas tinggi, terutama jenis Kambing Yamayagi(山羊)yang memiliki susu berkualitas tinggi. Kambing-kambing ini digembalakan di padang rumput di kaki Pegunungan Aokami dan menjadi sumber utama ekonomi desa.

Para pengrajin perabotan di Desa Aokiba membutuhkan bantuan untuk mengambil kayu dari sebuah Pohon Oak Ajaib yang bisa memberikan 5 potong kayu terbaiknya hanya dalam 1x selama 6 bulan sebelum ia tertidur kembali.

Bayi Penyu magis akhirnya menetas di tepi pantai Barat Onogoro. Kawal bayi Penyu tersebut selamat sampai ke laut dari gangguan Kappa nakal yang mencoba menghalangi jalan mereka.

Mahoutokoro mendapat kiriman beberapa artefak magis baru untuk koleksi sekolah. Kalian dimintai tolong sensei untuk melakukan misi pengawalan. Barang berada di DISTRIK SHŌGYŌ, dan gakusei harus membawanya tanpa terlihat mencurigakan.

 

Festival Otsukimi akan tiba. Kedai Wagashi Tsukiusa di Takamagahara meminta bantuan untuk membuat Mochi yang akan dijual saat Festival Otsukimi.Mochi akan dibuat menggunakan penumbuk khusus yang dimiliki Kedai Wagashi tersebut sejak turun-temurun.

Kuil Kuramochi akan mengadakan pertunjukan tarian Kagura Miko dan mengundang siswa Mahoutokoro untuk membantu membersihkan kuil sementara para Miko (gadis kuil) sibuk berlatih.

Membantu menghilangkan bau tidak sedap di onsen Aburaya dengan menggunakan mantra menghilangkan bau tidak sedap.

Di Distrik JŪTAKU, Takamagahara, sebuah jembatan sebagai penghubung daerah itu dengan pusat kota tiba-tiba roboh. Kalian diminta untuk membantu karena pentingnya menjaga agar mobilitas tetap berlangsung baik. Di sana, kalian harus membereskan bekas reruntuhan, menolong warga yang terluka, hingga membantu brainstorming ide baru jembatan.

 

Festival Hinamatsuri hampir tiba, Takamagahara memiliki tradisi membuat Panggung 7 Tingkat besar untuk Boneka Hinamatsuri yang diletakkan di alun-alun kota. Tapi ada boneka yang hilang dari ruang penyimpanan. Sepertinya ada yang sedang usil dan membuat Panggung Boneka tersebut gagal untuk dipajang dan anak-anak perempuan akan murung sepanjang tahun.

 

Desa Tsukikure terletak di lembah berselimut kabut dan diterangi cahaya bulan sepanjang malam, diganggu oleh serangkaian pencurian misterius. Barang-barang berharga dan pusaka keluarga menghilang tanpa jejak, dan tidak ada tanda-tanda pembobolan. Penduduk desa mulai percaya bahwa itu adalah ulah yokai kuno 'Kagitsune'. Para pendeta lokal telah gagal mengusirnya, dan kini bantuan dibutuhkan dari pihak luar untuk menyelidiki, menangkap, atau menenangkan sang yokai.

Di ujung barat Desa Teratsuki, tersembunyi di balik pohon-pohon tua berdiri Gerbang Tsuyukasa sebuah struktur batu berlumut yang diyakini menjadi jalan antara dunia manusia dan dunia mimpi-roh. Dahulu, para penjaga desa mengadakan ritual tiap tahun agar gerbang tetap tertutup rapat, agar mimpi buruk dan kenangan pahit tidak menyusup kembali ke dunia nyata. Namun kini, suara-suara mulai terdengar dari balik gerbang. 

Di puncak Pegunungan Aokusa, tersembunyi sebuah galeri terbuka kuno bernama Irouka. Tempat para seniman-mantra dahulu menciptakan Seni Lingkaran, seni sihir yang ditulis bukan dalam huruf, melainkan dalam bentuk pola spiral, garis cahaya, dan lingkaran konsentrik yang beresonansi dengan unsur alam. Namun, sejak retakan besar muncul di tebing Irouka, cahaya simbol-simbol itu mulai kacau. Pola yang seharusnya menenangkan kini membuat hewan sekitar panik, langit menjadi buram, dan para pendaki tersesat dalam ilusi optik. 

Pada akhir era Heian, terjadi perpecahan besar antara dua aliran sihir utama Jepang: Enkaku dan Shin’un Untuk mencegah perang antar-dua aliran menjadi kehancuran total, satu jimat sihir besar yang disebut Fū-in no Kami (Segel Dewa Pengikat) dibuat dan disembunyikan di Menara Katsuragi.

Kementerian sihir menerima laporan dari Perdana Menteri Jepang tentang kejadian paranormal, dimana orang-orang melihat “kembaran” dari dirinya, dari keluarganya, bahkan dari para sosok public figure. Kejadian ini telah berlangsung selama beberapa bulan di pusat kota Shinkyo. Laporan orang hilang, pun orang-orang yang terdampak setelah menemui “kembaran” misterius itu terus meningkat di setiap harinya. 

Kuil Hirabayashi merupakan kuil yang dihuni oleh roh bernama Hiramawa, roh suci yang bertugas menjaga kemurnian kuil dari esensi jahat. Suatu hari, segel roh Hiramawa terbuka karena ulah orang asing yang mencuri patung singa berekor tujuh. Patung tersebut merupakan peninggalan leluhur Hirabayashi yang menjadi 'rumah' bagi roh Hiramawa.

Beberapa minggu terakhir, terjadi gangguan energi di laut sekitar pulau Onogoro. Ikan-ikan mati, gulungan ombak terlalu besar, air pasang dan tak pernah surut, bahkan terjadi badai hebat di jam-jam tertentu. Beberapa penyihir laut telah berupaya melangsungkan ritual, namun tidak ada hasil yang diperoleh. Belakangan ini kisah lampau kembali mengambang.

Di desa pesisir Minatohama, hasil laut tiba-tiba menurun drastis. Nelayan-nelayan pergi melaut namun pulang dengan perahu kosong, dan beberapa bahkan mengaku mendengar nyanyian di tengah laut yang membuat mereka kehilangan arah. Para gakusei diminta untuk menyelidiki penyebab gangguan ini.

PROPERTY OF MAHOUTOKORO  JP © 2024 ALL RIGHTS RESERVED

SYSTEM BY DŌMOTO REIKEN, KOGA SHUYA, KŌA SHINICHI & MURAKAMI NAGISA - WEBSITE BY DŌMOTO REIKEN - FOR ROLEPLAYING PURPOSES ONLY

bottom of page