top of page
LOGO KOSEI.png

光精

KŌSEI

SPIRIT OF THE SUN

Kōsei House ThemeMusic
00:00 / 36:20
studs at ksi main gate.png

Selamat datang di Asrama Kōsei (光精), satu dari tiga asrama di Mahoutokoro JP, yang dihuni oleh para penyihir yang penuh semangat, berani, dan memiliki ikatan yang kuat dengan alam. Seperti matahari yang memberikan cahaya dan kehangatan kepada dunia, para murid Kōsei diharapkan dapat menjadi penerang dan sumber inspirasi bagi komunitas Mahoutokoro JP. Kōsei mewakili kekuatan yang tercermin dari tiga konsep kuno Jepang: Yūki (勇気), Jiyū (自由) , dan Shugyo no Ishi (修行の意志).

 

Penamaan Asrama Kōsei memiliki makna yang mendalam, menggambarkan esensi dan karakteristik para muridnya, serta hubungannya dengan matahari. Secara harfiah, "Kōsei" dapat diartikan sebagai "semangat yang bersinar". "Kō" (光) memiliki makna "cahaya" atau "sinar". Meskipun "hikari" adalah bacaan yang lebih umum untuk karakter "光" dalam bahasa Jepang, penggunaan "Kō" dalam penamaan ini memberikan kesan yang lebih khas dan estetis. "Kō" sering digunakan dalam konteks nama atau ekspresi sastra, dan memberikan nuansa yang lebih mendalam dan simbolis. Lalu ada "Sei" (精) yang bermakna "semangat" atau "roh".  Matahari dengan cahayanya yang kuat dikenal sebagai simbol keberanian, semangat, dan keinginan untuk tumbuh dan berkembang, yang sesuai dengan nilai-nilai yang ditekankan dalam asrama ini.

 

Matahari dianggap sebagai sumber kehidupan dan energi yang memberikan cahaya, kehangatan, dan kekuatan kepada alam semesta. Hubungan Asrama Kōsei dengan matahari mencerminkan semangat, kehangatan, dan kekuatan yang dimiliki oleh para muridnya.  Matahari juga merupakan simbol kebangkitan, pertumbuhan, dan pencerahan, yang sesuai dengan perjalanan perkembangan para murid Kōsei dalam mengeksplorasi potensi mereka dan mencapai kesuksesan. Selain itu, matahari juga melambangkan visi yang jelas, kejernihan pikiran, dan kecerahan spiritual, yang mana merupakan kualitas yang ditanamkan dan dikembangkan oleh para murid Kōsei dalam perjalanan pendidikan mereka di Mahoutokoro JP.

 

Dengan keberanian, semangat, dan koneksi yang mendalam dengan alam, para murid Asrama Kōsei siap untuk menghadapi tantangan apapun yang mungkin terjadi dalam perjalanan mereka menuju kesuksesan dan kedewasaan sebagai penyihir.

studs at stage 2.png
studs duelling.png
studs at magical plants greenhouse.png
bagian 1.png
main building.png
ksi main gate.png
entertainment area.png

Asrama Kōsei mewakili kekuatan mendalam yang tercermin dari tiga konsep kuno Jepang: 

Yūki (勇気), Jiyū (自由) , dan Shugyo no Ishi (修行の意志).

YŪKI
勇気

Yūki (勇気) - Yūki adalah konsep keberanian atau keberanian yang kuat. Ini tidak hanya merujuk pada ketidak takutan dalam menghadapi bahaya atau tantangan, tetapi juga pada kemampuan untuk bertindak dengan tekad dan keberanian dalam menghadapi situasi yang sulit atau tidak nyaman.

Cerminan Asrama: Para murid Asrama Kōsei adalah individu yang penuh dengan yūki. Mereka tidak hanya berani dalam menghadapi tantangan fisik atau magis, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengekspresikan diri secara autentik, mengikuti impian dan aspirasi diri tanpa terbebani oleh ketakutan atau keraguan.

a2b746d0-144c-4ab9-b31f-bf163f0b04b8.png
自由
JIYŪ

Jiyū merujuk pada konsep kebebasan atau kemerdekaan, baik dalam pikiran maupun tindakan. Ini mencakup kebebasan untuk mengekspresikan diri, memilih jalan hidup, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai dan keyakinan pribadi.

Cerminan Asrama: Para murid Asrama Kōsei menghargai nilai jiyū dengan sangat penting. Mereka tidak terkekang oleh konvensi atau ekspektasi masyarakat, dan diberi kebebasan untuk mengejar minat dan tujuan mereka dengan sepenuh hati. Ini menciptakan lingkungan di mana setiap murid merasa didukung untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

1f72a319-1231-4932-99c7-5af0ff90506e.png
SHUGYO NO ISHI
修行の意志

Shugyo no ishi menekankan semangat untuk belajar, tumbuh, dan berkembang melalui latihan, pengalaman, dan refleksi. Ini mencakup tekad untuk terus meningkatkan diri dan mencapai potensi penuh.

Cerminan Asrama: Para murid Asrama Kōsei menunjukkan semangat shugyo no ishi yang luar biasa. Mereka selalu bersemangat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan mereka, baik dalam ilmu sihir maupun dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menerima tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan menghadapi setiap rintangan dengan tekad yang kuat.

2f772325-c1a2-4836-95f5-4118fd5e917f.png

Secara keseluruhan, Asrama Kōsei adalah tempat di mana ketiga konsep kuno ini dihargai dan ditanamkan dengan kuat dalam budaya dan filosofi kehidupan sehari-hari. Para murid Kōsei tidak hanya menjadi penyihir yang kuat, tetapi juga individu yang berani, bebas, dan selalu bersemangat untuk belajar dan tumbuh. Konsep-konsep ini membentuk fondasi untuk pengembangan pribadi yang holistik dan memberdayakan para murid untuk mencapai potensi mereka yang tertinggi.

 Berikut adalah pemahaman yang lebih mendalam tentang karakteristik murid Asrama Kōsei:  

Para murid Asrama Kōsei dikenal sebagai individu yang berjiwa bebas, gemar bertarung, dan penuh semangat. Mereka tidak hanya memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada, tetapi juga memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri mereka dengan sepenuh hati. Keberanian, kebebasan, dan semangat belajar adalah nilai-nilai yang dianut erat oleh para murid asrama ini.

  1. Gagah dan Pemberani: Keberanian para murid Asrama Kōsei tidak hanya tercermin dalam aksi, tetapi juga dalam sikap mental. Mereka memiliki keberanian untuk melangkah maju dan mengambil risiko, bahkan di hadapan ketidakpastian. Mereka tidak gentar menghadapi bahaya atau tantangan, dan siap untuk menghadapinya dengan keberanian yang luar biasa. Keterampilan bertarung murid asrama ini tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga keberanian yang kokoh dan tekad yang tak tergoyahkan.

  2. Berjiwa Bebas dan Independen: Para murid Kōsei adalah individu yang tidak terpengaruh oleh ekspektasi sosial atau konvensi yang ada. Mereka memilih untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip sendiri dan mengejar impian dengan tekad yang kuat. Seorang Kōsei sejati mengekspresikan diri secara otentik dan tidak terbebani oleh kebutuhan untuk menyenangkan orang lain. Mereka menghargai kebebasan pribadi dan menolak untuk terikat oleh batasan-batasan yang diberlakukan oleh masyarakat.

  3. Kedekatan dengan Alam dan Lingkungan: Hubungan yang mendalam dengan alam menjadi salah satu ciri khas utama para murid Kōsei. Mereka menghargai keindahan alam dan menganggapnya sebagai sumber inspirasi dan kedamaian. Mereka sering menghabiskan waktu di luar ruangan, terhubung dengan alam dan mencari hikmah serta kebijaksanaan dari lingkungan sekitar mereka. Seorang Kōsei sejati memahami bahwa koneksi dengan alam adalah kunci untuk menjadi penyihir yang kuat dan bijaksana.

  4. Semangat Belajar yang Tinggi: Semangat untuk belajar dan berkembang tidak pernah padam dalam diri para murid Asrama Kōsei. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar dan selalu mencari kesempatan untuk belajar hal-hal baru. Mereka menerima tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang, dan tidak pernah puas dengan pencapaian saat ini. Kōsei sejati akan terus berusaha untuk mencapai potensi penuh dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Dengan kombinasi karakteristik yang mendalam ini, para murid Asrama Kōsei menjadi individu yang kuat, mandiri, dan bersemangat dalam mengejar impian dan tujuan. Mereka siap untuk menghadapi setiap tantangan dengan keberanian dan tekad yang kuat, sambil tetap terhubung dengan alam dan mengembangkan diri secara terus-menerus.

studs at battle arena.png
studs at warrior suncrest herbarium.png
studs at great hall.png
bagian 2 full motto.png

Motto ini menggambarkan esensi Asrama Kōsei dengan menjelaskan tiga konsep utama yang menjadi ciri khasnya:

  1.  Bersinar dengan Keberanian (Shining with Courage):  Para murid Kōsei dipandang sebagai pribadi yang penuh dengan keberanian dan tekad untuk menghadapi setiap rintangan. Mereka tidak hanya bertahan dalam menghadapi tantangan, tetapi juga bersinar di tengah-tengah kesulitan, menunjukkan keberanian yang tulus.

  2.  Meniti Jalan Kebebasan (Walking the Path of Freedom):  Kebebasan adalah salah satu nilai utama yang dianut oleh para murid Kōsei. Mereka mengikuti jalan hidup dengan kebebasan dan kemandirian, memilih untuk mengambil kendali atas nasib mereka sendiri dan mengejar impian dengan tekad yang kuat.

  3.  Menyatu dengan Kehidupan (Merging with Life):  Kedekatan dengan alam dan lingkungan sekitar adalah aspek integral dari identitas Asrama Kōsei. Para murid Kōsei tidak hanya hidup di dunia ini, tetapi mereka menyatu dengan kehidupan di sekitar, menghargai kebijaksanaan alam dan belajar dari keindahan serta kekerasan yang ada.

Motto ini mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh Asrama Kōsei, seperti keberanian, kebebasan, dan kedekatan dengan alam. Dengan menggambarkan esensi dari karakteristik utama asrama, motto ini menjadi pedoman yang memotivasi para murid untuk hidup dengan integritas, tekad, dan harmoni dengan alam serta sesama.

studs at main building.png
bagian 3.png
studs at shrine.png
studs at shrine.png
kosei shrine.png
1710946963382.jpeg
1710946963364.jpeg
1710946963370.jpeg
Kōsei
MASKOT ASRAMA

Ryujiro (龍次郎) adalah roh naga yang megah dengan tubuh yang panjang dan kokoh. Entitas spiritual ini merupakan penjaga suci hutan dan pegunungan. Hutan merupakan tempat suci yang melindungi keberanian, keadilan, dan semangat petualangan. Sebagai penjaga hutan, Ryujiro bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam dan memastikan bahwa para petualang dan pengembara yang berkunjung ke hutan manapun diberkati dengan keberanian dan semangat yang tidak padam. Hubungan antara asrama dan roh naga hutan ini adalah sebagai berikut:

  1. Keberanian yang Tak Terkalahkan: Keberanian Ryujiro mencerminkan semangat para murid Asrama Kōsei dalam menghadapi tantangan dengan tekad yang kuat. Para murid Kōsei diajarkan untuk tidak gentar menghadapi rintangan dan untuk tetap berdiri teguh dalam keyakinan mereka, sejalan dengan semangat keberanian Ryujiro.

  2. Semangat Petualangan dan Keterikatan dengan Tujuan: Semangat petualangan Ryujiro menggambarkan semangat para murid Kōsei dalam mengeksplorasi dunia di sekitar mereka dan dalam mencapai impian dan tujuan mereka. Namun, seperti Ryujiro yang tetap setia pada tujuan dan tanggung jawabnya sebagai penjaga hutan, para murid Kōsei juga diajarkan untuk tetap terikat pada tujuan mereka dan bertindak dengan pertimbangan yang matang.

  3. Koneksi Emosional dengan Para Murid: Koneksi emosional Ryujiro dengan para murid mencerminkan solidaritas dan keterikatan yang kuat di antara komunitas Asrama Kōsei. Para murid dihargai dan didukung oleh satu sama lain, serta oleh para penjaga spiritual mereka, sehingga tercipta lingkungan yang mendukung dan memotivasi untuk pertumbuhan dan pencapaian pribadi.

  4. Sikap Hormat dan Kesederhanaan: Sikap hormat dan kesederhanaan Ryujiro menunjukkan pentingnya menghargai lingkungan dan sesama dalam Asrama Kōsei. Para murid diajarkan untuk bersikap rendah hati, menghormati alam dan makhluk hidup di sekitar mereka, serta untuk bertindak dengan empati dan kasih sayang terhadap orang lain.

studs at stage.png
kosei himawari field.png
studs at himawari field.png
kosei garden.png
kosei himawari field.png
kosei himawari field.png
Kōsei
REPRESENTASI BUNGA

Bunga Himawari/Bunga Matahari merupakan simbol keberanian, kekuatan, kebahagiaan, dan optimisme. Bunga sakura melambangkan esensi dari kehidupan murid-murid yang bersemayam di asrama ini.

  1. Keberanian dan Kekuatan: Bunga matahari melambangkan keberanian, kekuatan, dan semangat yang kuat, selalu mengikuti matahari sepanjang hari. Ini sesuai dengan karakteristik para murid Kōsei yang penuh semangat dan memiliki tekad yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan dengan keberanian.

  2. Optimisme dan Keterikatan dengan Matahari: Seperti yang ditunjukkan namanya, bunga matahari selalu menghadap ke matahari dan mengikuti perjalanan matahari sepanjang hari. Ini mencerminkan sikap optimis dan keterikatan yang mendalam dengan matahari, yang merupakan simbol utama dari Asrama Kōsei.

  3. Kebahagiaan dan Keberhasilan: Bunga matahari juga melambangkan kebahagiaan dan keberhasilan. Kehadirannya yang cerah dan bersemangat menginspirasi orang untuk meraih impian mereka dan mencapai kesuksesan, sejalan dengan semangat dan tujuan yang dimiliki oleh para murid Kōsei.

  4. Koneksi dengan Alam dan Siklus Kehidupan: Bunga matahari adalah bagian dari alam yang indah dan menunjukkan siklus kehidupan yang terus berlanjut. Ini mengingatkan para murid Kōsei akan pentingnya menghargai alam dan memahami keterhubungan semua makhluk hidup di dalamnya.

Himawari sebagai bunga representasi Asrama Kōsei menggambarkan kesesuaian yang sempurna antara karakteristik bunga tersebut dengan nilai-nilai dan semangat yang dianut oleh para murid asrama ini. Himawari, dengan keberaniannya menghadap matahari dan kemampuannya untuk tetap cerah dan optimis meskipun dihadapkan pada rintangan, melambangkan semangat keberanian, keterikatan dengan alam, dan optimisme yang menjadi ciri khas para murid Kōsei. Kehadirannya juga mengingatkan kita akan pentingnya menghargai setiap momen dalam kehidupan, memanfaatkannya sebaik mungkin, dan tetap bersinar bahkan di tengah tantangan yang sulit. Sebagai representasi bunga yang dijunjung tinggi, Himawari memberikan inspirasi dan motivasi bagi para murid Kōsei untuk terus tumbuh, berkembang, dan menjelajahi potensi tersembunyi mereka di dalam dan di luar lingkungan asrama. Dengan memilih Himawari sebagai bunga representasi, Asrama Kōsei menegaskan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan holistik dan pencapaian pribadi para murid, sambil tetap terhubung dengan nilai-nilai alami dan semangat keberanian yang menginspirasi.

bagian 4.png

Sejak "Peristiwa Kegelapan" melanda, dunia sihir Jepang jatuh ke dalam keterpurukan yang mendalam. Komunitas sihir melemah, dan ancaman terus mengintai dari balik bayang-bayang, menuntut perlindungan yang nyata. Sebagai respon atas krisis ini, Asrama Kōsei didirikan—bukan sekadar sebagai tempat bernaung, melainkan sebagai benteng pertahanan untuk menempa prajurit-prajurit sihir yang siap sedia menjadi tameng bagi komunitas sihir Jepang.

Meskipun lahir dari kebutuhan akan pertahanan militer, filosofi asrama tetap berakar pada harmoni. Tujuan utama dari Asrama Kōsei adalah memproduksi individu yang memiliki keseimbangan kuat antara keberanian, kebebasan, dan kebijaksanaan, yang kemudian diarahkan untuk ketangguhan tempur dan perlindungan.

Para murid yang lulus dari Asrama Kōsei diharapkan tidak hanya menjadi penyihir yang ulung, tetapi juga pemimpin dan garda terdepan yang berjiwa petualang serta memiliki kedalaman hubungan dengan alam dan warisan magis Jepang.

Dengan demikian, tujuan-tujuan spesifik dari Asrama Kōsei yang berguna bagi pemulihan dan perlindungan komunitas sihir Jepang meliputi:

  1.  Pembentukan Ksatria Tangguh:  Asrama Kōsei bertujuan untuk melatih para murid dalam keterampilan bertarung dan bela diri yang tangguh. Mereka diajarkan untuk menjadi ksatria yang handal dan siap menghadapi segala ancaman dengan keberanian, ketangguhan, dan keterampilan bertarung yang luar biasa. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan mereka menjadi prajurit yang tangguh dan siap bertempur sebagai garda terdepan dalam melindungi komunitas sihir Jepang dari segala ancaman yang mungkin muncul.

  2.  Membentuk Pemimpin Berani dan Visioner:  Asrama Kōsei bertujuan untuk menciptakan pemimpin yang memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan dengan penuh keyakinan dan visi yang jelas dalam mencapai tujuan mereka. Para murid diajarkan untuk menjadi pemimpin yang memimpin dengan teladan dan berani mengambil inisiatif dalam menghadapi situasi yang sulit, sekaligus menjadi penjaga kehormatan komunitas sihir Jepang.

  3.  Membangun Mentalitas Penjelajah dan Penjaga Alam:  Asrama Kōsei ingin membentuk mentalitas penjelajah yang penuh dengan rasa ingin tahu, keberanian, dan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Para murid diajarkan untuk menjaga dan melindungi keindahan alam serta memelihara keseimbangan ekosistem magis yang ada di sekitar mereka, sehingga mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian dan keamanan komunitas sihir Jepang.

studs at training grounds.png

Asrama Kōsei menjadi pusat kehangatan dan semangat di Sekolah Sihir Mahoutokoro JP. Seperti matahari yang bersinar terang di langit, para murid Asrama Kōsei membawa keceriaan, semangat, dan kehangatan ke dalam kehidupan sehari-hari. Mereka adalah individu yang penuh semangat, berani, dan penuh keceriaan, siap menaklukkan tantangan dan menyinari kehidupan di sekeliling mereka dengan cahaya yang positif.

 

Keterikatan mereka dengan simbol utama asrama, yaitu matahari, sangat mencolok dalam sifat dan perilaku mereka. Seperti matahari yang memberikan kehangatan dan keceriaan kepada segala sesuatu di sekitarnya, para murid Asrama Kōsei juga membawa semangat yang menyala-nyala dan keceriaan yang menular ke dalam komunitas. Mereka adalah sumber inspirasi dan motivasi bagi teman-teman mereka, membantu menyinari hari-hari yang gelap dengan kehangatan dan semangat positif.

Dalam interaksi sosial, para murid ini menampilkan keterbukaan dan semangat yang menggembirakan. Mereka adalah individu yang ramah dan mudah bergaul, menjadikan mereka teman yang menyenangkan dan hangat. Seperti matahari yang menyinari segala sesuatu di sekitarnya tanpa pandang bulu, mereka tidak mengenal batasan dalam menyebarkan keceriaan dan semangat kepada siapa pun yang mereka temui.

 Beberapa ciri khas murid Asrama Kōsei antara lain adalah: 

  1.  Kepribadian yang Penuh Semangat:  Para murid Asrama Kōsei memiliki semangat yang membara dan ceria, yang selalu terlihat dalam setiap langkah. Mereka adalah pionir semangat di antara pertemanan, selalu mendorong dan memberikan dukungan kepada orang lain untuk tetap bersemangat dan berusaha maksimal. Karakter ini sesuai dengan semangat juang keberanian yang diterapkan di Asrama Kōsei.

  2.  Kesenangan Berada di Alam Bebas:  Kecenderungan untuk menyukai alam bebas dan menjelajah hal baru mencerminkan hubungan erat murid Kōsei dengan alam dan keinginan mereka untuk belajar dari keajaiban alam. Mereka senang berada di luar ruangan, merasakan kebebasan dan kedekatan dengan alam, yang sesuai dengan karakteristik asrama. Kecintaan mereka akan eksplorasi juga mencerminkan semangat petualangan dan pembelajaran yang ditekankan di asrama ini.

  3.  Kecerdikan dan Kegesitan Spontan:  Kemampuan untuk bersikap gesit dan cerdik ketika berada di alam liar menggambarkan kepekaan dan kecerdasan alami murid Kōsei. Mereka terbiasa dengan lingkungan yang berubah-ubah dan dapat dengan cepat menyesuaikan diri terhadap situasi yang tidak terduga.

  4.  Identik dengan Kostum Berwarna Hijau:  Kostum berwarna hijau menjadi simbol identitas bagi murid-murid Asrama Kōsei. Warna hijau melambangkan kehidupan, pertumbuhan, dan keseimbangan, yang sesuai dengan nilai-nilai yang dihargai di asrama ini. Kostum ini juga mencerminkan hubungan erat mereka dengan alam dan keinginan untuk melindungi dan memelihara alam.

studs at warrior study hall.png
bagian 5.png

Perjalananmu dimulai dari kemegahan area Kastil Utama Mahoutokoro di puncak gunung. Dari sana, kau harus mengarahkan langkah menuju Gerbang Timur kastil. Siapkan staminamu, karena kau akan menuruni jalur setapak yang meliuk ke arah lembah selama kurang lebih 1 jam atau 60 menit, estimasi berjalan santai. Sepanjang penurunan ini, kau akan merasakan udara puncak yang cenderung dingin dan tipis perlahan berubah menjadi udara lembah yang sejuk dan lembap.

Setelah perjalanan turun yang panjang itu, pemandangan akan berubah drastis saat kau memasuki kawasan hutan bambu yang padat dan tinggi menjulang. Kau perlu berjalan masuk menembus keheningan hutan ini sekitar 20 menit. Teruslah ikuti jalan setapak hingga pepohonan bambu itu tiba-tiba membuka jalan, dan kau akan menemukan sebuah lahan luas tersembunyi. Di sanalah berdiri gerbang megah dengan patung naga kembar: pintu masuk utama ke Komplek Asrama Kōsei.

kosei house.png

 Komplek Asrama Kōsei 

ksi main gate.png

 Gerbang Masuk Kōsei 

Saat kau berdiri tepat di hadapan gerbang asrama, kau akan langsung merasakan aura keagungan dari gerbang tersebut, yang ditandai oleh dua patung naga hijau giok raksasa yang melingkari pilar-pilar penyangga dengan detail emas yang rumit. Kepala kedua naga itu tampak hidup, mengapit sebuah papan nama besar di tengahnya yang bertuliskan "KŌSEI", sementara di belakangnya berpendar pusaran energi sihir hijau yang berfungsi sebagai portal asrama.

Penting untuk kau ingat bahwa gerbang indah ini memiliki aturan yang ketat; hanya mereka yang merupakan bagian dari asrama Kōsei, para sensei Mahoutokoro, atau individu dengan izin khusus yang dapat melangkah melewati gerbang ini. Bagi pengunjung luar yang bukan bagian dari Kōsei, perjalananmu mutlak berakhir di depan pilar naga ini, dan sangat tidak disarankan untuk mencoba memaksa masuk, karena sihir pelindung gerbang akan seketika menolakmu dengan keras dan melemparkanmu jauh ke sebuah hutan bambu di dimensi lain, yang dihuni oleh roh-roh penasaran, membuatmu tersesat tanpa arah di dalam hutan bambu yang pekat itu selama tiga hari penuh sebagai bentuk hukuman.

portal.png

 Portal Kōsei 

Setelah berhasil melewati gerbang utama dan menapakkan kaki di halaman dalam asrama, matamu akan segera menangkap sebuah struktur batu melingkar yang berdiri megah tepat di tengah jalur menuju bangunan utama. Ini adalah Portal Kōsei, sebuah gerbang magis berbentuk cincin raksasa dengan ukiran naga dan motif awan kuno yang membingkai pusaran energi hijau zamrud yang terus berputar di tengahnya. Bagi para penghuni, pusaran cahaya ini berfungsi sebagai jalur transportasi instan yang sangat praktis, menghubungkan asrama terpencil ini langsung ke jantung Kastil Mahoutokoro atau ruangan-ruangan khusus lain yang terhubung dalam jaringan portal sekolah.

Meskipun fasilitas ini menawarkan kemudahan luar biasa, kau akan jarang melihat antrean padat di depannya; para gakusei Kōsei yang terkenal dengan semangat juang dan dedikasi pada kekuatan fisik jauh lebih memilih menempuh perjalanan dengan berjalan kaki atau berlari menembus hutan bambu sebagai bagian dari latihan harian mereka. Portal ini biasanya hanya menjadi pilihan terakhir saat mereka benar-benar terdesak waktu atau kondisi tubuh sedang tidak memungkinkan untuk menempuh jalur fisik yang menantang. Perlu kau ingat juga, akses ini sangat eksklusif dan terlindungi; sistem sihir portal ini dirancang untuk menolak kedatangan siapa pun dari lokasi lain yang bukan merupakan warga Kōsei atau pemegang izin khusus, sehingga tidak ada orang asing yang bisa tiba-tiba muncul di tengah asrama melalui pusaran hijau tersebut.

fitness area.png

 Fitness Area 

Melangkah sedikit ke arah kanan dari portal utama, pandanganmu akan tertuju pada sebuah area terbuka yang luas dan tertata rapi di samping rumah kaca. Ini adalah Area Fitness Kōsei, sebuah pusat kebugaran outdoor yang dirancang khusus dengan lantai matras cokelat dan peralatan latihan berstruktur logam hijau tua yang kokoh, mulai dari alat angkat beban hingga tiang pull-up. Fasilitas ini merupakan manifestasi fisik dari filosofi asrama tersebut; mengingat para siswa Kōsei ditempa untuk menjadi prajurit sihir yang tangguh, kebugaran fisik bukanlah sekadar hobi, melainkan prioritas utama yang wajib dijaga di atas segalanya. Maka tidak heran jika setiap pagi, bahkan sebelum matahari meninggi, kau akan menemukan area ini sudah dipadati oleh para gakusei yang bersemangat memacu detak jantung mereka, menjadikan bunyi besi beradu dan nafas latihan sebagai musik pembuka hari di asrama ini.

main building.png

 Main Building 

Tepat di poros tengah komplek, menjulang megah di belakang portal, berdiri Bangunan Utama Asrama Kōsei yang menjadi jantung kehidupan para gakuseinya. Arsitekturnya menyerupai istana kekaisaran kuno yang kokoh, didominasi warna hijau lumut dan emas, dengan dua patung naga emas besar yang meliuk menjaga sisi kiri dan kanan tangga masuknya seolah siap menerkam siapa pun yang berniat jahat. Di atas pintu masuk ganda yang berat, terpampang papan emas dengan semboyan asrama yang membakar semangat: "Shining with Courage, Walking the Path of Freedom, Merging with Life". Bangunan ini bukan sekadar monumen visual, melainkan rumah yang sesungguhnya; di balik dinding-dinding tebalnya tersimpan Aula Utama asrama, kamar-kamar tempat tinggal para gakusei, kantor kepala asrama, fasilitas-fasilitas indoor, hingga dapur dan tempat tinggal para pekerja, menjadikannya pusat operasional sekaligus tempat bernaung yang menyatukan seluruh penghuninya.

kosei garden.png

 Himawari Garden 

Jika kau mengalihkan langkahmu ke sisi kiri halaman, menjauh dari gedung utama, kau akan menemukan surga botani yang disebut Himawari Garden. Area ini adalah hamparan luas yang didominasi oleh ribuan bunga matahari yang selalu mekar sempurna, dikelilingi oleh lorong beratap kaca dan gazebo-gazebo kayu tempat bersantai. Namun, tempat ini bukan sekadar taman penghias; aroma manis yang menguar dari bunga-bunga ini memiliki sihir halus yang mampu membasuh rasa lelah, seketika membangkitkan semangat, dan memperbaiki suasana hati siapa pun yang menghirupnya, mengubah kelesuan menjadi energi positif.

Di salah satu sudut taman yang damai ini, kau juga akan menemukan sebuah pancuran bambu tradisional yang terus-menerus mengalirkan air jernih ke dalam kolam batu. Air dari mata air ini bukan sembarang air; para gakusei Kōsei sangat menghargainya karena khasiat ajaibnya—cukup dengan meminumnya sekali, rasa haus akan hilang dan tidak akan kembali sepanjang hari. Keistimewaan ini menjadikan mata air Himawari sebagai perhentian wajib bagi para gakusei sebelum mereka memulai petualangan atau latihan fisik jarak jauh, memastikan tubuh mereka tetap terhidrasi tanpa perlu membawa beban air berlebih.

entertainment area.png

 Entertainment Area 

Bergeser ke ujung paling kiri dari komplek asrama, melewati hamparan kebun bunga matahari dan lorong kaca, kau akan tiba di Entertainment Area yang dirancang sebagai pusat keriaan dan pertunjukan terbuka. Perhatianmu pasti akan langsung tersita oleh panggung kayu megah yang menjadi fokus utama area ini, di mana sebuah ukiran relief naga hijau besar tampak menggeliat hidup di dinding latar belakangnya, diapit oleh motif matahari emas yang bersinar dan tirai hijau tebal.

Area ini didesain sangat multifungsi dan siap pakai; di depan panggung, barisan kursi hijau telah tersusun rapi di atas hamparan kerikil putih, siap menampung audiens dalam jumlah besar, sementara beberapa gazebo kecil dengan atap berhias ornamen matahari berdiri di sisi-sisinya sebagai tempat berteduh atau pos pendukung acara. Di sinilah denyut sosial asrama berdetak kencang, menjadi tempat digelarnya berbagai acara internal asrama untuk mempererat persaudaraan, atau bahkan berubah menjadi lokasi pesta akbar yang mengundang seluruh civitas akademika Mahoutokoro pada momen-momen langka ketika Asrama Kōsei memutuskan untuk membuka gerbang wilayahnya bagi umum.

kosei shrine.png

 Kōsei Shrine 

Melangkah menjauh dari hiruk-pikuk asrama dan menyusuri jalan setapak kecil yang mengarah lebih dalam ke rimbunnya hutan bambu di sisi belakang asrama, suasana seketika berubah menjadi hening dan penuh hormat saat kau tiba di Kōsei Shrine. Ini adalah area paling sakral di seluruh wilayah asrama, berwujud sebuah paviliun kuil terbuka yang elegan dengan atap melengkung dan pilar-pilar kokoh yang dililit oleh ukiran naga batu. Di pusat altar batu tersebut, duduk dengan agung patung emas Ryujiro, Sang Naga Roh yang dipuja sebagai maskot sekaligus pelindung abadi Asrama Kōsei, dikelilingi oleh asap dupa yang mengepul lembut dan persembahan buah-buahan segar. Para gakusei kerap meluangkan waktu mereka untuk datang ke tempat tersembunyi ini, bukan sekadar untuk menikmati ketenangan, melainkan untuk memanjatkan doa, memohon keberkahan, serta memberikan penghormatan tulus kepada Ryujiro agar senantiasa melindungi langkah mereka dalam setiap tantangan.

practice arena.png

 Sparring Arena 

Melangkah ke sisi paling kanan dari komplek asrama, melewati rumah kaca dan area kebugaran, kau akan tiba di zona yang paling berenergi di seluruh wilayah Kōsei, yaitu Sparring Arena. Pandanganmu akan langsung tertuju pada panggung kayu luas yang mendominasi tempat ini, yang lantainya dihiasi ukiran relief naga hijau raksasa melingkari matahari emas, simbol kekuatan yang menjadi pijakan para gakusei setiap hari. Di sekeliling panggung tersebut, berdiri gazebo-gazebo yang menaungi rak-rak senjata lengkap, mulai dari pedang hingga tombak, siap untuk digunakan. Inilah tempat para gakusei ditempa menjadi prajurit sihir yang tangguh; setiap harinya, area ini tidak pernah sepi dari jadwal latihan bergilir, di mana mereka mengasah kemampuan bela diri fisik maupun magis, serta melatih teknik menyerang dan bertahan dengan intensitas tinggi.

Namun, ada sisi unik yang kontras dan tersembunyi tepat di belakang arena yang keras ini. Jika kau melihat ke arah pepohonan bambu di latar belakangnya, kau akan menemukan rumah-rumah pohon kayu mungil dan hammock yang bergelantungan santai di antara batang bambu. Area belakang ini menawarkan suasana yang begitu alami dan menenangkan setelah lelah berlatih, bahkan saking nyamannya, beberapa gakusei yang berjiwa bebas sering kali lebih memilih untuk menginap dan tidur di rumah-rumah pohon tersebut dibandingkan kembali ke kamar tidur mereka di gedung utama.

magical plants greenhouse.png

 Magical Plants Greenhouse 

Tepat di samping area kebugaran di sisi kanan komplek, langkahmu akan terhenti di depan sebuah bangunan kaca artistik yang memancarkan pendaran cahaya misterius dari dalamnya, itulah Magical Plants Greenhouse. Rumah kaca ini dibangun dengan rangka hijau tua yang elegan namun kokoh, dijaga oleh sepasang patung naga batu yang duduk waspada di sisi kiri dan kanan pintu masuknya. Saat kau mengintip ke dalam, matamu akan dimanjakan oleh pemandangan eksotis dari tanaman-tanaman magis langka yang berpendar dalam warna biru elektrik, ungu, dan toska, yang tersusun rapi di rak-rak kayu berukir maupun tumbuh liar di pot-pot tanah. Tempat ini adalah pusat budidaya tanaman sihir berkhasiat luar biasa milik asrama, dan bukan sekadar pajangan; setiap harinya, para gakusei memiliki jadwal piket bergilir yang ketat untuk memeriksa, menyiram, dan merawat flora ajaib ini, mengajarkan mereka bahwa kekuatan sejati seorang prajurit juga terletak pada ketelatenan memelihara kehidupan.

kosei great hall.png

 Kōsei Great Hall 

Setelah puas berkeliling di area luar, kini saatnya kita melangkah masuk ke jantung bangunan utama. Begitu kau melewati pintu besarnya, napasmu mungkin akan tercekat sejenak menyaksikan kemegahan Kōsei Great Hall. Ruangan ini tidak terasa sempit atau gelap, justru sebaliknya; atapnya terbuat dari kaca melengkung tinggi yang dihiasi motif bunga matahari, membiarkan cahaya alami membanjiri seluruh aula dan memantul indah pada dinding-dinding marmer hijau yang kokoh. Di setiap sisi dinding, ukiran naga emas raksasa tampak merayap naik seolah menjaga ruangan ini, berujung pada sebuah patung kepala naga besar yang berwibawa tepat di bawah papan nama aula di ujung ruangan. Aula ini adalah pusat kehidupan indoor asrama yang sangat multifungsi; di sinilah seluruh penghuni Kōsei berkumpul untuk mendengar pengumuman penting, mengadakan pertemuan darurat, atau menggelar acara-acara keakraban yang sewaktu-waktu tidak memungkinkan dilakukan di luar ruangan, menjadikannya ruang yang selalu hangat oleh kebersamaan di tengah kemegahan arsitekturnya.

warrior study hall.png

 Warrior Study Hall 

Melangkah lebih dalam menyusuri koridor bangunan utama, kau akan menemukan sebuah ruangan yang didedikasikan khusus untuk ketajaman intelektual para prajurit muda, yaitu Warrior Study Hall. Ruangan ini memancarkan aura akademis yang unik, memadukan ketenangan perpustakaan dengan semangat juang yang kental; dinding-dinding hijaunya dipenuhi ukiran naga besar dan matahari, sementara berbagai papan informasi di sekeliling ruangan menampilkan mulai dari jadwal kelas, daftar tugas, teknik bela diri, hingga resep ramuan herbal, menegaskan filosofi bahwa bagi seorang kesatria Kōsei, pengetahuan adalah senjata yang setara dengan pedang. Di tengah ruangan, barisan meja kayu kokoh lengkap dengan lampu baca antik tertata rapi, siap menyambut siapa pun yang membutuhkan konsentrasi penuh untuk menelaah bacaan atau menyelesaikan tugas rumit.

Meski fasilitas ini didesain begitu nyaman dan kondusif dengan cahaya matahari yang melimpah dari atap kaca, kau mungkin akan sering mendapati aula luas ini agak lengang dan tenang. Hal ini bukan karena mereka malas belajar, melainkan karena para gakusei Kōsei memiliki jiwa yang sangat menyatu dengan alam liar; mereka sering kali lebih memilih membawa perkamen tugas mereka keluar, menyelesaikannya di bawah naungan pohon rindang atau di atas bebatuan sungai, sehingga ruang belajar formal ini biasanya hanya menjadi pilihan saat cuaca buruk atau ketika mereka membutuhkan keheningan mutlak tanpa gangguan suara hutan.

warrior suncrest herbarium.png

 Warrior Suncrest Herbarium 

Berjalan lebih jauh ke dalam gedung, indramu akan segera dimanjakan oleh aroma tanah basah dan wangi rempah yang tajam saat kau memasuki Warrior Suncrest Herbarium. Ruangan ini terasa seperti perpaduan harmonis antara rumah kaca dan laboratorium kuno; cahaya matahari menembus atap kaca menyinari meja-meja kerja kayu yang sudah tertata rapi dengan alu, lumping, dan toples-toples bahan, sementara tabung-tabung kaca raksasa berisi spesimen tanaman langka menjulang tinggi hingga ke balkon lantai dua. Dinding-dindingnya dihiasi poster anatomi tumbuhan dan bagan khasiat obat, menciptakan atmosfer serius bagi para gakusei yang datang untuk mengolah ramuan herbal atau melakukan eksperimen mendalam mengenai khasiat tanaman sihir sesuai tugas dari asrama maupun sensei. Di sinilah sisi intelektual dan ketelitian para prajurit Kōsei benar-benar bersinar; mereka sejenak menanggalkan pedang latihan mereka untuk memegang pisau bedah tanaman, membuktikan bahwa penguasaan atas rahasia alam sama pentingnya dengan kekuatan fisik di medan laga.

warrior armory.png

 Warrior Armory 

Melangkah ke bagian lain dari gedung utama, atmosfer seketika berubah menjadi lebih berat, serius, dan penuh wibawa saat kau memasuki Warrior Armory. Ruangan ini bukan sekadar gudang penyimpanan, melainkan sebuah arsip militer yang agung; dinding-dinding hijaunya dipenuhi oleh lemari-lemari kaca tinggi yang menjaga kilau dingin dari berbagai senjata tajam berkualitas tinggi, mulai dari deretan katana, tombak panjang, hingga busur panah yang tertata dengan presisi militer. Di sela-sela rak senjata, kau juga akan melihat tumpukan gulungan perkamen kuno dan diagram taktik perang yang terselip rapi, menjadikan tempat ini pusat studi mendalam tentang seni pertahanan dan strategi tempur bagi para calon prajurit sihir. Fasilitas ini dapat diakses oleh siapa saja warga asrama Kōsei yang haus akan ilmu pertempuran, namun ada satu aturan yang harus dipatuhi: tidak ada satu pun senjata atau gulungan berharga yang boleh keluar dari ruangan ini tanpa izin khusus dan stempel persetujuan langsung dari Kepala Asrama.

girl bedroom.jpeg

 Girls' Bedroom 

Setelah melihat sisi keras kehidupan prajurit di gudang senjata, kini saatnya kau mengintip sisi yang lebih hangat namun tetap berkarakter di Girls' Bedroom. Ruangan ini didominasi oleh elemen kayu dan warna hijau alam, dengan tiga tempat tidur yang disusun berjajar rapi; di Mahoutokoro, berbagi satu kamar bertiga adalah kewajiban mutlak untuk memupuk rasa persaudaraan yang erat dan mengikis sifat individualis sejak dini. Walaupun dinding kamarnya dihiasi oleh rak berisi tombak, pedang, dan poster anatomi tempur yang mencerminkan ketangguhan mereka di medan laga, para putri Kōsei sama sekali tidak melupakan perawatan diri. Di salah satu sudut yang terang, terdapat meja rias cantik dari kayu tempat mereka biasa memanjakan diri. Mereka cukup terampil dalam meracik produk kecantikan—seperti masker atau lulur—menggunakan herba alami hasil eksperimen mereka sendiri. Fasilitas ini sangat nyaman dan lengkap hingga ke kamar mandi dalam. Kendatipun demikian, tak jarang mereka, dengan karakternya yang berjiwa bebas terkadang lebih memilih tidur di alam terbuka daripada di atas kasur empuk.

boy bedroom.jpeg

 Boys' Bedroom 

Beranjak ke sayap lain dari bangunan utama, kita akan memasuki Boys' Bedroom, tempat di mana para prajurit muda Kōsei beristirahat dan membangun solidaritas. Saat melangkah masuk, kau akan disambut oleh atmosfer maskulin yang kental dengan elemen kayu kokoh dan nuansa hijau lumut, di mana tiga tempat tidur kayu tertata rapi mengelilingi ruang tengah yang lega. Sama seperti di asrama putri, aturan satu kamar bertiga berlaku mutlak untuk memastikan tidak ada gakusei yang terisolasi sendiri, memaksa mereka hidup membaur dan saling menjaga layaknya saudara seperjuangan. Dinding-dinding kamar ini seolah berbicara tentang dedikasi mereka; dihiasi relief naga, poster panduan teknik bela diri (Martial Arts Combat Stances), hingga rak senjata dinding yang penuh dengan tombak dan busur, menegaskan identitas mereka sebagai petarung bahkan di dalam ruang privat.

Kamar ini memiliki keistimewaan tersendiri yang mendukung fisik mereka yang aktif; di salah satu sudutnya, tergantung sebuah samsak tinju kulit berat yang siap digunakan kapan saja untuk latihan ringan atau sekadar meluapkan energi sebelum tidur. Fasilitas penunjang hidup pun sangat lengkap hingga akses langsung ke kamar mandi dan toilet pribadi yang bersih di bagian belakang ruangan. Meskipun fasilitas ini menawarkan kenyamanan maksimal, jiwa petualang para gakusei Kōsei putra sering kali lebih dominan; tak jarang kau akan menemukan kamar ini kosong di malam hari karena penghuninya lebih memilih sensasi tidur beratapkan langit di alam bebas hutan bambu daripada terlelap di atas kasur empuk mereka.

kosei kitchen.png

 Kōsei Kitchen 

Indra penciumanmu akan segera disambut oleh aroma bahan makanan segar dan nuansa rustic yang hangat saat memasuki Kōsei Kitchen. Ruangan ini dirancang dengan langit-langit melengkung tinggi dan jendela besar yang membiarkan cahaya matahari membanjiri seluruh area, menyinari dinding kayu hijau sage yang dihiasi ukiran naga besar serta motif bunga matahari. Di bagian tengah, terdapat pulau-pulau meja masak yang kokoh lengkap dengan peralatan tembaga gantung dan rak-rak yang dipenuhi stok karung gandum serta keranjang sayuran segar, menciptakan suasana dapur yang siap tempur. Di dindingnya bahkan terpampang "Warrior's Nutrition Charts", menegaskan bahwa bagi penghuni Kōsei, makanan adalah strategi. Namun, dapur ini memiliki ritme operasional yang unik; pada hari-hari sekolah biasa, dapur ini tidak melayani makan besar karena para gakusei diwajibkan bersantap di Eiken, pusat nutrisi utama sekolah. Kesibukan memasak hidangan berat di sini hanya terjadi pada momen-momen genting seperti periode quest atau minggu ujian, di mana efisiensi waktu dan membutuhkan asupan energi ekstra, atau pengecualian khusus bagi gakusei yang sedang sakit, sehingga mereka bisa mendapatkan makanan pemulih tanpa harus memaksakan diri keluar asrama.

training grounds.png

 Kōsei Training Grounds 

Kini siapkan kembali staminamu untuk menaklukkan medan yang lebih menantang di tebing timur. Terpisah dari lembah asrama yang nyaman, kau harus mendaki sekitar 60 menit dari komplek utama asrama atau menuruni jalur terjal selama 20 menit jika datang langsung dari gerbang timur Kastil Mahoutokoro untuk mencapai Kōsei Training Grounds. Tempat ini bukan sekadar lapangan, melainkan arena uji ketahanan fisik yang brutal namun menyatu dengan alam liar; suara gemuruh aliran sungai deras yang membelah area latihan menjadi musik latar saat para gakusei meniti bebatuan licin atau menyeberangi jembatan balok kayu yang bergoyang di atas air. Di sini, fisikmu akan diperas habis-habisan dengan berbagai rintangan ekstrem, mulai dari dinding panjat kayu berukir naga yang menjulang tinggi, tiang-tiang keseimbangan, hingga ayunan tali yang menggantung di pepohonan raksasa, semuanya dirancang untuk melatih kelincahan dan kekuatan otot. Namun, jangan khawatir jika energimu terkuras habis, karena di salah satu gazebo kayu bergaya tradisional yang tersebar di pinggir sungai, tersedia pos logistik yang menyediakan buah-buahan segar dan minuman pemulih stamina, memastikan para petarung muda ini tetap terhidrasi di tengah latihan mereka.

1766136813623.jpg

 Kōsei Himawari Fields 

Setelah tubuhmu ditempa habis-habisan di area latihan, kini saatnya mendinginkan diri dengan berjalan santai sekitar 10 menit lagi ke arah ujung paling timur tebing, meninggalkan rimbunnya hutan menuju tepian laut yang terbuka. Pemandangan hutan yang rapat perlahan akan tergantikan oleh cakrawala biru yang luas saat kau tiba di Kōsei Himawari Fields, sebuah surga tersembunyi berupa ladang bunga matahari yang membentang tepat di tepi jurang laut. Di sini, ribuan bunga kuning cerah tampak kontras dan memukau dengan latar belakang birunya samudra, sementara jalan setapak putih menuntunmu melewati gazebo-gazebo cantik beratap hijau dengan ornamen naga yang nyaman untuk bersantai menikmati angin pantai. Suasana di sini terasa begitu hidup dan ceria, lengkap dengan sebuah kedai mungil bernama "GenkiPop!" yang siap menyegarkan dahagamu. Berbeda dengan area dalam asrama yang sangat eksklusif, ladang bunga ini adalah zona yang ramah dan terbuka bagi umum; ini adalah titik temu favorit di mana para gakusei Kōsei sering membuat janji untuk bercengkrama dengan teman-teman dari asrama lain, menikmati kebebasan dan keindahan alam bersama-sama di bawah sinar matahari.

1766137011823.jpg

 GenkiPop! 

Sembari menikmati indahnya Kōsei Himawari Field, langkahmu pasti akan terhenti di depan GenkiPop!, sebuah kedai kayu mungil beratapkan hijau dengan dekorasi warna-warni pastel yang tampak seperti oase penyegar dahaga. Namun, daya tarik utama tempat ini bukan hanya pada menunya, melainkan pada penjaganya yang unik: seorang Yokai bernama Gen, sosok mungil berkulit hijau dengan jubah sederhana yang akan menyambutmu dengan senyum lebar layaknya seorang kakek yang menanti cucunya pulang. Gen dikenal luas karena sifatnya yang sangat penyayang dan kebapakan; sembari sibuk meracik minuman segar berkhasiat sihir untuk memulihkan staminamu atau menyendokkan es krim lezat dengan varian rasa tak terbatas, ia gemar menyelipkan nasehat-nasehat bijak yang hangat kepada setiap anak yang singgah. Bagi para gakusei, mampir ke kedai ini bukan sekadar transaksi membeli jajanan, melainkan momen istirahat jiwa yang berharga, di mana segelas minuman dingin dan petuah tulus dari Gen mampu meluruhkan segala lelah setelah seharian berlatih keras.

be76b293-a2c1-4d57-a32a-022c4e117a31.png
Gemini_Generated_Image_mjsg8mjsg8mjsg8m.png
b22c2ec7-5ca3-4947-8ea1-3c548b3a5ecf.png

© KŌSEI HOUSE, MAHOUTOKORO JP SCHOOL

FOR ROLEPLAYING PURPOSES ONLY

PROPERTY OF MAHOUTOKORO  JP © 2024 ALL RIGHTS RESERVED
WEBSITE BY DAICHI TOSHIRO FOR ROLEPLAYING PURPOSES ONLY

bottom of page