
MAHOUTOKORO JP SETTING
ruang dalam kastil utama

Halaman ini menyajikan denah deskriptif area bangunan kastil utama Mahoutokoro, sebuah kompleks yang terdiri dari enam struktur bangunan terpisah namun saling terhubung oleh koridor-koridor panjang. Bagi pengguna portal dengan tujuan kastil Mahoutokoro, titik kedatangan akan otomatis berada tepat di depan pintu selatan Gerbang Rōmon yang merupakan akses utama memasuki area kastil utama. Demi efisiensi ruang pada peta, perhatikan bahwa beberapa istilah telah disingkat menjadi:
Catatan: Kantor SDP dan Zaigen tidak memiliki cabang di Mahoutokoro, sehingga ruangannya tidak ada. Semua urusan kepegawaian dan keuangan diurus langsung oleh Departemen Sumber Daya Penyihir dan Departemen Keuangan Sihir di bawah Kementerian Sihir Jepang, yang berpusat di Kota Takamagahara, Onogoro.
-
Lt. (Lantai)
-
P. (Pintu)
-
Utr (Utara)
-
Sel (Selatan)
-
Bar (Barat)
-
Tim (Timur)
RIGHT CHŌSHA , Bangunan depan (Chōsha) kanan, akses masuk dari koridor Gerbang Rōmon. Terdiri dari tiga lantai.
Lantai 1, Pintu Utara : Koridor menuju Yagura Kanan
Lantai 1, Pintu Barat : Akses masuk dari Rōmon
Lt. 2, P. Timur : Ruang Eiken
Lt. 2, P. Barat : Ruang Taman Meditasi Zen
Lt. 3, P. Timur : Ruang Madogu

LEFT CHŌSHA , Bangunan depan (Chōsha) kiri, akses masuk dari koridor Gerbang Rōmon. Terdiri dari tiga lantai.
Lantai 1, Pintu Utara : Koridor menuju Yagura Kiri
Lantai 1, Pintu Timur : Akses masuk dari Rōmon
Lantai 2, Pintu Timur : Ruang Shizen
Lantai 2, Pintu Barat : Ruang Doutei
Lantai 3, Pintu Timur : Ruang Kuil Doa

TENSHU , Bangunan tengah terbesar, akses masuk dari pintu utara Gerbang Rōmon, terdiri dari lima lantai skala besar.
Lt. 1, P. Sel : Pintu masuk Tenshu
Lt. 1, P. Utr : Mahoutokoro Great Hall
Lt. 2, P. Bar. 1 : Ruang Student Affairs
Lt. 2, P. Bar. 2 : Ruang Shiken
Lt. 2, P. Tim. 1 : Ruang Tengu
Lt. 2, P. Tim. 2 : Ruang Pengurus Asrama
Lt. 3, Sisi Bar & Tim : Ruang-Ruang kelas 1-3 Nensei
Lt. 4, P. Bar 1 : Ruang Perpustakaan
Lt. 4, P. Tim 1 : Ruang Fragmen Masa Lalu
Lt. 5, Sisi Bar & Tim : Kantor-Kantor Sensei/Senchou

LEFT YAGURA , Bangunan belakang (Yagura) kiri, akses masuk dari koridor Chōsha Kiri dan Koridor Yagura Kanan, terdiri dari lima lantai skala kecil.
Lt. 1, P. Sel : Akses masuk dari Chōsha Kanan
Lt. 1, P. Tim : Akses masuk dari Yagura Kanan
Lt. 2, Sisi Bar & Tim : Ruang-Ruang Kelas 4 Nensei
Lt. 3, Sisi Bar & Tim : Ruang-Ruang Kelas 5 Nensei
Lt. 4, P. Bar : Ruang Combat
Lt. 4, P. Tim : Ruang Quest

RIGHT YAGURA , Bangunan belakang (Yagura) kanan, akses masuk dari koridor Chōsha Kanan dan Koridor Yagura Kiri, terdiri dari lima lantai skala kecil.
Lt. 1, P. Sel : Akses masuk dari Chōsha Kiri
Lt. 1, P. Bar : Akses masuk dari Yagura Kiri
Lt. 2, Sisi Bar & Tim : Ruang-Ruang Kelas 6 Nensei
Lt. 3, P. Bar : Ruang Tugas Akhir 7 Nensei
Lt. 4 : Hotarubi Lounge
Lt. 5 : Ruang Hisin

Perjalananmu dimulai dengan menyusuri koridor lantai dua di bangunan Chōsha Kanan. Saat melangkah ke sisi timur, pandanganmu akan tertuju pada sebuah pintu unik berwarna hijau-jingga dengan papan nama tegas bertuliskan "栄健". Jangan terkecoh dengan tampilan fisiknya yang tampak seperti pintu ruangan biasa; begitu kau menekan gagang dan melangkah masuk, kau tidak sedang memasuki kamar sempit, melainkan berpindah ke dimensi ruang yang jauh lebih luas. Kau akan tiba tepat di tengah sebuah portal pusaran energi biru yang berpendar lembut di pelataran batu. Pusaran cahaya inilah titik jangkar utamamu; baik kau masuk melalui pintu kayu di koridor tadi atau berpindah menggunakan jaringan sihir dari lokasi lain, tubuhmu akan selalu termaterialisasi keluar dari lingkaran portal ini. Begitu pula saat urusanmu selesai, kau cukup melangkah kembali ke dalam pusaran tersebut. Portal cerdas ini akan membaca pikiranmu seketika dan membawamu kembali ke koridor kastil Mahoutokoro atau ke lokasi portal lain di wilayah Minami Iwo Jima, selama kau memiliki hak akses ke tempat yang kau tuju.
Seketika keluar dari portal, indramu akan dimanjakan oleh udara sejuk musim semi yang abadi. Di sini, iklim sengaja dikunci agar langit selalu cerah, dihiasi kelopak sakura yang berguguran dan latar pegunungan berkabut yang menenangkan tanpa pernah terusik oleh hujan ataupun badai. Meski suasananya terhenti di keindahan awal musim semi, waktu tetap berjalan selaras dengan realita di luar sana; kau akan melihat matahari terbit, meninggi di siang hari, dan tenggelam berganti malam berbintang. Lingkungan ini diciptakan tanpa binatang buas atau hewan pengganggu, sehingga kau bisa beraktivitas dengan tenang kapan pun kau berkunjung.
Eiken adalah pusat vitalitas bagi para gakusei. Bangunan megah di tengah dengan ornamen mangkuk nasi di atapnya adalah pusat operasional utama; di sanalah terdapat bangsal perawatan intensif, kantor kepala Eiken, gudang logistik, kamar istirahat para karyawan, hingga dapur super besar yang mengepulkan aroma sedap. Sementara itu, jika kau perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, kau harus menuju menara pagoda bertingkat di sisi kiri yang arsitekturnya dirancang khusus untuk kenyamanan pemulihan.
Di sisi kanan pelataran, terhampar area makan terbuka dengan deretan meja kayu panjang yang menjadi pusat asupan gizi reguler. Selama periode pembelajaran aktif, dapur Eiken melayani makan tiga kali sehari dengan jadwal yang disiplin. Kau bisa menikmati sarapan hangat mulai pukul 06.00 hingga 07.00 pagi, kemudian makan siang tersedia antara pukul 12.00 hingga 13.00. Untuk makan malam, layanan dibuka lebih panjang, di mana hidangan sudah tersedia sejak sore pukul 16.00 dan berakhir tepat pukul 20.00. Kau tidak perlu khawatir menyantap hidangan di dekat fasilitas kesehatan, karena mantra sterilisasi tingkat tinggi senantiasa mengudara, menciptakan dinding tak kasat mata yang menjamin tidak ada bakteri penyakit yang mampu menyeberang ke piring makanmu. Jika kau menginginkan suasana yang lebih privat, kau bebas membawa makananmu menjauh dari meja, misalnya duduk di antara pepohonan hutan sekitar.
Dunia indah di balik pintu ini memang luas, namun memiliki batas mutlak. Kau dapat menjelajah sejauh dua kilometer ke segala arah dari area utama, menikmati topografi lembah dan bukit yang asri. Namun, jika kau terus berjalan hingga mencapai jarak tersebut, langkahmu akan tertahan oleh dinding transparan yang tak bisa ditembus, menandakan batas akhir dari ruang sihir ini.
Perjalanan ketenanganmu dimulai di dalam Bangunan Chōsha Kanan. Langkahkan kakimu menuju Lantai 2, tepatnya ke sisi barat koridor. Di sana, di antara deretan dinding kastil yang kokoh, kau akan menemukan sebuah pintu berwarna abu-abu yang sederhana namun memancarkan aura hening, dengan tulisan kanji "禅庭" terukir di permukaannya.
Saat kau melangkah masuk, kau tidak lagi berada di dalam koridor kastil, melainkan berpindah ke sebuah lanskap lembah yang membentang luas tanpa batas. Sejauh mata memandang, hamparan pasir putih yang disisir rapi membentuk pola samon atau riak air mengelilingi bebatuan berlumut dan pulau-pulau kecil berumput hijau. Udara di sini terasa berbeda; sejuk, bersih, dan berbau aroma pinus basah serta tanah segar, persis seperti suasana pagi hari di pegunungan yang berkabut. Iklim di dalam ruangan ini telah dikunci secara magis dalam kondisi teduh dan berkabut tipis seperti yang kau lihat saat ini—tidak akan pernah turun hujan badai yang membasahimu, tidak pula ada terik matahari yang menyengat, namun siklus terang dan gelapnya tetap patuh mengikuti waktu dunia luar.
Di hadapanmu, tersebar ratusan panggung kayu sederhana yang berfungsi sebagai area meditasi. Kau bebas memilih panggung mana pun yang kosong, baik yang dekat dengan pintu masuk di mana gemericik air dari pancuran bambu (shishi-odoshi) terdengar ritmis, atau berkelana jauh menembus kabut menuju kaki bukit di kejauhan. Jangan khawatir soal privasi; begitu kau duduk bersila di atas panggung kayu tersebut dan mulai memejamkan mata, sihir proteksi akan aktif secara otomatis. Suara langkah kaki, percakapan pelan, atau gemerisik langkah orang lain akan diredam sepenuhnya. Di titik itu, hanya ada kau dan batinmu sendiri, terlindungi dari segala gangguan eksternal.
Kau juga tidak perlu takut merusak keindahan taman ini saat berjalan mencari tempat. Pasir putih di bawah kakimu telah dimanterai dengan sihir pemulih bentuk; jejak langkahmu akan menghilang dan pola garukan pasir akan kembali rapi sesaat setelah kau mengangkat kaki, menjaga kesempurnaan visual taman ini tetap abadi. Tidak ada hewan buas atau serangga pengganggu di sini, hanya ketenangan absolut. Karena luasnya tempat ini, banyak gakusei tingkat akhir atau mereka yang hendak menempuh quest memilih untuk berjalan jauh ke dalam lanskap, menghilang di balik kabut dan pepohonan bonsai raksasa untuk mencari titik fokus terdalam guna menstabilkan aliran sihir sebelum kembali menghadapi realita.
Langkahmu di koridor Chōsha Kanan membawa arah kakimu menuju lantai tiga. Di sisi timur bangunan tersebut, kau akan menemukan sebuah pintu ganda dengan kombinasi warna biru navy dan aksen merah muda yang mencolok, bertuliskan kanji "魔道具" di atasnya. Saat jemarimu memutar gagang pintu dan melangkah masuk, lantai batu kastil seketika berganti menjadi jalan setapak berbatu di tengah hamparan alam terbuka yang luas. Ingatlah, pintu di belakangmu itu adalah satu-satunya akses keluar dan masuk; ke mana pun kau memandang, tidak ada jalan keluar lain selain kembali melalui pintu yang kini berdiri tegak di tengah area terbuka tersebut.
Kini kau telah berdiri di pusat fasilitas Madōgu. Udara di sini dikunci dalam suasana pagi hari yang sejuk dengan cahaya matahari musim semi yang lembut, tidak peduli apakah di luar kastil sedang hujan badai atau tengah malam. Namun, jangan terkecoh; meskipun suasananya abadi, waktu tetap berdetak sesuai realita dunia luar, membiarkanmu menikmati kenyamanan pagi yang kekal tanpa kehilangan orientasi waktu. Di hadapanmu berdiri bangunan utama toko dengan arsitektur kayu yang anggun, tempat kau bisa menukar uangmu dengan segala kebutuhan akademik. Mulai dari seragam sekolah yang tertata rapi, tumpukan perkamen, tinta kualitas terbaik, buku pelajaran, omamori, hingga sapu terbang model terbaru, semuanya tersedia lengkap. Di balik area pajangan yang terlihat sederhana itu, bangunan ini memanjang ke belakang, menyembunyikan ruang administratif yang sibuk, pantry, ruang istirahat karyawan, dan gudang persediaan yang sangat luas.
Area ini bukan sekadar tempat berbelanja, melainkan sebuah taman raksasa yang aman bagi para gakusei. Sejauh mata memandang, kau akan disuguhi topografi perbukitan hijau yang asri, ladang bunga yang membentang dengan latar pegunungan yang megah. Karena tidak ada hewan buas atau makhluk pengganggu di sini, kau bebas mencoba sapu terbang barumu di udara, atau sekadar menggelar tikar untuk berpiknik di atas rumput padang bunga. Namun, ketahuilah bahwa dunia indah ini memiliki tepian. Wilayah ini membentang sejauh lima kilometer ke segala arah dari titik pusat toko. Jika kau mencoba berjalan atau terbang lurus terus-menerus mengikuti deretan bukit itu, pada kilometer kelima, tubuhmu akan tertahan oleh dinding tak kasat mata yang kokoh. Itu adalah batas mutlak sihir ruang ini, yang memisahkan area fisik yang bisa kau jelajahi dari ilusi cakrawala yang tampak tak berujung.
Langkahmu kini membawamu menyusuri lorong di bangunan Chōsha Kiri, tepatnya di Lantai 2 sisi timur. Pandanganmu akan tertuju pada sebuah pintu kayu kokoh berwarna hijau tua dengan papan nama bertuliskan "自然衝激". Saat kau memutar gagang pintu dan melangkah masuk, kau tidak akan menemukan ruangan kelas ataupun gudang berdebu, melainkan kau akan langsung disambut oleh angin segar dan hamparan lembah hijau yang luas. Jika kau menoleh ke belakang, pintu hijau tempatmu masuk tadi berdiri tegak seolah melayang tanpa dinding penyangga apa pun di halaman depan sebuah bangunan utama. Pintu itu adalah satu-satunya akses keluar-masuk yang menghubungkan lembah luas ini dengan koridor kastil Mahoutokoro.
Tepat di hadapanmu berdiri bangunan utama "Shizen Shop", sebuah kedai logistik dengan arsitektur atap tumpang yang dihiasi ornamen tunas raksasa yang ikonik. Di sinilah pusat dari segala aktivitas agrikulturmu bermula; tempat kau membeli bibit berkualitas, peralatan tanam, hingga nutrisi khusus untuk flora magis maupun non-magis. Tak jauh dari situ, di sisi kanan yang dialiri sungai kecil yang jernih, terdapat sebuah "Tea House" sederhana. Tempat ini disediakan bagi kau yang ingin melepas penat sembari menikmati teh hangat di sela-sela kegiatan berkebun, ditemani gemericik air yang menenangkan.
Hamparan tanah di sekeliling bangunan tersebut terbagi menjadi petak-petak lahan yang rapi, di mana setiap gakusei memiliki area kelolanya masing-masing yang telah ditandai dengan label nama pemiliknya. Kau bebas berkeliling mengagumi hasil tanam rekan-rekanmu, namun perlu diingat bahwa mantra proteksi kuno telah ditenun di atas setiap petak tanah ini. Kau hanya dapat melihat keindahan tanaman milik orang lain tanpa bisa menyentuh, apalagi memetiknya; tanganmu akan tertahan lembut oleh lapisan sihir jika mencoba melanggarnya. Keamanan ini juga terjamin dari gangguan hama, karena tidak ada binatang buas maupun hewan pengerat yang diizinkan eksis di dalam ruang ekosistem ini.
Satu hal yang istimewa dari Shizen Shouko adalah manipulasi iklimnya. Meskipun secara geografis kita berada di Minami Iwo Jima yang subtropis, atmosfer di dalam sini diatur secara khusus untuk mensimulasikan empat musim secara penuh dan nyata, lengkap dengan salju tebal saat musim dingin tiba. Hal ini dirancang agar kau terbiasa menghadapi tantangan menanam di segala kondisi cuaca sebagai bekal keahlianmu di masa depan. Namun, jangan khawatir akan kehilangan orientasi waktu, karena perputaran jam di sini tetap berdetak selaras dengan waktu nyata di luar.
Sejauh mata memandang, kau akan melihat lanskap bukit-bukit hijau dan hutan pinus yang asri melatarbelakangi area perkebunan ini. Ruang magis ini membentang luas, namun tetap memiliki batas. Kau dapat berjalan menjelajah mengikuti aliran sungai atau mendaki ke arah perbukitan sejauh dua kilometer dari batas area tanam. Setelah menempuh jarak tersebut, langkahmu akan terhenti oleh dinding tak kasat mata, menandakan ujung dari dimensi ruang ini. Pemandangan di balik batas itu mungkin terlihat berlanjut, namun kau tidak dapat melangkah lebih jauh.
Langkahkan kakimu menuju bangunan Chōsha Kiri, tepatnya di Lantai 2 sisi barat. Di sana, kau akan menemukan sebuah pintu kayu berwarna cokelat tua yang kokoh dengan papan nama bertuliskan "動物庭園". Saat kau menekan gagang pintu dan melangkah masuk, bersiaplah untuk perubahan suasana yang drastis. Kau tidak lagi berada di lorong sekolah, melainkan langsung berpijak di halaman depan sebuah bangunan megah bergaya tradisional dengan papan besar "DOUTEI SHOP". Jika kau menoleh ke belakang, pintu yang baru saja kau lewati itu berdiri tegak seolah melayang begitu saja di udara, menjadi satu-satunya akses keluar-masuk yang menghubungkan lembah luas ini dengan koridor sekolah.
Tepat di hadapanmu adalah pusat layanan Doutei cabang Mahoutokoro—fasilitas yang dikhususkan bagi para gakusei, berbeda dengan pusatnya di Takamagahara yang melayani penyihir dewasa. Bangunan utama berlantai kayu ini adalah nadi dari tempat ini. Di lantai dasarnya, kau bisa membeli segala kebutuhan hewan, mulai dari pakan berkualitas, alat grooming, hingga perlengkapan perawatan magis. Jika kau menyusuri bagian belakang, terdapat pantry kecil, sementara lantai-lantai di atasnya difungsikan sebagai gudang logistik, ruang istirahat staf, kantor kepala cabang, hingga pusat administrasi ternak. Tak jauh dari situ, sebuah bangunan terpisah dengan plang "PET ADOPTION CENTER" berdiri siap menyambutmu jika kau berniat mencari sahabat baru untuk dipelihara.
Edarkan pandanganmu ke sekeliling, dan kau akan melihat hamparan kandang dan area ternak yang tertata rapi, dipisahkan oleh jalan setapak berbatu dan aliran sungai jernih yang membelah lembah. Setiap gakusei memiliki kavling areanya masing-masing yang ditandai dengan label nama pemilik, memberikan privasi mutlak bagi hewan peliharaan maupun ternak mereka. Kau bebas bereksplorasi, namun ingatlah bahwa setiap kandang dilindungi mantra proteksi khusus; kau hanya bisa mengamati tanpa bisa mengganggu hewan milik orang lain. Jangan khawatir soal aroma kurang sedap yang biasanya menyengat di peternakan; sihir penetral udara bekerja konstan di sini. Kau mungkin masih akan mencium aroma khas hewan dan alam yang natural, namun kadarnya telah diatur sedemikian rupa agar tidak memualkan, didukung oleh kebersihan yang selalu dijaga ketat oleh staf Doutei.
Salah satu keistimewaan tempat ini adalah iklimnya yang dinamis. Meskipun secara geografis sekolah kita berada di Minami Iwo Jima yang subtropis, atmosfer di dalam Doutei telah dimanipulasi sihir tingkat tinggi untuk mengalami empat musim sejati. Hal ini dirancang agar gakusei terlatih merawat hewan dalam segala kondisi cuaca, serta membiasakan hewan beradaptasi, bahkan terhadap salju tebal di musim dingin. Namun, waktu yang berjalan di sini tetap sinkron dengan dunia luar. Tidak ada binatang buas yang mengancam, sehingga kau bisa dengan tenang mengajak peliharaanmu berjalan-jalan menikmati topografi lembah yang asri, melintasi jembatan lengkung, atau sekadar duduk di tepi sungai di bawah pepohonan yang rimbun.
Wilayah ini jauh lebih luas dari yang terlihat sekilas. Dari batas tepi kandang terjauh di segala arah, lanskap perbukitan dan alam liar ini membentang sejauh tiga kilometer ke segala arah, ke perbukitan dan hutan hutan asri di luar area utama. Kau bisa mengajak hewanmu mendaki bukit-bukit hijau nan landai itu untuk melatih fisik mereka. Namun, perlu kau ketahui bahwa dunia ini memiliki batas. Setelah menempuh jarak tiga kilometer tersebut, kau akan menemui dinding tak kasat mata yang lembut namun tegas, menandakan ujung dari dimensi ruang ini. Dinding batas itu menahanmu untuk tidak melangkah lebih jauh, menjaga agar seluruh aktivitas tetap berada dalam lingkup pengawasan yang aman di lembah Doutei ini.
Langkahkan kakimu menyusuri bangunan Chōsha Kiri di Lantai 3 dan temukan pintu tunggal di sisi timur berwarna crimson bertuliskan "神殿". Saat kau menekan kenop dan mendorong daun pintu tersebut, kau tidak melangkah ke dalam ruangan, melainkan ke sebuah pelataran batu alam yang luas di udara terbuka. Jika kau menoleh, bingkai pintu yang baru saja kau lewati itu berdiri tegak sendirian, melayang di udara tanpa dinding penyangga apapun. Itulah satu-satunya akses fisik bagimu untuk kembali ke koridor sekolah.
Di hadapanmu kini berdiri kompleks kuil agung yang dibangun di atas gugusan tebing karang curam. Udaranya sejuk, lembap, dan dikelilingi lautan awan yang bergerak pelan. Iklim di sini diatur sama dengan realita di luar. Fokus utamamu pasti akan tertuju pada bangunan induk kuil yang megah dengan atap bertumpuk khas arsitektur kuno, yang dikelilingi oleh pendar energi magis kebiruan yang meliuk-liuk lembut. Di belakangnya, sebuah gerbang Torii raksasa berdiri kokoh berlatarkan air terjun masif yang airnya jatuh bergemuruh ke jurang tanpa dasar, menciptakan pelangi abadi yang melengkung indah. Sementara jika kau mendongak ke arah tebing di sisi kiri, kau akan melihat sebuah pagoda tinggi menjulang yang seolah menusuk langit, tempat favorit bagi mereka yang ingin menyepi di ketinggian.
Tempat ini adalah fasilitas penunjang spiritual bagi seluruh penghuni Mahoutokoro. Kau akan melihat lampion-lampion kertas yang melayang pelan di udara, menambah kekhusyukan suasana. Para biksu penjaga spiritualitas sekolah tinggal di sini; kau bebas menemui mereka di bangunan utama untuk meminta nasehat, memanjatkan doa, atau sekedar duduk bersila di taman-taman zen yang tertata rapi di antara bebatuan. Tidak perlu khawatir akan gangguan, karena tidak ada satupun hewan buas di sini, hanya ketenangan absolut yang dipecahkan oleh suara air dan desau angin.
Bagi kau yang membawa sapu terbang, area ini menawarkan bentang alam yang luas untuk dieksplorasi. Kau bisa terbang menyusuri lembah-lembah berkabut di sekitar tebing sejauh tiga kilometer ke segala arah mata angin, dihitung dari batas tepian tebing terluar kuil ini. Pemandangan di luar sana adalah tebing-tebing hijau yang dramatis dan air terjun yang tak habis-habisnya. Namun, perlu kau ingat, ruang ini memiliki batas. Setelah terbang sejauh tiga kilometer dari tebing, kau akan menyentuh dinding tak kasat mata—sebuah pembatas sihir yang menahanmu untuk pergi lebih jauh, menandakan bahwa kau telah mencapai ujung dari dimensi ruang spiritual ini.
Langkahmu bermula di lantai dasar bangunan Tenshu, pusat dari segala aktivitas di kastil Mahoutokoro. Saat kau menyusuri lorong utama, arahkan matamu ke sebuah pintu ganda yang menjulang tinggi dan kokoh di sisi utara. Pintu ini memiliki aura yang berbeda, dipulas dengan warna hitam pekat yang berpadu dengan aksen merah gelap, memberikan kesan wibawa yang sunyi. Tepat di bagian atasnya, terukir tulisan "大広間" dengan tinta emas yang berkilau samar, sebuah penanda bahwa kau akan memasuki salah satu ruangan paling vital di sekolah ini.
Ketika kau melangkah melewati ambang pintu, hal pertama yang akan menyita perhatianmu adalah langit-langitnya. Alih-alih atap kayu, kau disuguhi pemandangan langit malam abadi bertabur bintang dan nebula yang bergerak perlahan, diterangi oleh ratusan jimat kertas yang melayang lembut tanpa tali, memancarkan cahaya hangat ke seluruh penjuru aula.
Perhatikan sekelilingmu, dinding-dinding ruangan ini dihiasi oleh relief emas rumit yang menggambarkan naga dan legenda kuno, seolah menjaga keheningan ruangan. Panji-panji kebesaran dengan lambang kelinci, naga, dan rubah menjuntai gagah dari ketinggian, menandakan kehormatan setiap asrama di sekolah ini. Di hadapanmu, hamparan kursi kayu berbaris rapi di atas karpet merah, menciptakan lorong panjang yang memandu pandanganmu lurus ke panggung utama. Di sanalah, di bawah lambang agung yang bersinar di dinding terjauh, para pengajar dan staff duduk. Ini adalah tempat di mana kita semua berkumpul, menyatukan suara dalam upacara sakral maupun pertemuan besar yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Langkahkan kakimu menyusuri koridor batu di Lantai 2 Bangunan Tenshu, hingga kau menemukan pintu pertama di sisi barat. Di sana, sebuah pintu berwarna muted teal yang tenang dengan papan nama bertuliskan "学生課" menantimu. Ini bukan sekadar pintu biasa, melainkan gerbang pembatas antara lorong sekolah dengan sebuah suaka administrasi yang tersembunyi. Saat kau memutar gagang pintu tersebut, kau tidak akan menemukan ruang kantor pengap, melainkan hembusan angin musim semi yang menyapa wajahmu, membawa aroma segar rerumputan dan bunga yang tak pernah layu.
Begitu kau melangkah masuk, lorong kastil seketika lenyap, tergantikan oleh hamparan taman asri di bawah langit cerah yang terkunci dalam musim semi abadi. Di hadapanmu berdiri sebuah paviliun kayu megah beratapkan genteng muted teal, dengan ornamen buku dan topi penyihir raksasa di puncaknya, menandakan fungsi utama tempat ini sebagai pusat pengolahan akademis. Di sinilah seluruh nilai, kurikulum, dan poin gakusei diolah. Kau akan melihat para Sensei pengajar kerap berlalu lalang, atau karyawan S.A. dan Class Leaders duduk dengan tenang di meja-meja batu taman, ditemani perkamen yang melayang sendiri di udara, menyelesaikan tugas administratif mereka. Tempat ini adalah zona eksklusif; hanya mereka yang memiliki izin akses atau berkepentingan khusus yang dapat menjejakkan kaki di rumput halusnya, menjadikannya tempat yang sunyi dan bebas dari gangguan, bahkan dari hewan liar sekalipun.
Jika kau menoleh ke belakang, kau akan melihat sebuah portal batu raksasa yang memancarkan energi magis berwarna putih keperakan. Itu adalah satu-satunya akses keluar-masuk yang menghubungkan dimensi saku ini dengan dunia luar. Baik saat kau masuk dari pintu teal di kastil tadi, maupun jika kau hendak kembali, kau akan melewati portal ini. Keistimewaan portal ini terletak pada kemampuannya membaca pikiranmu. Ia tidak memerlukan mantra rumit; cukup fokuskan tujuanmu di wilayah Mahoutokoro—selama kau memiliki hak akses ke sana—maka portal itu akan membawamu tepat ke destinasi yang kau inginkan dalam sekejap mata.
Meskipun lanskap di sekelilingmu tampak membentang luas dengan pegunungan berkabut dan hutan sakura yang rimbun, perlu kau ingat bahwa dunia ini memiliki tepiannya sendiri. Wilayah kerja ini terhampar sejauh dua kilometer ke segala arah dari titik pusat paviliun. Para karyawan dan Class Leaders sering kali berjalan-jalan ke hutan sekitar untuk mencari kedamaian di tengah penatnya pekerjaan. Namun, jika kau terus berjalan hingga mencapai batas dua kilometer tersebut, langkahmu akan terhenti oleh dinding tak kasat mata. Itu adalah batas sihir ruang ini, yang menjaga agar ekosistem musim semi ini tetap utuh dan terpisah dari realita luar, membiarkanmu menikmati pemandangan alam yang asri namun dalam batasan yang aman dan terkendali.
Langkahmu kini membawamu menyusuri koridor yang hening di dalam Bangunan Tenshu. Saat kau tiba di Lantai 2, arahkan pandanganmu ke sisi barat; di sana, tepat di pintu kedua di sisi barat, berdiri sebuah pintu kokoh berwarna ungu dengan papan nama bertuliskan "試験場". Jangan biarkan keberadaannya di dalam kastil mengecohmu, karena saat kau memutar gagang pintu tersebut, dinding-dinding koridor sekolah akan seketika lenyap, digantikan oleh semilir angin segar dan aroma manis bunga sakura. Kau telah melangkah masuk ke dalam fasilitas ujian utama Mahoutokoro, sebuah ruang sihir berdimensi luas yang dikunci dalam keabadian awal musim semi. Di sini, matahari bersinar hangat tanpa menyengat, dan hujan tidak akan pernah turun mengganggu konsentrasimu.
Pusat perhatian di hamparan rumput hijau ini adalah sebuah bangunan pagoda bertingkat tiga dengan arsitektur khas berwarna ungu ningrat, yang di atapnya terpasang ornamen pena bulu raksasa dan gulungan kertas—lambang supremasi akademis. Di hadapan bangunan tersebut, berbaris rapi meja dan bangku kayu di atas rumput terbuka, lengkap dengan peralatan tulis yang menantimu. Inilah tempat di mana para gakusei akan membuktikan kelayakan ilmu mereka di akhir tahun ajaran. Suasana di sini dirancang begitu tenang, tanpa gangguan hewan buas atau kebisingan, semata-mata agar kau dapat menumpahkan seluruh pengetahuanmu dengan jernih. Di sisi kanan dan kiri area ujian, terdapat paviliun kecil berisi rak-rak penyimpanan, fasilitas pendukung bagi pengawas atau kebutuhan ujian.
Jika kau menoleh ke sisi kiri dari bangunan utama, kau akan melihat sebuah gerbang batu dengan pusaran energi putih berkilauan di tengahnya. Itulah akses vitalmu di ruang ini. Baik saat kau melangkah masuk dari pintu ungu di kastil tadi, maupun jika kau hendak pergi, kau akan melalui portal tersebut. Portal ini memiliki ikatan sihir yang unik dengan pikiranmu; ia tidak memerlukan mantra lisan, melainkan cukup dengan niat di benakmu. Tataplah pusarannya dan bayangkan tujuanmu selanjutnya di wilayah Mahoutokoro. Selama kau memiliki izin akses ke tempat yang kau tuju, portal itu akan membawamu ke sana dalam sekejap mata, menjadikannya simpul transportasi yang sangat efisien bagi para pelajar yang sibuk.
Meskipun pemandangan pegunungan dan lembah berkabut di kejauhan tampak tak bertepi, perlu kau ingat bahwa "ruangan" ini memiliki batas fisik. Wilayah ini membentang sejauh dua kilometer ke segala arah dihitung dari area meja ujian. Kau bebas menyusuri jalan setapak, menenangkan diri di hutan-hutan asri, atau duduk di tepi sungai yang mengalir tenang di sekitar area ini sembari menunggu giliran ujian. Namun, setelah menempuh jarak dua kilometer, langkahmu akan terhenti oleh dinding tak kasat mata yang halus namun tegas, menandakan batas akhir dari manipulasi ruang sihir ini. Nikmatilah kebebasan semu ini dengan bijak, karena sejauh apapun mata memandang, kau sejatinya masih berada dalam genggaman pengawasan sekolah.
Langkahkan kakimu menyusuri lorong-lorong megah di dalam Bangunan Tenshu. Saat kau tiba di Lantai 2, arahkan tujuanmu ke sisi timur lorong. Di sana, di antara pintu, kau akan menemukan sebuah pintu pertama yang mencolok, berwarna merah gelap dengan papan nama bertuliskan "天狗". Jangan terkecoh dengan tampilannya yang tampak seperti pintu ruangan kelas biasa. Saat kau memutar gagangnya dan melangkah masuk, dinding kastil di sekelilingmu akan lenyap seketika, digantikan oleh hembusan angin segar dan aroma manis bunga sakura yang sedang mekar sempurna. Kau kini telah berpindah dimensi menuju markas besar organisasi TENGU.
Sejauh mata memandang, kau berada di sebuah pelataran tebing tinggi yang asri. Di hadapanmu berdiri bangunan utama markas dengan arsitektur kayu yang kokoh, dijaga oleh patung Tengu raksasa yang bertengger di atapnya, seolah mengawasi kedisiplinan seluruh sekolah dari ketinggian. Di sinilah jantung aktivitas organisasi berdenyut; tempat para gakusei terpilih merancang acara sekolah yang megah hingga mengevaluasi poin kedisiplinan rekan-rekannya. Kau bisa melihat meja bundar dari batu hitam di taman, tempat diskusi-diskusi penting sering digelar di alam terbuka, lengkap dengan rak-rak buku yang berjajar rapi di luarnya. Jika para anggota harus lembur hingga larut, tersedia jaring-jaring tempat tidur gantung (hammock) di sisi kiri taman untuk beristirahat sejenak di bawah naungan pepohonan, menikmati cuaca musim semi abadi yang sejuk dan cerah tanpa takut terganggu hujan ataupun terik matahari. Dalam bangunan utama juga tersedia ruang-ruang kamar tempat tidur.
Akses keluar masuk area istimewa ini terpusat pada satu titik magis yang berdiri kokoh di tepi pelataran: sebuah gerbang batu kuno dengan pusaran energi yang berputar lembut di tengahnya. Baik kau datang dari pintu merah di kastil Tenshu maupun dari lokasi lain, kau akan selalu muncul dari portal ini. Keistimewaan portal ini terletak pada kemampuannya membaca intensi pikiranmu. Saat kau hendak meninggalkan markas, cukup melangkah ke dalamnya sembari memikirkan tujuanmu. Portal tersebut akan seketika membawamu ke lokasi mana pun di wilayah Mahoutokoro, asalkan kau memang memiliki izin akses ke tempat tersebut.
Meskipun terlihat seperti berada di puncak gunung yang tak berujung, wilayah ini memiliki batas magisnya sendiri. Area kerja ini membentang luas hingga radius 3 kilometer ke segala arah, dihitung dari bangunan utama. Kau bebas menjelajahi hutan-hutan pinus dan jalan setapak yang menyusuri tebing curam di sekitarnya untuk mencari inspirasi atau menenangkan pikiran, atau menjadikannya lokasi sebuah kegiatan sekolah. Pemandangan sungai yang meliuk jauh di bawah sana dan deretan pegunungan berkabut adalah lanskap nyata yang bisa kau nikmati. Namun, ingatlah bahwa setelah kau menempuh jarak 3 kilometer, langkahmu akan terhenti oleh dinding tak kasat mata. Itu adalah batas terjauh dari dimensi saku ini, sebuah penghalang magis yang menjaga eksistensi ruangan ini agar tetap terpisah namun terhubung dengan realitas sekolah.
Perjalananmu bermula di dalam koridor Bangunan Tenshu, tepatnya di Lantai 2. Langkahkan kakimu menyusuri sisi timur, dan perhatikan pintu kedua yang kau lewati. Kau akan menemukan sebuah pintu yang sangat khas, memancarkan gradasi warna yang melambangkan penyatuan tiga elemen: hijau olive, biru indigo gelap, dan ungu gelap. Pada permukaannya, terukir plakat tegas bertuliskan "寮委員会". Saat kau memutar gagang pintu dan melangkah masuk, sensasi dingin dinding kastil seketika lenyap, digantikan oleh hembusan angin segar beraroma bunga sakura.
Kau kini tidak lagi berada di dalam ruangan tertutup, melainkan di sebuah pelataran terbuka yang luas nan asri, sebuah "ruangan" magis yang diciptakan khusus untuk para pengurus asrama. Sejauh mata memandang, kau dikelilingi oleh pegunungan berkabut dan pohon-pohon sakura yang mekar abadi dalam musim semi yang tak berujung. Di hadapanmu terbentang halaman berpasir putih yang rapi, tempat di mana harmoni antar asrama dirajut. Di tengah pelataran, terdapat meja-meja kayu panjang dan area duduk lesehan (tatami) yang nyaman, tempat para gakusei pengurus asrama dan sensei kepala asrama sering duduk bersama, berdiskusi, atau sekadar bertukar pikiran demi kelancaran kehidupan sekolah.
Pandanganmu kini tertuju pada bangunan utama di bagian belakang, sebuah paviliun kayu berwarna merah gelap dengan atap khas arsitektur tradisional. Perhatikan tiga panji besar yang menggantung gagah di depannya, serta patung naga, rubah, dan kelinci di atapnya; simbol kehadiran tiga asrama yang bersatu di bawah satu atap ini. Bangunan ini berfungsi sebagai gudang inventori bersama, menyimpan segala perlengkapan penting untuk kegiatan gabungan. Di sisi kiri halaman, terdapat panggung megah dengan lukisan mural legenda kuno, tempat ide-ide besar sering dipresentasikan. Sementara itu, tersebar di sekeliling area duduk, kau akan melihat rak-rak kayu berisi gulungan dan buku; itulah arsip sejarah dan catatan rapat lintas asrama yang tersusun rapi, siap kau baca kapan saja.
Jangan khawatir soal cuaca atau gangguan hewan liar di sini. Iklim di lokasi ini telah dikunci dalam ketenangan awal musim semi yang sejuk; matahari tidak akan pernah menyengat terlalu terik, dan hujan tidak akan turun membasahi catatanmu. Jika kau merasa haus atau ingin menyeduh teh di sela-sela rapat, sebuah pondok dapur kecil di sisi kanan halaman, lengkap dengan tungku dan peralatan masak tradisional, selalu siap digunakan. Tempat ini memang didesain untuk kenyamanan para pengurus asrama, memberikan ruang privat untuk membicarakan harmoni ketiga asrama, jauh dari hiruk-pikuk gakusei lainnya. Dalam kesempatan tertentu, ruang ini terbuka untuk umum, biasanya apabila ada acara atau kegiatan gabungan yang memanfaatkan panggung dan area lapang atau area lain di ruang ini.
Untuk akses keluar dan masuk, perhatikanlah gerbang Torii batu raksasa yang berdiri kokoh di atas bukit kecil di belakang bangunan utama. Di tengah tiangnya, berputar energi portal berwarna putih terang yang memendar lembut. Itu adalah satu-satunya jalanmu untuk pulang atau pergi. Portal ini memiliki sihir pembaca pikiran. Cukup berdiri di hadapannya dan fokuskan pikiranmu pada lokasi tujuanmu—entah itu kembali ke pintu di Bangunan Tenshu, atau langsung menuju asramamu, atau bahkan ke lokasi lain—maka portal itu akan membawamu ke sana dalam sekejap, selama kau memiliki izin akses ke tempat yang kau tuju.
Meskipun tempat ini terasa seperti berada di alam bebas yang tak bertepi, perlu kau ingat bahwa area ini memiliki batasan magis. Kau bebas menjelajahi hutan pinus dan jalur pegunungan yang terlihat di sekeliling pelataran ini untuk mencari inspirasi atau menenangkan diri. Namun, luas wilayah ini dibatasi sejauh 3 kilometer ke segala arah dari titik tengah area yang tampak pada gambar. Jika kau berjalan mencapai batas tersebut, langkahmu akan terhenti oleh dinding tak kasat mata, menandakan ujung dari dimensi saku ini. Nikmatilah keindahan alam terbatas ini dengan bijak sebagai bagian dari hakmu sebagai pengurus.
Langkahmu kini membawamu menapaki tangga menuju lantai tiga Bangunan Tenshu, sebuah area yang didedikasikan bagi para gakusei muda untuk menimba ilmu dasar. Saat kau menjejakkan kaki di koridor utama, kau akan disambut oleh hamparan lorong panjang bernuansa kayu gelap yang menguarkan aroma tua namun menenangkan. Lantai di bawah kakimu terpoles begitu licin dan bersih, memantulkan cahaya hangat dari lampion-lampion kertas yang menggantung berbaris di langit-langit, menciptakan suasana hening yang sarat akan konsentrasi. Di sepanjang sisi barat dan timur lorong ini, berjejer pintu-pintu kayu kokoh, masing-masing dilengkapi dengan plang vertikal yang menyala lembut, menandakan mata pelajaran apa yang sedang berlangsung di dalamnya.
Keunikan utama dari lantai ini terletak pada apa yang tersembunyi di balik pintu-pintu tersebut. Sebagai ruang kelas untuk gakusei tingkat satu hingga tiga, setiap ruangan telah dimantrai untuk menyesuaikan kehendak dan metode pengajaran sang Sensei. Jika kau mengintip ke dalam pintu yang terbuka, kau mungkin akan menemukan ruang kelas tatami. Namun, jangan terkejut jika pintu di sebelahnya justru menampilkan lanskap hutan berkabut dengan angin nyata yang berhembus keluar, atau bahkan sebuah dimensi kehampaan berwarna ungu gelap bagi mereka yang mempelajari seni sihir yang lebih abstrak. Realitas di dalam kelas benar-benar terpisah dari ketenangan koridor kayu tempatmu berdiri.
Walaupun rasa ingin tahumu mungkin tergugah melihat berbagai pemandangan fantastis dari balik pintu, kau harus mengingat aturan akses yang berlaku di sini. Sihir proteksi yang tertanam pada setiap kusen pintu sangatlah cerdas; ia mengenali siapa yang hendak melangkah masuk. Akses ke dalam ruang-ruang kelas ini hanya terbuka bagi gakusei tingkat satu hingga tiga yang memang memiliki jadwal pelajaran tersebut. Bagi mereka yang belum cukup tingkat atau tidak memiliki kepentingan akademis, pintu-pintu itu akan tetap tertutup rapat, menjaga rahasia keilmuan di dalamnya agar tetap eksklusif bagi para penuntut ilmu yang berhak.
Perjalananmu untuk mencari ilmu dimulai dari jantung Kastil Mahoutokoro, tepatnya di Bangunan Tenshu, Lantai 4. Langkahkan kakimu menuju sisi barat koridor, dan kau akan menemukan sebuah pintu kayu berwarna cokelat yang tampak bersahaja dengan papan bertuliskan "図書館" (Toshokan). Saat kau memutar gagang pintu dan melangkah masuk, kau tidak akan menemukan ruangan dengan empat dinding, melainkan hamparan lanskap luas yang menakjubkan. Kau kini berada di Perpustakaan Besar Mahoutokoro, sebuah gudang ilmu pengetahuan tanpa batas yang tersembunyi dalam lipatan ruang kastil.
Hal pertama yang akan menarik perhatianmu adalah sebuah gerbang Torii batu kuno dengan pusaran energi berwarna putih keabuan di belakangmu. Itulah portal utama tempat kau baru saja melangkah keluar. Portal ini adalah satu-satunya akses keluar dan masuk. Ia memiliki ikatan sihir yang unik dengan pikiranmu; saat kau hendak pergi, cukup berdiri di hadapannya dan bayangkan tujuanmu selanjutnya. Selama kau memiliki izin akses ke lokasi tersebut, portal ini akan membawamu ke sana dalam sekejap mata, baik itu kembali ke koridor Tenshu atau ke lokasi lain di wilayah Mahoutokoro.
Pandanganmu kemudian akan tertuju pada bangunan pagoda kayu bertingkat di tengah area, yang dimahkotai oleh sebuah buku batu raksasa yang terbuka di atapnya, menandakan fungsi suci tempat ini. Di sekelilingnya, kau akan melihat pemandangan yang ajaib: ribuan buku dan rak-rak kayu melayang di udara, menari perlahan mengikuti hembusan angin lembut. Jangan khawatir, sihir pelindung kuno telah dijatuhkan di sini; kertas, buku, dan perkamen tidak akan pernah lapuk, basah, atau rusak oleh elemen alam. Kau bebas mengambil bacaan yang melayang rendah atau duduk di salah satu gazebo kayu dan bangku-bangku taman yang tersebar di atas hamparan rumput hijau dan bebatuan setapak. Tersedia pula tempat tidur gantung (hammock) bagi kau yang ingin membaca dengan santai.
Suasana di sini dikunci dalam keabadian pagi hari musim semi. Matahari tidak akan pernah naik lebih tinggi ataupun terbenam, dan hujan tidak akan pernah turun. Cahaya di sini selalu lembut, sejuk, dan sempurna untuk membaca. Meskipun demikian, waktu yang kau habiskan di sini berjalan sama persis dengan realita di luar sana. Jika kau menghabiskan dua jam di sini, maka dua jam pula waktu berlalu di dunia nyata, hanya saja langit di atas kepalamu tidak akan berubah. Keheningan adalah hukum mutlak di tempat ini. Suara-suara bising diredam oleh sihir, membiarkan hanya suara alam, desau angin, dan gemerisik daun yang menemani konsentrasimu.
Wilayah ini terbentang sangat luas, jauh melebihi apa yang matamu tangkap saat ini. Kau dapat berjalan menyusuri jalan setapak, melewati pepohonan jeruk dan bukit-bukit kecil sejauh 5 kilometer ke segala arah dari titik pusat perpustakaan. Hutan-hutan asri dan sungai kecil di kejauhan bisa dijelajahi untuk mencari tempat membaca yang lebih privat. Tepat pada jarak 5 kilometer, langkahmu akan terhenti oleh dinding tak kasat mata yang melingkupi dimensi ini, menandakan batas akhir dari sihir ruang.
Langkahmu kini membawamu menaiki tangga-tangga bangunan utama Tenshu hingga tiba di koridor sunyi di lantai empat. Arahkan kakimu menuju sisi timur, di mana kau akan menemukan sebuah pintu yang berbeda dari yang lain. Pintu itu kokoh, berwarna hitam pekat yang seolah menyerap cahaya di sekitarnya, memberikan aura misterius namun agung. Tepat di tengah pintu tersebut, terukir tulisan dengan tinta emas yang berbunyi "過去の欠片の間" (Kako no Kakera no Ma). Ini adalah gerbang menuju perpustakaan waktu, tempat di mana sejarah tidak ditulis di atas kertas, melainkan dibekukan dalam kenangan.
Saat kau menekan gagang pintu dan melangkah masuk, realita dinding kastil di belakangmu seketika lenyap, digantikan oleh hamparan ruang hampa yang luas tanpa batas. Kau kini berdiri di sebuah dimensi di mana gravitasi terasa begitu ringan. Di sekelilingmu, melayang ratusan ribu bingkai persegi yang bersinar redup dalam kegelapan, masing-masing menampilkan pemandangan bergerak—seperti kedai teh kuno di era Edo hingga pertempuran di zaman Sengoku. Lantai tempatmu berpijak tampak gelap namun memantulkan bayangan layaknya permukaan danau yang tenang di malam hari. Di kejauhan, sebuah lambang spiral bercahaya lembut berputar perlahan, menjadi poros energi yang mengikat seluruh fragmen memori ini agar tidak tercecer dalam aliran waktu.
Setiap bingkai yang kau lihat adalah "Fragmen Masa Lalu", sebuah arsip visual dari sejarah panjang komunitas sihir Jepang. Jika kau pernah mendengar tentang Pensieve di benua barat, maka ruangan ini adalah manifestasi serupa namun dalam skala yang jauh lebih masif. Mekanismenya sederhana namun ajaib; pilihlah satu fragmen, dan sentuhlah permukaannya dengan ujung jarimu. Seketika, kau tidak lagi berada di ruangan gelap ini. Kesadaranmu akan ditarik masuk ke dalam bingkai tersebut, membawamu berdiri tepat di tengah kejadian masa lalu itu. Kau dapat melihat detail wajah para leluhur, mendengar percakapan mereka, dan merasakan suasana zaman itu dengan jernih. Namun ingatlah, di sana kau hanyalah penonton tak kasat mata. Kau tidak dapat menyentuh, berbicara, ataupun mengubah apa yang telah terjadi.
Karena kedalaman ilmu dan emosi yang tersimpan di sini, Ruang Fragmen Masa Lalu bukanlah tempat untuk bermain-main. Arsip visual ini adalah fasilitas edukasi tingkat tinggi yang dijaga ketat. Para gakusei dilarang keras memasuki ruangan ini sembarangan. Kau hanya diperbolehkan melintasi pintu hitam tersebut apabila kau telah mengantongi surat izin khusus dari Sensei pengajar Sejarah Sihir Jepang. Izin ini memastikan bahwa kau memiliki tujuan belajar yang jelas, entah itu untuk riset tugas akhir atau pendalaman materi sejarah, dan bukan sekadar tersesat dalam nostalgia masa lalu yang bukan milikmu.
Saat kau menapaki koridor lantai lima Bangunan Tenshu, baik di sisi barat maupun timur, kau akan disambut oleh sebuah lorong panjang yang memancarkan aura kewibawaan sekaligus ketenangan. Di bawah naungan langit-langit kayu yang dihiasi pendaran rune sihir bercahaya biru dan hangatnya lampion gantung, berjejer rapi pintu-pintu masuk menuju ruang kerja pribadi para Sensei dan Senchou. Kau akan melihat bahwa setiap pintu memiliki karakter yang unik—ada yang berwarna merah muda dengan ukiran bunga, biru tua layaknya langit malam, atau hijau alami—semuanya mencerminkan kepribadian serta preferensi sihir dari penghuninya. Perhatikan plang kayu di atas setiap pintu; di sanalah terukir nama pemilik kantor tersebut, menandakan kepada siapa kau hendak bertamu.
Untuk masuk, kau cukup berdiri di atas tatami di depan pintu tujuanmu dan ketuklah dengan sopan. Sihir pelindung ruangan tersebut akan langsung mengenali keberadaan dan identitasmu, lalu menyampaikannya kepada sang Sensei atau Senchou di dalamnya. Jika mereka berkenan menemuimu, pintu akan terbuka atas kehendak sihir mereka.
Begitu kau melangkah melewati ambang pintu, kau akan keluar melalui sebuah gerbang Torii yang berfungsi sebagai portal penghubung di dalam kantor tersebut. Jangan heran jika suasana di dalamnya berubah drastis dari lorong kastil yang tadi kau lewati. Ruangan ini adalah manifestasi kenyamanan sang pemilik; mungkin kau akan menemukan dirimu berada di tengah taman musim semi yang penuh bunga sakura bermekaran, di tepian tebing berkabut, atau bahkan di sebuah pendopo di tengah hutan bambu yang sunyi. Iklim dan pemandangan di sini sepenuhnya dikendalikan oleh sihir sang penghuni untuk menciptakan suasana kerja yang paling kondusif bagi mereka.
Di tengah pemandangan menakjubkan ini, kau akan menemukan fasilitas lengkap layaknya sebuah hunian. Terdapat gazebo atau area utama di mana meja kerja besar berisi tumpukan perkamen dan buku-buku sihir diletakkan, tempat sang Sensei dan Senchou bekerja. Tak jauh dari sana, biasanya tersedia area istirahat yang nyaman dengan tatami dan perabotan tidur apabila mereka harus bermalam, serta area dapur kecil untuk menyeduh teh. Jika kau perhatikan gerbang Torii tempatmu muncul tadi, pusaran energi di tengahnya tidak hanya berfungi sebagai pintu masuk dari dan ke lorong, tetapi juga merupakan akses transportasi cepat bagi para Sensei dan Senchou untuk berpindah ke lokasi portal lain di Mahoutokoro maupun ke kediaman mereka di Onogoro atau lokasi lain di seantero Jepang dalam sekejap mata.
Langkahkan kakimu menuju Bangunan Yagura Kiri di dalam kompleks kastil Mahoutokoro. Saat kau tiba di lantai dua atau tiga, kau akan disambut oleh sebuah lorong panjang berlantai kayu gelap yang memantulkan cahaya hangat dari deretan lampion di sepanjang sisi jalan. Suasana di sini begitu hening dan berwibawa, dengan pilar-pilar kayu kokoh yang menopang langit-langit tinggi, menciptakan lorong yang terasa tak berujung namun menenangkan. Di sisi barat dan timur lorong ini, kau akan menemukan deretan pintu kayu geser klasik, masing-masing dihiasi dengan plang nama mata pelajaran yang menyala samar, menantimu untuk mendekat.
Namun, jangan biarkan tampilan luarnya yang sederhana mengecohmu. Setiap pintu di lorong ini adalah gerbang menuju ruang yang melampaui batasan fisik kastil. Sebagaimana yang kau lihat, satu pintu mungkin membawamu ke ruangan tatami tradisional yang penuh gulungan naskah, sementara pintu tepat di sebelahnya bisa langsung membawamu ke tepian tebing berbatu atau hamparan langit berawan, tergantung pada konsep yang diinginkan oleh sensei pengajarmu. Bagian dalam kelas ini dimanipulasi sedemikian rupa untuk mendukung praktik sihirmu, membuat pengalaman belajarmu terasa hidup dan nyata, jauh berbeda dari lorong kayu tempatmu berdiri saat ini.
Ingatlah untuk selalu memperhatikan tingkatanmu sebelum mencoba memutar gagang pintu. Lantai dua didedikasikan khusus untuk gakusei tahun keempat (4 Nensei), sedangkan lantai tiga adalah wilayah bagi tahun kelima (5 Nensei). Sihir pelindung di tempat ini sangat disiplin; jika kau mencoba memasuki kelas yang bukan peruntukan tahun angkatanmu, pintu tersebut akan menolak untuk terbuka. Jadi, pastikan kau melangkah di lantai yang tepat, cari plang mata pelajaran tujuanmu, dan bersiaplah untuk terpukau oleh dunia baru yang telah disiapkan gurumu di balik pintu kayu tersebut.
Perjalananmu dimulai di dalam bangunan Yagura Kiri kastil Mahoutokoro. Saat kakimu melangkah ke Lantai 4, carilah pintu di sisi barat yang berwarna deep navy dengan papan nama bertuliskan kanji "戦闘室". Jangan biarkan tampilan pintu yang sederhana mengecohmu; saat kau memutar gagangnya dan melangkah masuk, kau akan merasakan hembusan angin laut segar yang langsung menyapa wajahmu. Seketika, kau telah berpindah dari koridor sekolah yang tertutup menuju sebuah dimensi luas di atas tebing curam yang menghadap lautan lepas. Kau akan mendapati dirimu keluar dari sebuah pusaran portal biru yang berputar tenang di antara pilar gerbang Torii batu, yang menjadi titik pusat keluar-masuk di area ini.
Tempat kau berdiri sekarang adalah fasilitas COMBAT cabang Mahoutokoro. Sejatinya, pusat dari instansi ini berada di Pulau Onogoro di bawah naungan Departemen Keamanan Sihir, namun area ini diciptakan khusus bagi para gakusei untuk menempa diri. Di hadapanmu berdiri bangunan utama "COMBAT CENTER" dengan logo yang gagah, tempat di mana kau harus meregistrasikan diri jika ingin diakui sebagai praktisi resmi. Langkah ini krusial sebagai persiapan menghadapi sisa-sisa kegelapan yang masih membayangi Jepang. Suasana di sini dirancang dengan iklim musim panas abadi yang sejuk—matahari bersinar cerah namun tidak menyengat, dan hujan tidak akan pernah turun, meskipun perputaran waktu tetap berjalan seirama dengan dunia luar. Jika kau terluka saat sparring, sebuah bangunan medis tradisional di sisi kanan siap merawatmu, sementara kedai logistik di pelataran menyediakan ramuan penyegar dan makanan bagi petarung yang kelelahan.
Portal biru yang menjadi tempatmu muncul tadi bukanlah gerbang sihir biasa. Ia adalah entitas cerdas yang mampu membaca pikiran dan niatmu. Baik kau datang dari pintu kastil maupun dari lokasi lain, kau akan selalu muncul dari pusaran ini. Begitu pula saat kau hendak pergi; cukup berdiri di hadapannya dan proyeksikan tujuanmu dalam benak. Selama kau memiliki akses resmi ke lokasi tersebut di wilayah Mahoutokoro, portal ini akan membawamu ke sana dalam sekejap mata. Ia adalah satu-satunya jembatan penghubung antara dimensi latihan ini dengan realitas sekolah, memastikan keamanan dan privasi para gakusei yang sedang berlatih tetap terjaga.
Wilayah ini terbentang sangat luas, namun memiliki batas yang absolut. Dari titik pusat arena tempatmu berdiri, lingkungan ini meluas sejauh 10 kilometer ke segala arah, mencakup hutan lebat, aliran sungai, dan tebing-tebing curam yang menantang. Jika kau memutuskan untuk berjalan lurus terus menerus, tepat di kilometer kesepuluh, langkahmu akan terhenti oleh dinding tak kasat mata yang menjadi pembatas dimensi ini. Namun, area di dalam batas tersebut bebas untuk kau jelajahi. Hutan-hutan di sekitar arena tidaklah kosong; di sana berkeliaran berbagai makhluk gelap dan binatang sihir yang dirancang khusus untuk latihan tempur non-manusia. Banyak gakusei yang memilih sparring di alam liar tersebut untuk simulasi yang lebih nyata.
Namun, tempat ini tidak melulu soal pertarungan. Di sela-sela pepohonan rindang di sekitar arena, kau akan menemukan kebun buah jeruk yang segar dan hammock yang terayun pelan tertiup angin. Kau bebas memetik buah-buahan tersebut untuk melepas dahaga atau sekadar berbaring sejenak menikmati semilir angin laut setelah sesi latihan yang keras. Kombinasi antara suara deburan ombak di bawah tebing, denting senjata dari arena sparring, dan ketenangan alam sekitarnya menciptakan atmosfer yang fierce namun menenangkan, tempat yang sempurna bagimu untuk menajamkan insting sihir sekaligus memperkuat fisik.
Perjalananmu melaksanakan quest dimulai dari dalam kastil Mahoutokoro, tepatnya di Bangunan Yagura Kiri. Langkahkan kakimu menuju lantai 4 dan temukan pintu di sisi timur. Di sana, kau akan berhadapan dengan sebuah pintu hitam legam yang memancarkan aura wibawa, bertuliskan "特命" . Saat menekan gagang pintu itu, langkahmu akan menuntunmu keluar dari gerbang batu raksasa berukir mantra kuno yang kini berdiri megah di belakangmu. Selamat datang di dimensi khusus Kantor Quest.
Tempat ini adalah jantung dari aktivitas "Periode Quest", masa di mana para gakusei sepertimu mendedikasikan diri membantu masyarakat sihir Jepang demi imbalan yang sepadan. Bangunan utama yang kau lihat, dengan ornamen unik berupa tangan raksasa menggenggam gulungan, adalah Kantor Quest. Di sanalah tim administrasi bekerja tanpa lelah menyaring ribuan permohonan bantuan yang masuk dari seluruh penjuru negeri, sebelum akhirnya memajang misi-misi yang layak di papan pengumuman di halaman depan. Jika kau telah membulatkan tekad memilih misi, langkahkan kakimu menuju pondok kecil bertuliskan "REGIST HERE" untuk mendaftarkan diri secara resmi.
Suasana di sini telah dirancang sedemikian rupa untuk kenyamananmu. Iklim di dalam dimensi ini dikunci dalam kondisi awal musim panas abadi; matahari bersinar hangat namun tidak menyengat, dan hujan tidak akan pernah turun membasahi seragammu. Namun, waktu berjalan sesuai realita di luar. Sambil menunggu waktu keberangkatan atau sekadar melepas lelah pasca misi, kau bisa merebahkan diri di hammock yang terbentang di taman, atau menikmati minuman dan kudapan dari gazebo logistik. Bagi yang ingin memanaskan otot, silakan menjelajah area terbuka di sekitar tebing, dikelilingi oleh ketenangan alam tanpa gangguan hewan buas.
Gerbang batu dengan tirai energi putih kebiruan tempatmu datang tadi memegang peranan vital. Ia bukan sekadar pintu, melainkan entitas magis yang mampu membaca pikiranmu. Saat kau hendak pergi—entah itu pulang ke asrama, kembali ke koridor lantai 4, atau langsung menuju lokasi quest—cukup berdiri di hadapannya dan fokuskan tujuanmu. Portal itu akan membawamu ke sana seketika, selama kau memiliki izin akses ke lokasi tersebut.
Meskipun lanskap hutan, lembah, dan pegunungan di sekelilingmu tampak membentang tanpa batas, ketahuilah bahwa dunia ini memiliki tepi. Kau bebas menjelajah, mendaki bukit, atau menyusuri hutan hingga sejauh lima kilometer dari area kantor ini. Namun, tepat di batas jarak tersebut, kau akan menemui dinding tak kasat mata yang membatasi realitas ruang ini, menandakan bahwa kau tidak dapat melangkah lebih jauh lagi ke dalam ilusi cakrawala tersebut.
Perjalananmu di Bangunan Yagura Kiri akan terasa wajar hingga kau mencapai lantai empat. Bagi Gakusei biasa, tangga menuju lantai lima adalah jalan buntu yang menyesatkan, namun karena kau memegang izin khusus untuk membantu para staf, kau hanya perlu melangkah dengan keyakinan menembus batas ilusi tersebut. Tidak ada pintu kayu yang perlu kau buka; saat kau melangkahkan kaki melewati batas itu, sensasi dingin dinding kastil seketika lenyap, dan dalam sekejap mata, kau akan mendapati dirimu melangkah keluar dari pendaran cahaya portal batu raksasa yang berdiri gagah di tengah ruangan ini.
Selamat datang di pusat saraf Mahoutokoro. Begitu kau keluar dari portal, matamu tidak akan lagi melihat lorong sekolah, melainkan hamparan langit luas tanpa batas dengan lautan awan putih yang bergulung lembut tepat di bawah pijakan kakimu. Kau kini berdiri di sebuah anjungan terbuka bernuansa kayu yang melayang tinggi, tempat di mana seluruh sihir ruang dan iklim sekolah dikendalikan. Di sinilah para ahli mantra bekerja dalam ketenangan, dikelilingi meja-meja yang penuh dengan gulungan kuno, bola kristal, dan layar-layar sihir transparan yang melayang di udara. Mereka memantau kestabilan dimensi ruang-ruang ajaib agar tidak ada anomali tiba-tiba, serta mengatur cuaca di seluruh Minami Iwo Jima dengan presisi—memastikan matahari bersinar cerah di hari perayaan dan badai tidak datang tanpa undangan.
Lingkaran portal tempatmu muncul tadi adalah satu-satunya akses keluar dan masuk di tempat istimewa ini. Gerbang kuno tersebut memiliki ikatan unik dengan kesadaranmu. Saat tugasmu selesai, kau cukup berdiri di hadapannya dan memusatkan pikiran pada tujuanmu selanjutnya. Portal ini akan membaca niatmu dan membawamu seketika ke lokasi manapun di wilayah Mahoutokoro selama kau memiliki hak akses ke sana. Bahkan, bagi para staf, gerbang ini adalah jalur ekspres yang dapat mengirim mereka langsung menuju lokasi-lokasi tertentu di Pulau Onogoro dalam hitungan detik.
Langkah kakimu kini telah membawamu ke jantung Bangunan Yagura Kanan, tepatnya di Lantai 2 kastil Mahoutokoro. Di hadapanmu, terbentang sebuah lorong panjang yang hening namun terasa hidup. Lantai kayu gelap yang dipoles licin memantulkan pendar hangat dari lentera-lentera gantung di langit-langit, menciptakan suasana yang tenang namun penuh wibawa. Kamu bisa merasakan sisa-sisa energi yang berdenyut halus di udara, ditandai dengan partikel-partikel cahaya keemasan yang melayang lembut di sekitarmu, seolah menyambut kedatanganmu di area akademis yang sakral ini.
Perhatikanlah sisi barat dan timur lorong ini, di mana berjajar pintu-pintu kayu kokoh dengan ukiran tradisional yang rumit. Di atas setiap pintu, kamu akan melihat plang nama mata pelajaran yang menyala terang dalam warna-warni magis—mulai dari kuning keemasan, hijau zamrud, hingga ungu mistis—memudahkanmu mengidentifikasi ruang kelas yang kamu cari. Area ini dikhususkan bagi para gakusei tingkat 6, tempat di mana ilmu-ilmu tingkat lanjut diajarkan. Namun, ingatlah untuk tidak sembarangan mencoba memutar gagang pintu tersebut jika itu bukan jadwal atau kelasmu. Ruangan-ruangan ini dilindungi oleh mantra seleksi yang ketat; pintu hanya akan terbuka bagi murid dengan tingkat pendidikan yang sesuai, dan akan menolak siapa pun yang belum memenuhi kualifikasi.
Keajaiban sejati dari lorong ini terletak pada apa yang tersembunyi di balik pintu-pintu tersebut. Meskipun dari luar tampak seragam, interior setiap kelas dirancang sepenuhnya mengikuti kehendak dan imajinasi sensei pengajarnya. Jika kamu melongok ke salah satu pintu yang terbuka, kamu mungkin menemukan ruang tatami tradisional yang tenang untuk mempelajari seni mantra kuno, atau di pintu lainnya, kamu justru akan disambut oleh hamparan hutan berkabut dan taman batu yang luas, sebuah manipulasi ruang yang membuat ruangan terasa jauh lebih besar daripada yang terlihat dari luar. Di sini, arsitektur tunduk pada kebutuhan ilmu pengetahuan, menciptakan lingkungan belajar yang paling sempurna untuk setiap mata pelajaran.
Langkahmu kini membawamu menelusuri koridor Bangunan Yagura Kanan di lantai 3. Di sisi timur, kau akan menemukan sebuah pintu berwarna abu-abu yang tampak sederhana namun memiliki aura ketenangan yang kuat, dengan tulisan "卒業制作" terukir jelas di permukaannya. Saat kau memutar gagang pintu dan melangkah masuk, kau dihadapkan dengan sebuah hamparan lembah hijau yang luas dan menakjubkan. Ini adalah fasilitas khusus bagi para gakusei tingkat akhir yang sedang berjuang menuntaskan tugas akhir mereka. Di sini, hiruk-pikuk kehidupan sekolah seolah lenyap, digantikan oleh sebuah desa kecil yang damai, di mana setiap rumah beratap jerami yang kau lihat dikhususkan untuk satu orang gakusei, lengkap dengan beranda area kerja terbuka yang menghadap langsung ke asrinya alam buatan ini.
Setiap rumah di “Desa Tugas Akhir” ini dirancang sebagai tempat perlindungan intelektualmu. Di sini, kau sudah difasilitasi dengan area tempat tinggal yang nyaman dan meja kerja yang luas untuk menyusun Koron atau laporan akhirmu tanpa gangguan. Keistimewaan utama tempat ini adalah mantra peredam suara tingkat tinggi yang telah aktif secara otomatis; suara teman tetangga sebelah atau keributan dari kejauhan tidak akan menembus dinding privasimu, menyisakan hanya suara alam yang menenangkan. Namun, jika kau merasa terlalu sepi dan membutuhkan interaksi, kau bisa menonaktifkan fitur ini dengan melapor pada petugas yang berjaga. Cuaca dan suasana di sini pun telah dikunci dalam kondisi abadi seperti yang kau lihat: sejuk, berawan lembut dengan kabut tipis yang menggantung di kaki bukit, tanpa pernah ada hujan badai atau terik matahari yang menyengat, meskipun waktu tetap berjalan selaras dengan dunia luar.
Di kejauhan, berlatarkan pegunungan yang megah, kau akan melihat sebuah gerbang batu raksasa berbentuk lingkaran dengan pusaran energi di tengahnya. Itu adalah portal utama, satu-satunya akses keluar-masuk yang menghubungkan desa ini dengan pintu abu-abu di lorong Yagura tadi. Portal ini sangat peka dan cerdas; ia mampu membaca pikiranmu. Cukup dengan meniatkan tujuan, ia akan membawamu kembali ke lorong sekolah, lokasi lain di wilayah Mahoutokoro, atau bahkan langsung ke lokasi penelitianmu, selama kau telah mengantongi izin akses dari sensei pembimbingmu.
Dunia saku ini membentang cukup luas untuk menyegarkan pikiranmu yang penat. Kau bebas berjalan-jalan menyusuri jalan setapak berbatu, melewati sungai kecil, hingga masuk ke area hutan yang rimbun sejauh 10 kilometer ke segala arah dari pinggir desa. Jangan khawatir, tidak ada hewan buas di sini, hanya hewan-hewan hutan yang jinak dan lucu dan ikan-ikan yang mungkin akan menemanimu mencari inspirasi (mungkin sambil memancing?). Namun, ingatlah bahwa wilayah ini memiliki batas. Setelah menempuh jarak 10 kilometer, langkahmu akan terhalang oleh dinding tak kasat mata, menandakan ujung dari dimensi ruang tugas akhir ini. Selebihnya, nikmatilah ketenangan absolut ini untuk menciptakan karya terbaikmu sebelum kelulusan.
Saat langkah kakimu menapaki lantai empat Bangunan Yagura Kanan, kau akan disambut oleh sebuah taman hutan. Selamat datang di Hotarubi Lounge, ruang rekreasi sihir bersama yang terbuka bagi seluruh gakusei Mahoutokoro. Sesuai namanya, ribuan lentera kecil melayang di antara pepohonan dan pilar, berpendar hangat layaknya kunang-kunang yang menari tenang, menciptakan pencahayaan temaram yang menenangkan mata.
Lantai ruangan ini tertutup sepenuhnya oleh tanah berlumut lembut dan tanaman paku-pakuan sihir, dibelah oleh aliran sungai kecil yang jernih serta dihubungkan oleh jembatan kayu di tengahnya. Di sisi kiri dan kananmu, tersebar pondok-pondok mungil beratap jerami yang berfungsi sebagai lumbung kudapan. Kau tidak perlu mencari penjaga; silakan ambil minuman atau camilan dari rak-rak di pondok tersebut sesuka hatimu. Sihir di sini memastikan aneka minuman dan wadah akan terisi kembali secara otomatis begitu kosong, memanjakan siapa saja yang butuh energi tambahan.
Untuk tempat bercengkrama, kau punya banyak pilihan. Ada sofa kayu melengkung yang artistik lengkap dengan bantal empuk, atau area lesehan dengan zabuton dan meja rendah untuk bermain papan strategi. Di dekat area duduk, berdiri sebuah papan kayu besar bertuliskan "Mahoutokoro Updates" yang memuat kabar-kabar terbaru sekolah. Suasananya sangat komunal, sering kali dipenuhi kakak tingkat enam atau tujuh yang naik dari ruang kelas dan ruang tugas akhir mereka di lantai bawah, berbaur dengan gakusei lain yang mencari ketenangan.
Pandanganmu pasti akan tertuju pada tangga kayu megah di ujung ruangan. Puncaknya menghilang ditelan gumpalan kabut putih tebal di langit-langit—itulah akses menuju lantai lima, tempat Ruang Hisin berada. Maka dari itu, tempat ini menjadi titik transit favorit: banyak gakusei yang turun menembus kabut itu dengan wajah lega setelah mengirim surat ke rumah, lalu memutuskan untuk "nongkrong" sejenak di sini menikmati teh dan suasana hutan sebelum kembali ke asrama atau kembali ke ruang-ruang kelas mereka.
Saat langkah kakimu menapak di Lantai 5 Bangunan Yagura Kanan, kau akan disambut oleh hembusan angin segar dan hamparan pemandangan yang menakjubkan. Kau kini berada di area Hisin. Tepat di belakangmu, sebuah gerbang portal batu yang memancarkan pendar cahaya magis berdiri kokoh, tempat kau baru saja keluar. Portal cerdas ini adalah akses utamamu; ia memiliki kemampuan membaca pikiranmu, siap membawamu kembali ke pintu utama atau berpindah ke lokasi manapun di wilayah Mahoutokoro sesuai kehendakmu. Tak hanya untukmu, portal ini juga menjadi jalur vital bagi kawanan elang pengantar surat. Kau mungkin akan melihat burung-burung gagah itu menukik turun atau melesat terbang menembus pendar cahaya portal, membawa kabar dari dan menuju dunia luar.
Di hadapanmu, berdiri bangunan kayu megah berasitektur tradisional yang menjadi pusat operasional Kantor Hisin, cabang resmi dari Departemen Komunikasi Sihir di Onogoro. Di sinilah para Gakusei sepertimu datang untuk mengirimkan rindu melalui surat kepada keluarga atau kerabat di luar Pulau Minami Iwo Jima. Mengingat alat komunikasi teknokreasi sihir di sekolah ini dibatasi jangkauannya hanya untuk area Minami Iwo Jima demi keamanan dari sisa-sisa kegelapan yang masih mengintai dunia sihir Jepang, maka surat fisik yang dibawa oleh elang-elang yang melintasi portal tadi adalah satu-satunya jalur komunikasimu dengan jarak jauh. Kau bisa menyerahkan gulungan pesanmu di loket yang tersedia, di mana sihir pendeteksi akan memindai keamanan suratmu tanpa sedikitpun membaca isinya, menjaga privasimu tetap aman dari mata para staf.
Area ini membentang luas hingga radius lima kilometer ke segala arah dari titik pusat kantor Hisin. Kau bebas menjelajahi topografi alam yang indah, mulai dari jalan setapak berbatu, kebun yang asri, hingga hutan dan sungai di kejauhan. Namun, perlu kau ingat, jika kau terus berjalan hingga mencapai batas lima kilometer tersebut, langkahmu akan terhenti oleh dinding tak kasat mata, sebuah batas sihir yang menandakan ujung dari dimensi ruangan ini, menjaga agar kau tidak tersesat dalam ilusi tanpa batas.














































