top of page
Small Street in Japan_edited.jpg
MAHOUTOKORO JP SETTING

(Klik pada tombol di atas untuk langsung diarahkan menuju kolom penjelasan yang diinginkan. Klik panah pada tiap kolom penjelasan untuk kembali diarahkan ke atas).

Onogoro.png

3 WILAYAH SIHIR JEPANG

1. Pulau Onogoro — Pusat Magis yang Tersembunyi di Balik Kabut

Pulau Onogoro adalah jantung kehidupan sihir Jepang, tempat berdirinya Takamagahara, ibu kota pemerintahan sihir Jepang yang megah namun tersembunyi. Di sinilah kebijakan dan hukum sihir ditetapkan, dan di luar tembok ibukota terbentang desa-desa magis, gunung, hutan, dan lanskap alam lainnya yang menjadi tempat tinggal para penyihir dan makhluk sihir lainnya.


Pulau ini tidak tampak di peta mana pun. Ia tersembunyi di balik Pulau Minami Iwo Jima, seolah berada di sisi lain dari realitas dunia. Minami Iwo Jima berfungsi sebagai selubung pelindung, memantulkan ilusi kuat agar Onogoro tidak pernah terdeteksi oleh mata muggle atau instrumen manusia. Hanya mereka yang memiliki izin atau “diakui” oleh sihir Onogorolah yang dapat menyeberangi lapisan pelindung itu dan melihat pulau sejatinya.


Pulau Onogoro bukanlah tanah biasa; ia merupakan hasil dari kehendak dua dewa pencipta, Izanagi dan Izanami, yang pada masa awal dunia menyalurkan energi kelima elemen alam — ruang, api, air, tanah, dan angin — untuk membentuk pulau ini sebagai pusat keseimbangan sihir Jepang. Setiap wilayah di Onogoro diciptakan dengan takaran energi sihir yang berbeda-beda, menyesuaikan peran dan kebutuhan penghuninya. Karena itu, dapat ditemukan pegunungan berapi, hutan berkabut, danau berkilau emas, hingga dataran yang sejuk dan subur — semuanya berdampingan tanpa saling mengganggu keseimbangan alam.


Secara geografis, Onogoro bersifat tidak tetap dan tak terukur. Ruang di dalamnya menekuk dan meregang sesuka hati: langkahmu bisa membawamu berhari-hari dalam satu arah tanpa mencapai ujung, atau justru hanya beberapa langkah sebelum sampai di pesisir. Ada yang percaya pulau ini hidup dan menilai siapa yang datang — kadang ramah, kadang bermain-main dengan arah dan jarak.

2. Pulau Minami Iwo Jima — Pusat Pendidikan

Pulau Minami Iwo Jima berdiri di garis depan pelindung Onogoro. Di peta dunia muggle, pulau ini tampak seperti pulau vulkanik gersang, terpencil di selatan Jepang. Namun di balik ilusi itu tersembunyi tanah subur penuh energi sihir, tempat berdirinya Sekolah Sihir Mahoutokoro — institusi tertua dan paling bergengsi di Jepang.


Pulau ini berfungsi ganda: sebagai pusat pendidikan sihir sekaligus benteng pertahanan alami bagi Onogoro. Ilusi kuat yang menutupi Minami Iwo Jima diciptakan untuk mengaburkan eksistensi pulau di baliknya. Siapa pun yang mencoba melintas tanpa izin hanya akan menemukan batu-batu hitam dan debu vulkanik, padahal di balik selubung itu terdapat lautan kabut yang menyembunyikan gerbang menuju Onogoro.

3. Jepang Utama — Jaringan Kehidupan Sihir Tertutup

Berbeda dengan dua pulau magis di selatan, Jepang Utama adalah wilayah di mana para penyihir hidup berbaur dengan masyarakat muggle. Di setiap region dan preferktur, dari kota besar hingga desa kecil, tersebar distrik dan desa sihir tersembunyi yang mewadahi kehidupan komunitas penyihir secara turun-temurun. Tempat-tempat ini tidak memiliki kekuatan sebesar Onogoro atau Minami Iwo Jima, tetapi justru di sinilah seni penyamaran dan keseimbangan sihir paling menonjol.


Energi sihir di Jepang Utama lebih terkekang — bukan karena lemah, melainkan karena harus terus beradaptasi agar tidak terdeteksi. Para penyihir menjalani hidup ganda: sebagai manusia biasa dan sebagai penyihir. 

​​

4. Mengenai Iklim

Di Jepang Utama, iklim mengikuti pola dunia muggle. Utara bersalju di musim dingin dan sejuk di musim panas, sementara wilayah tengah mengalami musim semi berbunga sakura, musim panas hangat dan lembap, serta musim gugur yang nyaman. Wilayah selatan relatif hangat dan curah hujannya lebih tinggi. 


Sementara itu, Pulau Minami Iwo Jima memiliki iklim subtropis selatan Jepang dengan panas lembap yang khas, namun seluruh cuacanya diatur melalui sihir untuk memenuhi kebutuhan sekolah Mahoutokoro. Bagi orang awam, cuaca di pulau ini akan terlihat aneh: hujan mungkin turun hanya di satu kebun tertentu, atau kabut pekat tiba-tiba menutupi sebagian wilayah, sesuai kebutuhan.


Pulau Onogoro bahkan lebih kompleks, karena setiap area memiliki iklim yang dikontrol secara magis. Di Takamagahara, distrik pemerintahan Chūshin-ku dijaga agar suhunya sejuk dan stabil, mendukung konsentrasi para pejabat. Shōgyō-ku yang komersial selalu cerah dan hangat agar aktivitas bisnis lancar, sementara Hōan-ku kadang dipenuhi hembusan angin cepat sebagai simbol kesiagaan keamanan. Distrik hunian Jūtaku-ku nyaman dengan cahaya lembut dan hujan ringan untuk menenangkan warganya. Distrik hiburan Goraku-ku selalu diterangi lampu magis yang romantis, kadang kabut tipis menambah suasana misterius. Sementara Kyōiku-ku menyesuaikan suhu dan kabut ringan untuk mendukung latihan sihir pendidikan.


Lanskap alam Onogoro seperti gunung, hutan, dan danau juga memiliki iklim magis yang unik. Mori no Yūrei selalu diselimuti kabut lembap, Gunung Shinku panas dan bergolak karena energi magma sihir, sedangkan Danau Seiryu dipenuhi uap tipis di pagi hari yang ideal untuk latihan sihir air. Secara keseluruhan, iklim di Onogoro bersifat dinamis dan fungsional, selalu menyesuaikan kebutuhan kehidupan, pekerjaan, dan latihan sihir warganya, sehingga tidak mengikuti pola iklim muggle yang tetap.

Selengkapnya mengenai Pulau Onogoro dapat membaca di website JMC: KLIK DI SINI

Anchor 1
1763868089787.jpg

area mahoutokoro

Ketika seorang penyihir berkunjung ke pulau Minami Iwo Jima, perjalanan selalu dimulai di bibir pantai: angin laut yang asin, suara ombak yang memecah batu karang, dan pandangan ke ratusan anak tangga batu yang menanjak menuju puncak. Di tepi pantai ini berdiri sebuah bangunan kecil namun hangat, Yokko’s Inn—tempat persinggahan bagi para pengunjung non-civitas Mahoutokoro, wali murid yang mengantar anak mereka, atau siapa pun yang membutuhkan tempat menginap sebelum melanjutkan pendakian. Dari teras Yokko’s Inn, pemandangan tangga batu itu terlihat menantang sekaligus memanggil. Kau boleh naik seluruhnya dengan kaki (sekitar 2 jam), atau menggunakan mantra teleportasi, tetapi mantra itu hanya bekerja sampai satu kilometer sebelum gerbang; setelah itu, tidak ada jalan pintas—kau harus berjalan menyelesaikan pendakian.

YOKKO'S INN.png

Di puncak berdiri Gerbang Torii utama berwarna hitam dan merah yang menandai pintu masuk ke kawasan Mahoutokoro. Masuk melewati torii, kau tiba di halaman depan yang luas: di sisi kiri terhampar lapangan Quidditch besar dengan menara-menara penonton mengelilinginya, sedangkan di sisi kanan ada area registrasi dan Asrama Shinnyūsei, paviliun satu tingkat untuk murid baru yang belum disortir. Halaman ini adalah ruang transisi sebelum kastil utama; sekilas semuanya tampak rapi dan “biasa”, seperti kompleks kuil atau istana Jepang.

Gerbang masuk kastil sendiri adalah rōmon, gerbang dua tingkat (lantai atasnya memiliki sebuah ruangan). Dari rōmon itu keluar dua koridor penghubung ke kanan dan kiri yang mengarah ke dua bangunan sayap (chōsha)—masing-masing terdiri dari tiga tingkat yang diisi oleh berbagai ruangan. Lurus dari rōmon, akses menuju tenshu, menara utama kastil: dari luar tenshu tampak memiliki lima tingkat yang makin menyempit ke atasnya; masing-masing tingkat menampakkan barisan atap yang berundak. Di belakang tenshu, ada dua menara pendamping di kiri dan kanan, disebut juga dengan yagura—keduanya juga lima tingkat namun lebih kecil dan lebih rendah dibanding tenshu. Untuk ke tingkat tertentu dalam sebuah bangunan, seseorang hanya perlu menyebut tingkat berapa yang ingin dituju, secara ajaib tangga akan mengarah ke tingkat tersebut tanpa harus berjalan terlalu jauh.

Di bagian utara komplek, di sebuah undakan tinggi, berdiri tiga patung megah yang mewakili asrama-asrama Mahoutokoro: naga dengan bunga matahari untuk Kōsei, kelinci bulan dengan bunga sakura untuk Tsukiyomi, dan rubah hitam dengan mawar hitam untuk Yamiyo. Letak asrama tersebar di lereng sekitar kastil: jika turun sedikit melalui hutan sakura ke barat-laut, kau akan menemukan Asrama Tsukiyomi di lereng tertinggi; ke timur, menuruni hutan hijau, ada Asrama Kōsei; sementara di lereng utara terdapat gerbang menuju gua bawah tanah tempat Asrama Yamiyo berada. Selengkapnya mengenai asrama dapat ditemukan di menu HOUSE.

Di balik semua itu, di balik tampilan luar yang megah namun akrab seperti kastil Jepang pada umumnya, terletak keajaiban Mahoutokoro: sebagian besar aktivitas berlangsung di dalam dinding kastil, dan sekolah itu menggunakan sihir ruang — ruang-ruang di balik pintu tidak selalu seperti yang tampak dari luar. Jangan khawatir tentang detailnya sekarang; cukup tahu bahwa dari pantai Minami Iwo Jima hingga gerbang torii, dari rōmon ke tenshu dan menara-menara, strukturnya tampak jelas dan mudah dikenali; yang benar-benar luar biasa adalah apa yang tersembunyi di dalamnya.

Anchor 2
SIHIR RUANG.jpg

SIHIR RUANG

Struktur kastil Mahoutokoro erat kaitannya dengan sihir ruang—sebuah sihir kuno yang memanfaatkan kenyataan bahwa dunia tidak hanya terdiri dari ruang fisik yang bisa kita lihat. Ada lapisan-lapisan kosong di balik dunia nyata—semacam kehampaan tanpa bentuk, tanpa arah, tanpa batas—yang oleh para penyihir dianggap sebagai “ruang mentah”. Ruang mentah ini tidak gelap atau menyeramkan; ia hanya belum memiliki apa-apa, kosong. Dari sinilah para ahli sihir ruang mengambil sedikit bagian, menstabilkannya, lalu membentuknya menjadi ruang baru yang nyata.

Bayangkan sebuah tas kecil, tetapi saat dibuka di dalamnya terdapat ruang setara satu rumah. Dari luar tasnya tetap ringan dan kecil, tapi bagian dalamnya bukan bagian dari dunia fisik—itu ruang tersendiri. Ruang-ruang di kastil Mahoutokoro bekerja dengan prinsip yang sama.

Di sekolah ini, sebagian besar aktivitas murid memang dikatakan terjadi “di dalam kastil”, tetapi siapa pun yang pertama kali masuk akan segera menyadari bahwa kalimat itu tidak bisa dipahami secara harfiah. Kastilnya tampak wajar dari luar: kokoh, anggun, layaknya kastil pada umumnya. Namun begitu seseorang membuka pintu-pintu tertentu, mereka menemukan sesuatu yang jauh melampaui ukuran fisiknya.

Kelas-kelas tidak selalu berada di ruangan membosankan. Kantor-kantor tidak selalu berdiri sebagai ruangan tertutup. Taman-taman, perpustakaan, ruang organisasi murid, bahkan area pelatihan tempur—semuanya bisa “disimpan” di balik satu pintu kayu biasa. Apa yang tampak kecil, sederhana, atau biasa saja dari luar, bisa berubah menjadi lanskap luas, taman berpaviliun, atau lorong yang panjangnya mustahil untuk sebuah bangunan di puncak gunung.

Di Mahoutokoro, pintu bukan hanya pintu. Ia adalah gerbang menuju ruang yang tidak terlihat, tempat sekolah menyembunyikan dunia-dunia kecil yang hanya muncul ketika dibuka. Dengan sihir ruang, kastil ini mampu memuat lebih banyak dari yang seharusnya… dan justru di situlah letak keajaibannya. Siapa pun yang baru pertama kali menjelajahi kastil akan dibuat bertanya-tanya: “Sebenarnya seberapa besar Mahoutokoro ini?”

Kastil hanya berfungsi sebagai “kulit luar” atau kerangka. Ruang-ruang penting sekolah, seperti perpustakaan raksasa, taman meditatif yang luas, ruang organisasi, ruang ujian, hingga lanskap buatan para Sensei—semuanya sebenarnya berada di dalam ruang dimensi yang disambungkan melalui pintu-pintu tertentu. Tanpa sihir ruang, seluruh aktivitas Mahoutokoro hanya akan muat dalam beberapa lantai sempit, dan itu jelas tidak sesuai dengan skala serta kebutuhan sekolah sihir ini. Karena itu, arsitektur Mahoutokoro sejak awal dirancang untuk bergantung pada ruangan dimensi agar sekolah terasa hidup, luas, dan tidak membosankan.

Cara kerjanya sederhana: setiap pintu tertentu bertindak sebagai “gerbang” yang menghubungkan dunia nyata dengan ruang dimensi yang dibangun di baliknya. Dari luar, pintunya tampak biasa, mungkin hanya selebar pintu kamar. Tetapi begitu dibuka, seseorang bisa melangkah masuk ke wilayah yang luasnya berkali-kali lipat, seperti taman musim semi, ruang kelas yang dinamis, atau lembah yang penuh fasilitas organisasi murid. Ruang dimensi ini dibangun dalam “ruang kosong” di balik dunia nyata—semacam lapisan kehampaan yang bisa dibentuk menjadi tempat baru. Karena itu, wilayah di dalamnya bisa jauh lebih luas daripada apa yang terlihat secara fisik di kastil. Kendatipun demikian, waktu yang berjalan di ruangan-ruangan ini tetap menyesuaikan realita di luar, kecuali untuk beberapa ruangan yang dapat lebih lambat beberapa jam agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu.

Walaupun tampak tak terbatas, ruang dimensi itu tetap memiliki batas agar tidak bertabrakan dengan ruang lain atau kehilangan kestabilannya. Ukuran setiap ruangan ditentukan sejak awal, lalu “dikunci” oleh sihir agar tidak melebar atau bergeser. Setiap ruang memiliki aturan, suasana, dan kondisi yang bisa diatur oleh penciptanya—biasanya para sensei atau ahli sihir ruang, menyesuaikan dengan fungsi ruang tersebut.

Batas dari suatu ruang umumnya tidak terlihat. Kau tetap bisa berjalan bebas, tetapi ketika mencapai ujung, pembatas tak kasat mata akan menahanmu untuk melangkah lebih jauh.

Anchor 3

PROPERTY OF MAHOUTOKORO  JP © 2024 ALL RIGHTS RESERVED
WEBSITE BY DAICHI TOSHIRO FOR ROLEPLAYING PURPOSES ONLY

bottom of page