top of page

学務課; Crafting Futures, Weaving Dreams: Student Affairs, Shaping Tomorrow's Wizards.

日本魔法の歴史 - NIHON MAHŌ NO REKISHI

SEJARAH SIHIR JEPANG

HISTORY OF JAPANESE MAGIC

PANDUAN KELAS 
1 年生

PANDUAN KELAS 
2 年生

PANDUAN KELAS 
3 年生

PANDUAN KELAS 
4 年生

Catatan:

  • Seluruh penjelasan di halaman ini ditulis oleh pengajar. Jika ada hal yang kurang jelas, silakan menghubungi Sensei Pengajar.

  • Klik pada setiap elemen yang bergerak untuk mempermudah navigasi.

Biografi Pengampu

Sejarah Sihir Jepang

1-4 Nensei

Nama Lengkap

  • Romaji: Shimizu Keiko

  • Kanji:  清水 恵子

 

Tempat dan Tanggal Lahir

  • Tempat: Hokkaido, Jepang

  • Tanggal Lahir:  19 Februari 1998

Asal Usul Singkat

​​

Shimizu Keiko lahir di sebuah desa pegunungan yang tersembunyi di wilayah utara Jepang—tempat di mana batas antara dunia manusia dan dunia roh terasa begitu tipis. Sejak kecil, ia telah terbiasa mendengar bisikan angin yang membawa cerita lama, serta melihat bayangan samar dan juga berbicara dengan roh yang tak semua orang mampu tangkap. Nenek angkatnya, seorang penjaga tradisi kuno, menjadi sosok pertama yang memperkenalkan Keiko pada Sejarah Sihir Jepang—bukan sekadar catatan, tetapi warisan hidup yang berdenyut dalam setiap ritual, mantra, dan legenda.

 

Ketertarikannya pada masa lalu membawanya diterima di Mahoutokoro, sekolah sihir ternama yang berdiri megah di atas laut. Ia menghabiskan bertahun-tahun menelusuri arsip kuno, menyusun ulang kisah para onmyōji, yokai, dan penyihir masa lampau yang hampir terlupakan.

 

Setelah lulus dan memutuskan untuk menikah, Keiko memilih kembali ke Mahoutokoro sebagai pengajar. Di kelasnya, sejarah tidak pernah terasa seperti masa lalu. Ia menghidupkannya—membiarkan para murid merasakan gema mantra kuno, memahami makna di balik setiap simbol, dan menyadari bahwa sihir yang mereka pelajari hari ini adalah hasil dari perjalanan panjang yang penuh pengorbanan.

 

Bagi Keiko, mengajar bukan sekadar menyampaikan pengetahuan. Itu adalah cara untuk menjaga agar warisan sihir Jepang tetap hidup—tidak hanya di buku, tetapi di hati setiap generasi baru.

Visualisasi Sensei.png

Sifat dan Cara Memperlakukan Murid di Kelas

  • Keiko selalu membuka pelajaran dengan senyum cerah dan sapaan ringan yang terasa akrab. Cara bicaranya santai, kadang diselipi candaan kecil atau perumpamaan modern, membuat sejarah yang seharusnya terasa jauh justru menjadi dekat dan mudah dipahami. Di balik sikapnya yang ceria dan playful, Keiko tetap memegang ketegasan yang halus. Ia tahu kapan harus tertawa bersama murid, dan kapan harus mengingatkan mereka akan pentingnya menghormati sejarah dan nilai-nilai sihir yang diwariskan. 

  • Dalam mengajar, Keiko lebih suka melibatkan murid secara langsung. Ia sering mengajak mereka berperan sebagai tokoh-tokoh masa lalu, merasakan sendiri bagaimana menjadi seorang onmyōji atau penjaga kuil di era kuno. Baginya, sejarah bukan sesuatu yang dihafal, melainkan sesuatu yang dialami. Ia memperlakukan setiap murid sebagai individu yang memiliki potensi unik, mengingat nama mereka, memahami karakter mereka, dan memberikan perhatian kecil yang berarti.

  • Di akhir setiap pelajaran, Keiko kerap mengajak murid untuk merenung—bukan tentang apa yang mereka ingat, tetapi tentang apa yang mereka rasakan.

Kebiasaan dalam Kelas Ketika Mengajar

  • Keiko menggunakan artefak magis sebagai alat ajar, namun selalu dibawakan dengan cara yang ringan. Keiko sering memulai dengan kalimat santai seperti, “Oke, bayangin ini bukan sekadar peta ya—ini kayak timeline hidup yang pernah ‘bernafas’.” Ia lalu menghidupkan artefak magis tersebut dengan ilusi lembut, membuat titik-titik sejarah berpendar seolah sedang bercerita langsung kepada murid.

  • Menyajikan cerita bersejarah melalui simulasi sihir visual yang imersif, dipadukan dengan gaya storytelling yang ekspresif, bahkan berkunjung langsung ke situs kuno. Keiko tidak hanya menampilkan kejadian, tetapi juga membangun emosi di dalamnya—membuat murid seolah benar-benar berada di masa itu. 

  • Menutup kelas dengan momen refleksi singkat yang menjadi ciri khasnya. Keiko akan tersenyum dan berkata, “Hari ini bukan soal apa yang kamu hafal, tapi apa yang nempel di hati kamu.” Dari sana, ia memberi ruang bagi murid untuk berbagi pemikiran atau perasaan mereka terhadap pelajaran hari itu.

Yang Disuka Ketika Mengajar

  • Keiko sangat menyukai momen ketika mata muridnya tiba tiba berbinar—saat mereka akhirnya “mengerti” bukan hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan perasaan. Baginya, itu adalah tanda bahwa sejarah tidak lagi sekadar cerita lama, melainkan sesuatu yang benar-benar hidup di dalam diri mereka.

  • Ia juga menyukai murid yang berani bertanya, bahkan jika pertanyaannya terdengar sederhana. 

  • Ia juga menyukai ketika murid benar-benar “masuk” ke dalam roleplay. Saat mereka memerankan onmyōji atau tokoh masa lalu dengan serius—meski kadang sedikit canggung—Keiko akan menahan senyum bangga. Bagi dirinya, itu adalah bukti bahwa mereka berani merasakan, bukan hanya memahami.

  • Dan yang paling ia sukai, adalah saat di akhir kelas, murid-muridnya terdiam sejenak—bukan karena bingung, tetapi karena sedang merenung.

Yang Tidak Disuka Ketika Mengajar

  • Keiko tidak menyukai ketika murid hanya hadir secara fisik, tetapi pikirannya jauh entah ke mana. Ia juga kurang menyukai sikap yang meremehkan sejarah atau menganggapnya tidak penting. 

  • Hal lain yang membuatnya tidak nyaman adalah ketika murid takut untuk mencoba. Bukan kesalahan yang ia khawatirkan, melainkan keheningan yang muncul karena rasa ragu. 

  • Keiko juga tidak menyukai suasana kelas yang terlalu kaku dan tanpa interaksi. Baginya, pembelajaran bukan monolog. Ketika tidak ada respons, tidak ada tanya jawab, ia akan merasa seperti berbicara sendiri pada masa lalu yang tidak didengar.

Kutipan Keiko

​​

“Sihir yang kamu pelajari hari ini adalah jejak dari seseorang di masa lalu yang tidak pernah kamu kenal.”

​Kebiasaan dan Tugas di Kelas

  • Membantu Visualisasi Sihir: Saat Keiko menjelaskan sejarah, Hiyori akan memproyeksikan ilusi kecil—bayangan kuil kuno, simbol onmyōji, atau jejak energi yokai—membuat cerita terasa hidup. Bahkan membantu Keiko untuk membuka portal ketika berkunjung ke situs tertentu.

  • Penunjuk Hal Penting: Ia sering berpendar di sekitar artefak atau teks tertentu, seakan berkata, “Ini penting, jangan sampai kelewat.”. Di akhir kelas saat memasuki refleksi penting, Hiyori juga akan berbicara dengan nada khas nenek tua nan bijak, seolah mengatakan “Sejarah tidak hanya tentang kekuatan, tetapi tentang pilihan untuk tetap melangkah.

  • Penghubung Emosi: Hiyori membantu menjaga suasana kelas tetap seimbang—tidak terlalu tegang, tidak terlalu santai.

  • Partner Interaktif: Keiko kadang “berdialog” dengan Hiyori di depan kelas, menciptakan momen ringan yang membuat murid tersenyum tanpa mengurangi makna pelajaran.

Asisten Satoru

  • Nama: Hiyori (陽羽 - Sayap Hangat)

  • Jenis: Burung Roh dengan bulu berpendar keemasan lembut, seperti cahaya pagi yang menembus kabut. Ukurannya tidak lebih besar dari telapak tangan.

 

Biografi Singkat

Hiyori muncul sebagai makhluk kecil menyerupai burung roh dengan bulu berpendar keemasan lembut, seperti cahaya pagi yang menembus kabut. Ukurannya tidak lebih besar dari telapak tangan, namun saat terbang, jejak cahaya tipis tertinggal di udara—seolah ia sedang “menggambar” suasana. Kadang, ketika suasana kelas terlalu serius, ia akan melayang pelan di atas kepala murid, menciptakan kilau kecil yang membuat mereka kembali fokus.

Visualisasi Asisten Pengajar.png

Peraturan Kelas

Sejarah Sihir Jepang

1-4 Nensei

Aturan Umum

  1. Murid diperkenankan OOT selama jam plotting kelas (18:00-23:59 WIB) apabila telah menyelesaikan plotting kelas.

  2. Izin tidak hadir atau cuti tidak diperlukan karena tidak ada pengganti kelas maupun pengganti tugas.

  3. Apabila ada hal-hal yang belum jelas mengenai panduan kelas dapat segera menghubungi Sensei Pengampu secara langsung.

Aturan Plot Kelas

  1. Narasi memiliki minimal 10 balasan di luar kepala utas.

  2. Tidak diperkenankan one liner dan god-mod karakter sensei berlebihan.

  3. Terdapat minimal 1 tweet yang menjelaskan highlight materi menggunakan bahasa sendiri serta mencantumkan tagging atau mention ke akun Sensei Pengampu.

    • Highlight Materi bertujuan untuk merangkum penjelasan pengajar dengan bahasa sendiri secara singkat dan relevan. Tidak perlu mencakup keseluruhan materi, cukup menyoroti satu bagian yang dianggap penting atau berkesan.​

    • Contoh: "Sensei menjelaskan tentang ABCD. Dari yang saya pahami, A memiliki konsep ini..., yang berpengaruh terhadap...."

  4. Pertanyaan seputar materi (atau apapun) yang diajukan dalam plot tidak akan menerima jawaban. Jika ingin menerima jawaban, bertanyalah dalam ranah Eksplorasi Materi.

  5. Batas pengisian presensi kelas adalah pukul 07:00 pagi (GMT+7:00) keesokan harinya setelah jadwal kelas.

    • Adanya aturan ini untuk memberikan toleransi apabila ada yang lupa atau terkendala urusan teknis.​

    • Pengisian setelah pukul 07:00 pagi wajib memberikan informasi terlebih dahulu pada Sensei Pengampu. Apabila tidak, maka presensi tidak dihitung dan murid dianggap tidak hadir.

    • ​Keterlambatan pengisian presensi yang dapat ditoleransi (setelah mendapat lampu hijau dari Sensei Pengampu) adalah H+1 setelah jadwal kelas, dengan batas waktu pukul 03:00 sore (GMT+7:00). Setelahnya, tidak dapat diterima dengan alasan apapun.

Eksplorasi Materi​​

 

Merupakan aktivitas OPSIONAL yang dapat dilakukan setelah kelas berakhir, dengan tujuan menggali lebih dalam materi yang telah diajarkan. Ada 3 aktivitas Eksplorasi Materi yang dapat dipilih oleh murid, yaitu:​

  1. Pengajuan Pertanyaan​

    • Dimana murid mengajukan pertanyaan seputar materi. Maksimal pertanyaan yang boleh diajukan adalah 2 buah dan tidak bercabang

  2. Uraian Reflektif Pembelajaran​

    • Dimana murid membuat teks reflektif pembelajaran singkat terkait pertemuan yang sudah dilakukan, dengan menekankan pada pemahaman materi. Contoh: tekan di sini.

  3. Tugas​

    • Dimana murid mengerjakan tugas sesuai apa yang diinstruksikan oleh pengajar dalam narasi alur kelas.​

 

Adapun beberapa ketentuan seputar pengerjaan aktivitas Eksplorasi Materi:

  1. Aktivitas Eksplorasi Materi dapat dilakukan dengan mengisi form yang telah disediakan di dalam Panduan Kelas, dalam rincian catatan dan dokumen pendukung.

    • Khusus eksplorasi materi pertanyaan, diajukan melalui kolom yang disediakan di laman X pengajar.​

  2. Dipersilakan apabila ingin mengerjakan semua aktivitas Eksplorasi Materi untuk satu pertemuan.

  3. Diisi paling lambat di hari Sabtu setelah pertemuan berakhir

  4. Reward dari pengerjaan eksplorasi materi adalah poin yang dijabarkan dalam penjelasan Bonus Kelas, yang nantinya dapat ditukar dengan GP/RP/Uang (両).

Bonus Kelas

Kelas ini menggunakan sistem poin berupa 📖 "Kako" (過去), yang dalam bahasa Jepang berarti "masa lalu" atau "yang telah berlalu." Nama ini mencerminkan bagaimana masa lalu memiliki peran penting dalam membentuk dunia sihir saat ini. Poin ini melambangkan penghargaan terhadap pengetahuan sejarah, di mana setiap pencapaian murid dalam memahami materi adalah bentuk perjalanan kembali ke akar sihir Jepang. Kata Kako (過去) terdiri dari dua kanji: 過 (ka) – Bermakna melewati, melampaui, atau berlalu. Digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang telah terjadi di masa lampau, dan 去 (ko) – Bermakna pergi, meninggalkan, atau hilang. Kanji ini sering digunakan dalam kata-kata yang berhubungan dengan waktu yang telah berlalu. poin Kako bukan hanya sekadar sistem penghargaan, tetapi juga sebuah pengingat bahwa sejarah adalah fondasi dari ilmu sihir. Setiap murid yang mengumpulkan Kako telah berkontribusi dalam merawat dan meneruskan warisan pengetahuan sihir Jepang. Kako diberikan dengan ketentuan berikut:​

  • Plot lebih dari 20 balasan akan mendapatkan 3📖

  • Mencantumkan minimal 3 visualisasi (telah disediakan di panduan kelas) dalam plot kelas akan mendapatkan 5📖

    • Apabila visualisasi yang tersedia kurang dari 3, maka sertakan semua visualisasi yang ada.​

  • Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivitas pengajuan pertanyaan akan mendapatkan 2📖.

    • Hanya boleh mengajukan 1 pertanyaan tanpa cabang. Apabila tidak sesuai, maka bonus tidak diberikan.​

  • Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivititas menulis uraian reflektif pembelajaran akan mendapatkan 5📖

  • Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivitas mengerjakan tugas akan mendapatkan 150両 (tidak mendapatkan Kako). 

Poin 📖 dapat ditukarkan menjadi GP/ RP/両 dengan ketentuan berikut:​

  • Satu poin 📖 memiliki nilai tukar: 5GP/10RP/両20

  • Murid bisa memilih hendak ditukarkan ke GP/RP/両 (hanya salah satu).

  • Penukaran akan diinformasikan oleh pengajar dan wajib dilakukan paling lambat di hari Minggu pada minggu kedua dalam Pekan Pembelajaran, dengan batas waktu pukul 23:59 malam (GMT+7:00).

Murid yang berhasil mengumpulkan Kako terbanyak dalam satu periode akan dianugerahi gelar 過去の継承者 (Kako no Keishōsha / Pewaris Masa Lalu).

 

 

Ujian

  • Dalam pelaksanaan ujian, tidak disediakan kisi-kisi sebagai panduan belajar. Sebagai gantinya, peserta ujian diharapkan untuk mempelajari seluruh materi yang terdapat dalam buku pendamping dalam setiap panduan kelas.

  • Setiap tingkatan kelas akan menghadapi ujian dengan jumlah soal sebanyak lima butir. Setiap soal disajikan dalam format pilihan ganda, dengan lima opsi jawaban yang tersedia.

A grand Japanese-style Student Affairs building with soft yellow walls and pastel green or
A grand Japanese-style Student Affairs building with soft yellow walls and pastel green or
13.png

PROPERTY OF MAHOUTOKORO JP © 2024 ALL RIGHTS RESERVED

SYSTEM  BY RYOUMEN SHO, HATTORI HANZŌ, DŌMOTO REIKEN - WEBSITE BY DŌMOTO REIKEN - FOR ROLEPLAYING PURPOSES ONLY

ab536433-b72f-4a1e-bb07-24fb13eb8816.png
93aa03f0-fe38-4195-8496-f0de253b86e1.png
2e4d9f36-67d5-4fb8-85c3-36da09b9af4d.png
111b86ae-96c3-4889-a0d4-6e19646e4a1b.png

PROPERTY OF MAHOUTOKORO JP © 2024 ALL RIGHTS RESERVED

SYSTEM  BY RYOUMEN SHO, HATTORI HANZŌ, DŌMOTO REIKEN - WEBSITE BY DŌMOTO REIKEN - FOR ROLEPLAYING PURPOSES ONLY

bottom of page