学務課; Crafting Futures, Weaving Dreams: Student Affairs, Shaping Tomorrow's Wizards.
学務課; Crafting Futures, Weaving Dreams: Student Affairs, Shaping Tomorrow's Wizards.
呪文の芸術 - JUMON NO GEIJUTSU
SENI MANTRA
ART OF INCANTATIONS
Catatan:
-
Seluruh penjelasan di halaman ini ditulis oleh pengajar. Jika ada hal yang kurang jelas, silakan menghubungi Sensei Pengajar.
-
Klik pada setiap elemen yang bergerak untuk mempermudah navigasi.
Biografi Pengajar
Seni Mantra
Nama Lengkap
-
Romaji: Minase Kazuma
-
Kanji: 水瀬 一真
Tempat dan Tanggal Lahir
-
Tempat: Prefektur Gifu, Jepang
-
Tanggal Lahir: 8 Agustus 2002
Asal Usul Singkat
Provinsi Hida di Prefektur Gifu merupakan area pegunungan yang membentuk sebagian besar karakter Kazuma saat ia mulai beranjak remaja. Hal ini cukup bertolak belakang mengingat keluarga Minase merupakan keluarga yang hangat dan suportif dalam segala hal. Kontur alam Hida yang keras menggabungkan sifat hangat keluarganya beririsan dengan pendirian yang kuat serta kemampuan membuat keputusan yang cepat.
Kazuma kecil sempat bermukim di London di mana ibunya berkarir sebagai akademisi, peneliti teori transfigurasi, serta ayahnya sebagai seorang spesialis restorasi sihir. Kazuma sendiri terlahir sebagai seorang metamorphmagus yang memungkinkannya untuk mengubah bentuk-bentuk fisiknya kapan pun ia mau, terkecuali berubah sepenuhnya menjadi hewan.
Ketertarikannya akan Seni Mantra merupakan akumulasi dari kondisi fisiknya beserta karir orang tuanya, di mana Kazuma kecil acapkali menyaksikan mereka menciptakan mantra-mantra sederhana untuk mendukung kehidupan baru mereka di pegunungan Hida yang tenang dan cukup berbeda dari London dengan segala hiruk pikuknya.
Dari sanalah keberanian Kazuma tumbuh, dan menjelang dewasa ia seringkali bereksperimen, baik ikut mencipta mantra-mantra kecil hingga sejauh mana bentuk tubuhnya bisa berubah. Dari eksperimen-eksperimennya itu, Kazuma mengerti bahwa ia hanya mampu mengubah bentuk tubuhnya tetap sebagai manusia pada umumnya dan bukannya meniru bentuk tubuh hewan atau benda mati lainnya. Hanya saja, dengan kemampuan ini, ia bisa menciptakan sosok baru secara nyata dan memanipulasi pandangan orang lain.
Usai menyelesaikan pendidikan formalnya yang cukup terlambat sebab terkendala perkembangan tubuhnya sebagai seorang metamorphmagus, Kazuma memfokuskan diri pada Seni Mantra yang memungkinkannya berkeliling dunia, menuntaskan keinginannya untuk senantiasa mengeksplorasi kemampuan kemudian menetap di Jepang sebagai pengajar Seni Mantra.

Sifat dan Cara Memperlakukan Murid di Kelas
-
Pembawaannya yang hangat dan serupa musim semi dengan senyum yang tak jarang terulas, Kazuma akan tampak seperti pengajar yang mudah dialihkan perhatiannya. Namun, Kazuma seperti air yang mampu membuka jalannya sendiri, dialah yang akan mengalihkan fokus para siswa.
-
Berpendirian kuat dan sabar meladeni pertanyaan siswa hingga mereka berada pada titik pemahaman yang serupa.
-
Terlihat lembut, tapi, bisa menekan untuk terus melatih mantra yang sedang dipelajari hingga mendapatkan hasil yang maksimal.
-
Iseng dan usil, tapi mempergunakannya dalam batas yang aman, sekadar untuk mendekatkan diri dengan siswa serta lebih menghidupkan kelas agar tidak membosankan.
-
Tidak ada kata ‘salah’ di kelas Minase Kazuma, jadi, tidak perlu takut untuk mencoba.
Kebiasaan dalam Kelas Ketika Mengajar
-
Kazuma akan seringkali memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari untuk menegaskan bahwa ‘seni’ mantra itu sendiri dekat dengan kehidupan semua orang. Dengan begitu siswa akan lebih memahami fungsi Seni Mantra.
-
Kazuma dapat tiba-tiba hadir sebagai sosok yang sama sekali lain sehingga siswa tidak akan menyadari bahwa pengajarnya telah datang.
-
Bertingkah usil dalam sosok barunya saat bertransformasi dengan menanyakan hal-hal aneh tapi sebetulnya yang ia tanyakan berkaitan dengan materi yang akan ia bawakan.
Yang Disuka Ketika Mengajar
-
Siswa yang tidak ragu mengungkapkan pemahamannya mengenai materi yang sedang dijelaskan.
-
Siswa yang mengajukan pertanyaan, sesederhana apa pun pertanyaan tersebut hingga pertanyaan yang memang memerlukan penjelasan lebih lanjut sehingga terjadi diskusi yang hangat di dalam kelas.
-
Siswa yang bekerja keras saat praktik (OOC: tidak melakukan plot praktik sekali jadi, beri ruang untuk melakukan kesalahan) hingga sesuai.
Yang Tidak Disuka Ketika Mengajar
-
Siswa yang mengenakan terlalu banyak perhiasan atau menggunakan terlalu banyak benda berkilau.
-
Siswa yang terlihat menyepelekan kelas dengan melakukan praktik tanpa berusaha memperbaiki artikulasi, atau visualisasi, terlebih dengan tidak berusaha menyelaraskan elemen yang diperlukan.
-
Siswa yang menganggap kelasnya hanyalah kelas semata dan tidak memiliki fungsi nyata pada kehidupannya.
Kutipan Kazuma
"Diam, dengarkan alirannya, dan biarkan dunia berubah dalam satu tarikan napas.”
Asisten Kazuma
-
Nama: Kozuka (小柄)
-
Jenis: Niffler
Niffler adalah satwa magis dengan penampilan perpaduan antara mol (tikus tanah) dan platipus. Makhluk ini memiliki bulu hitam yang halus dan moncong panjang. Mereka gemar mengejar benda-benda yang berkilauan dan mereka memiliki kantong di perutnya yang bisa menampung barang dalam jumlah tak terbatas.
Biografi Singkat
Kazuma menemukan niffler ini dalam eksplorasinya di Forest of Dean. Si niffler tampak sedang menggenggam sekeping kancing perak dengan tanah tergali dangkal di dekatnya, lalu Kazuma menamainya Kozuka yang merujuk pada pisau kecil atau pegangan pedang yang sering dihias dengan logam mulia.
Selain hobi mengejar benda-benda berkilau, Kozuka dilatih Kazuma untuk mengenali keselarasan suara dan nada bersama dengan elemennya yang diucap orang lain apabila tak sesuai. Kazuma juga menggunakan kemampuan kantong di perut Kozuka untuk menyimpan gulungan materi serta perlengkapan mengajar yang diperlukannya.

Kebiasaan dan Tugas di Kelas
-
Menemani Kazuma, membawakan keperluannya mengajar.
-
Mengantarkan buku pendamping yang perlu dipelajari siswa sebelum kelas dimulai serta tugas yang dapat siswa kerjakan di luar kelas.
-
Menaiki meja atau bahu siswa yang kurang tepat melantunkan mantranya agar Kazuma memberikan perhatian khusus pada siswa tersebut.
-
Berusaha menarik benda apa pun yang berkilau pada sosok para siswa karena memang itulah naluri alamiahnya.
-
Memberikan hadiah pada siswa yang dianggapnya paling sesuai. Seringkali barang yang diberikan tidak berharga, hanya berkilau saja.
Peraturan Kelas
Seni Mantra
Aturan Umum
-
Siswa diperkenankan OOT selama jam plotting kelas (18:00-23:59 WIB) apabila telah menyelesaikan plotting kelas.
-
Izin tidak hadir atau cuti tidak diperlukan karena tidak ada pengganti kelas maupun pengganti tugas.
-
Apabila ada hal-hal yang belum jelas mengenai panduan kelas dapat segera menghubungi pengajar melalui pesan langsung maupun kakaotalk. Apabila pengajar lambat merespon, hubungi Kantor Student Affairs.
Aturan Plot Kelas
-
Narasi memiliki minimal 10 balasan di luar kepala utas.
-
Tidak diperkenankan one liner dan god-mod karakter pengajar serta asisten pengajar secara berlebihan.
-
Tidak diizinkan mengedit visualisasi secara berlebihan (menjadi abu-abu/hitam-putih/coklat/berwarna lain yang sangat mencolok).
-
Terdapat minimal 1 tweet yang menjelaskan highlight materi menggunakan bahasa sendiri serta mencantumkan tagging atau mention ke akun pengajar.
-
Highlight Materi bertujuan untuk merangkum penjelasan pengajar dengan bahasa sendiri secara singkat dan relevan. Tidak perlu mencakup keseluruhan materi, cukup menyoroti satu bagian yang dianggap penting atau berkesan.
-
Contoh: "Sensei menjelaskan tentang ABCD. Dari yang saya pahami, A memiliki konsep ini..., yang berpengaruh terhadap...."
-
-
Pertanyaan seputar materi (atau apapun) yang diajukan dalam plot tidak akan menerima jawaban. Jika ingin menerima jawaban, bertanyalah pada postingan akun X pengajar, di tempat yang telah disediakan.
-
Batas pengisian presensi kelas adalah pukul 07:00 pagi (GMT+7:00) keesokan harinya setelah jadwal kelas.
-
Adanya aturan ini untuk memberikan toleransi apabila ada yang lupa atau terkendala urusan teknis.
-
Pengisian setelah pukul 07:00 pagi wajib memberikan informasi terlebih dahulu pada pengajar. Apabila tidak, maka presensi tidak dihitung dan murid dianggap tidak hadir.
-
Keterlambatan pengisian presensi yang dapat ditoleransi (setelah mendapat lampu hijau dari pengajar) adalah H+1 setelah jadwal kelas, dengan batas waktu pukul 03:00 sore (GMT+7:00). Setelahnya, tidak dapat diterima dengan alasan apapun.
Eksplorasi Materi
Merupakan aktivitas OPSIONAL yang dapat dilakukan setelah kelas berakhir, dengan tujuan menggali lebih dalam materi yang telah diajarkan. Ada 3 aktivitas Eksplorasi Materi yang dapat dipilih oleh murid, yaitu:
-
Pengajuan Pertanyaan: dimana murid mengajukan pertanyaan seputar materi. Maksimal pertanyaan yang boleh diajukan adalah 1 buah dan tidak bercabang.
-
Uraian Reflektif Pembelajaran: dimana murid membuat teks reflektif pembelajaran singkat terkait pertemuan yang sudah dilakukan, dengan menekankan pada pemahaman materi. (contoh di sini)
-
Tugas: dimana murid mengerjakan tugas sesuai apa yang diinstruksikan oleh pengajar dalam narasi alur kelas atau pada catatan dan dokumen pendukung.
Adapun beberapa ketentuan seputar pengerjaan aktivitas Eksplorasi Materi:
-
Aktivitas Eksplorasi Materi dapat dilakukan dengan mengisi form yang telah disediakan di dalam Panduan Kelas, dalam rincian catatan dan dokumen pendukung.
-
Khusus eksplorasi materi pertanyaan, diajukan yang disediakan di laman X pengajar.
-
-
Dipersilakan apabila ingin mengerjakan semua aktivitas Eksplorasi Materi untuk satu pertemuan.
-
Diisi paling lambat di hari Sabtu setelah pertemuan berakhir
-
Reward dari pengerjaan eksplorasi materi adalah poin yang dijabarkan dalam penjelasan Bonus Kelas, yang nantinya dapat ditukar dengan GP/RP/Uang (両).
Bonus Kelas
Kelas ini menggunakan sistem poin 🎶Onmyō (音妙). 音 (On) berarti suara atau nada, sementara 妙 (Myō) berarti kehalusan, harmoni, atau keindahan yang mistis. Dalam Seni Mantra, Onmyō menggambarkan bagaimana pengucapan mantra bukan sekadar melafalkan kata-kata, tetapi juga membentuk ritme magis yang selaras dengan energi sihir. Menggunakan Onmyō sebagai sistem poin bonus dalam kelas Seni Mantra menegaskan bahwa kekuatan sihir tidak hanya bergantung pada penguasaan teori atau hafalan mantra, tetapi juga pada bagaimana suara dan energi bekerja dalam kesatuan yang harmonis. Onmyō diberikan dengan ketentuan berikut:
-
Plot lebih dari 20 balasan akan mendapatkan 3🎶.
-
Mencantumkan minimal 3 visualisasi (telah disediakan di panduan kelas) dalam plot kelas akan mendapatkan 5🎶.
-
Apabila visualisasi yang tersedia kurang dari 3, maka sertakan semua visualisasi yang ada.
-
-
Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivitas pengajuan pertanyaan akan mendapatkan 2🎶.
-
Hanya boleh mengajukan 1 pertanyaan tanpa cabang. Apabila tidak sesuai, maka bonus tidak diberikan.
-
-
Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivititas menulis uraian reflektif pembelajaran akan mendapatkan 5🎶
-
Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivitas mengerjakan tugas akan mendapatkan 150両 (tidak mendapatkan Onmyō).
Poin 🎶 dapat ditukarkan menjadi GP/ RP/両 dengan ketentuan berikut:
-
Satu poin 🎶 memiliki nilai tukar: 5GP/10RP/両20
-
Murid bisa memilih hendak ditukarkan ke GP/RP/両 (hanya salah satu).
-
Penukaran akan diinformasikan oleh pengajar dan wajib dilakukan paling lambat di hari Minggu pada minggu kedua dalam pekan pembelajaran, dengan batas waktu pukul 23.59 (GMT +7.00).
Murid yang berhasil mengumpulkan Onmyō terbanyak dalam satu periode akan dianugerahi gelar Kōmyō no Shidōsha (光明の指導者) – Pembimbing Cahaya Sihir.
Ujian
-
Dalam pelaksanaan ujian, tidak disediakan kisi-kisi sebagai panduan belajar. Sebagai gantinya, peserta ujian diharapkan untuk mempelajari seluruh materi yang terdapat dalam buku pendamping dalam setiap panduan kelas.
-
Setiap tingkatan kelas akan menghadapi ujian dengan jumlah soal sebanyak lima butir. Setiap soal disajikan dalam format pilihan ganda, dengan lima opsi jawaban yang tersedia.
.png)



