学務課; Crafting Futures, Weaving Dreams: Student Affairs, Shaping Tomorrow's Wizards.
学務課; Crafting Futures, Weaving Dreams: Student Affairs, Shaping Tomorrow's Wizards.
錬金術革命: 新時代の洞察 - RENKINJUTSU KAKUMEI: SHIN JIDAI NO DŌSATSU
REVOLUSI ALKIMIA: WAWASAN ERA BARU
ALCHEMY REVOLUTION: NEW ERA INSIGHTS
BIOGRAFI PENGAJAR, ATURAN KELAS, DLL.
PANDUAN KELAS
3 年生
Catatan:
-
Seluruh penjelasan di halaman ini ditulis oleh pengajar. Jika ada hal yang kurang jelas, silakan menghubungi pengajar (@KagamiiSensei ).
-
Klik pada setiap elemen yang bergerak untuk mempermudah navigasi.
Biografi Pengajar
Revolusi Alkimia: Wawasan Era Baru
Nama Lengkap
-
Romaji: Kagami Renji
-
Kanji: 鏡 蓮司
Tempat dan Tanggal Lahir
-
Tempat: Kamakura, Kanagawa, Jepang
-
Tanggal Lahir: 17 Oktober 1995
Asal Usul Singkat
Kagami Renji lahir dan dibesarkan di Kamakura, sebuah kota di Prefektur Kanagawa yang dikenal tenang dan spiritual. Ia tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi disiplin serta keseimbangan dalam praktik sihir tradisional.
Ayahnya merupakan alkemis berpengalaman dalam struktur material dan stabilitas reaksi, sementara ibunya adalah peramu yang dikenal dalam pembuatan ramuan dan pengolahan bahan sihir. Dari keduanya, Kagami mewarisi pendekatan yang menggabungkan ketepatan struktur dan kepekaan terhadap bahan.
Ketertarikannya pada Revolusi Alkimia membawanya terlibat dalam praktik lapangan sebagai evaluator, menangani berbagai kasus kegagalan eksperimen serta reaksi yang menyimpang dari prosedur standar. Pengalaman ini membentuk pendekatannya yang menjembatani praktik tradisional dengan perspektif modern dalam memahami proses alkimia. Atas dasar tersebut, ia kemudian dipercaya menjadi pengajar Revolusi Alkimia di Mahoutokoro.

Sifat dan Cara Memperlakukan Murid di Kelas
-
Kagami dikenal sebagai pengajar yang ramah dan mudah didekati, dengan gaya mengajar yang santai namun tetap terarah. Ia mampu menciptakan suasana kelas yang hidup dan interaktif, tanpa kehilangan kendali atas jalannya pembelajaran.
-
Kagami memberikan ruang untuk bereksperimen dan melakukan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Ia tidak langsung memberikan jawaban, melainkan mengarahkan murid untuk memahami kesalahan dan menemukan solusi secara mandiri.
-
Meskipun terlihat santai, Kagami tetap memiliki batas yang jelas. Ia tegas dalam hal disiplin dan keselamatan, dan mampu mengendalikan kelas dengan perubahan sikap yang halus tanpa perlu meninggikan suara.
Kebiasaan dalam Kelas Ketika Mengajar
-
Kagami memiliki pola mengajar yang konsisten dan berfokus pada praktik. Ia biasanya hadir beberapa saat sebelum kelas dimulai, mengamati kondisi ruangan sebelum membuka pelajaran secara santai.
-
Alih-alih memulai dengan teori panjang, Kagami lebih sering menghadirkan objek atau kasus sebagai titik awal pembelajaran. Ia kerap melemparkan pertanyaan singkat untuk memancing pemikiran, lalu mengajak murid mengamati, membedah dan mendiskusikan proses yang terjadi dengan menggunakan konsep-konsep Revolusi Alkimia.
-
Selama praktikum berlangsung, Kagami jarang diam di satu tempat. Ia bergerak perlahan mengelilingi kelas, memperhatikan detail kecil dari setiap proses, dan memberikan arahan singkat yang tepat sasaran. Ia mendorong murid untuk memahami melalui pengalaman langsung, bukan sekadar mengikuti prosedur.
-
Ia memiliki kebiasaan berbicara dengan nada tenang, bahkan saat menegur, serta sering berhenti sejenak sebelum merespons, seolah memastikan setiap hal telah diamati dengan cermat.
-
Menjelang akhir, kelas ditutup dengan evaluasi singkat berupa diskusi terhadap proses yang telah dilakukan, menekankan pemahaman daripada hasil akhir. Sebagai penutup, Kagami memiliki kebiasaan meminta setiap murid menyampaikan satu kalimat singkat yang mewakili pemahaman atau perasaan mereka terhadap proses yang telah dilalui, sebuah cara sederhana untuk melatih kesadaran dan refleksi diri.
Yang Disuka Ketika Mengajar
-
Kagami cenderung menikmati momen ketika murid mulai memahami proses secara mandiri, terutama saat mereka mampu menemukan kesalahan atau solusi tanpa arahan langsung. Ia lebih menghargai proses berpikir dibandingkan hasil yang sempurna.
-
Ia menyukai diskusi yang berkembang secara alami di kelas, dimana murid saling bertukar pemahaman dan sudut pandang terhadap suatu kasus atau objek yang sedang dipelajari. Baginya, interaksi seperti ini menunjukkan bahwa pembelajaran telah berjalan dengan baik.
-
Kagami menunjukkan ketertarikan pada situasi yang tidak sepenuhnya terduga dalam praktik, selama masih dalam batas aman. Baginya, kondisi tersebut justru menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bagaimana alkimia bekerja dalam keadaan nyata, bukan hanya dalam skenario ideal.
Yang Tidak Disuka Ketika Mengajar
-
Kagami tidak menyukai pendekatan belajar yang terlalu bergantung pada hafalan tanpa pemahaman terhadap proses.
-
Ia kurang menyukai sikap terburu-buru dalam praktik, terutama ketika murid melewatkan tahapan penting tanpa benar-benar memahami apa yang sedang dilakukan. Bagi Kagami, ketidaksabaran sering menjadi penyebab utama kesalahan dalam alkimia.
-
Kagami tidak mentoleransi kelalaian terhadap keselamatan, sekecil apapun bentuknya. Meskipun ia memberi ruang untuk bereksperimen, batas tersebut tetap dijaga dengan tegas demi menjaga kestabilan proses dan keamanan seluruh kelas.
Kutipan Kagami
“Transformasi bukan tentang mengubah bentuk. Tapi tentang memahami apa yang tetap dipertahankan, dan apa yang bisa dilepaskan.”
Asisten Kagami
-
Nama: Kyōshō (鏡晶)
-
Jenis: Kyōshō (鏡晶) merupakan artefak alkimia semi-otonom berbentuk kumpulan kristal transparan yang tersusun menyerupai bunga teratai yang sedang mekar, bagian dalam terlihat lapisan energi yang bergerak. Kelopak kristalnya dapat bergerak, mekar dan menguncup mengikuti perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Biografi Singkat
Kyōshō (鏡晶) diciptakan oleh Kagami melalui eksperimen kristalisasi energi, dengan tujuan menciptakan medium yang mampu merefleksikan kondisi proses alkimia secara langsung. Berawal dari upaya untuk memahami kegagalan yang sering tidak terlihat dalam praktik lapangan, Kagami menyusun struktur kristal yang mampu menyerap, menata, dan menampilkan perubahan energi dalam bentuk yang dapat diamati. Kyōshō mampu mendeteksi dan merefleksikan stabilitas, penyimpangan, serta arah perubahan dalam suatu proses melalui spektrum warna pada inti kristalnya. Selama menjadi evaluator, Kyōshō mendampingi Kagami dalam berbagai kasus ketidakstabilan, hingga responnya menjadi selaras dengan cara Kagami mengamati proses dan menjadikannya bagian dari pendekatannya dalam memahami alkimia. Karena sering berhadapan dengan situasi sulit dan artefak Alkimia berbahaya, Kyōshō terbiasa menjaga kondisi di sekitar Kagami. Dari kebiasaan tersebut, muncul kecenderungan protektif yang kemudian terbawa bahkan dalam situasi yang tidak lagi berisiko.

Kebiasaan dan Tugas di Kelas
-
Kyōshō akan melayang mekar di sekitar Kagami, lalu mengarah ke pintu saat siswa datang. Ia mengelilingi setiap murid seolah menilai, sebelum cahayanya berubah menjadi rona merah muda yang lembut—memancarkan kilau yang lebih mencolok, seakan menegaskan keindahannya. Setelah itu, ia akan berlalu dengan gerakan yang kembali tenang dan anggun.
-
Kyōshō akan muncul di antara Kagami dan murid yang terlalu dekat, menguncup dan mekar berulang menciptakan isyarat visual yang jelas, seolah meminta jarak untuk dijaga.
-
Kyōshō akan melayang perlahan di dalam ruangan. Melalui perubahan warna pada inti kristalnya, ia merefleksikan kondisi proses secara real-time, membantu siswa menyadari arah dan stabilitas dari reaksi proses Alkimia yang mereka jalankan.
-
Kyōshō menunjukkan kecenderungan tidak sabar terhadap proses yang tidak dijalankan dengan baik. Ketika seorang murid terlihat tidak serius atau melakukan kesalahan berulang, ia akan mendekat dan melayang di sekitar area tersebut, diiringi bunyi kristal yang saling beradu—klik… klik… krrt…—yang semakin jelas terdengar seiring meningkatnya ketidaksesuaian dalam proses.
-
Memberikan peringatan jika terjadi fluktuasi energi selama proses Alkimia berlangsung, dan menjaganya tetap dalam batas aman.
Detail Tambahan
-
Kyōshō memiliki kebiasaan mengeluarkan aroma sebagai bentuk respon terhadap kondisi energi di dalam kelas. Fenomena ini membantu Kagami untuk untuk membaca kondisi kelas secara keseluruhan.
-
Kyōshō tidak menyukai sentuhan selain dari Kagami. Jika disentuh, kelopak kristalnya akan mengatup dan menjepit jari yang mendekat dengan tekanan halus namun cukup terasa—sebuah reaksi yang menyerupai gigitan, sebagai bentuk penolakan yang jelas.
Peraturan Kelas
Revolusi Alkimia: Wawasan Era Baru
Aturan Umum
-
Murid tidak diperkenankan OOT selama jam plotting kelas (18:00-23:59 WIB) sebelum menyelesaikan plotting kelas.
-
Izin tidak hadir atau cuti tidak diperlukan karena tidak ada pengganti kelas maupun pengganti tugas.
-
Apabila ada hal-hal yang belum jelas mengenai panduan kelas dapat segera menghubungi pengajar melalui pesan langsung. Apabila pengajar tidak ataupun lambat merespon, silakan hubungi Kantor Student Affairs.
Aturan Plot Kelas
-
Narasi memiliki minimal 10 balasan di luar kepala utas.
-
Tidak diperkenankan one liner dan god-mod karakter sensei berlebihan.
-
Terdapat minimal 1 tweet yang menjelaskan highlight materi menggunakan bahasa sendiri serta mencantumkan tagging atau mention ke akun pengajar.
-
Highlight Materi bertujuan untuk merangkum penjelasan pengajar dengan bahasa sendiri secara singkat dan relevan. Tidak perlu mencakup keseluruhan materi, cukup menyoroti satu bagian yang dianggap penting atau berkesan.
-
Contoh: "Sensei menjelaskan tentang ABCD. Dari yang saya pahami, A memiliki konsep ini..., yang berpengaruh terhadap...."
-
-
Pertanyaan seputar materi (atau apapun) yang diajukan dalam plot tidak akan menerima jawaban. Jika ingin menerima jawaban, bertanyalah pada kolom pertanyaan yang sudah disediakan.
-
Batas pengisian presensi kelas adalah pukul 07:00 pagi (GMT+7:00) keesokan harinya setelah jadwal kelas.
-
Adanya aturan ini untuk memberikan toleransi apabila ada yang lupa atau terkendala urusan teknis.
-
Pengisian setelah pukul 07:00 pagi wajib memberikan informasi terlebih dahulu pada pengajar. Apabila tidak, maka presensi tidak dihitung dan murid dianggap tidak hadir.
-
Keterlambatan pengisian presensi yang dapat ditoleransi (setelah mendapat lampu hijau dari pengajar) adalah H+1 setelah jadwal kelas, dengan batas waktu pukul 03:00 sore (GMT+7:00). Setelahnya, tidak dapat diterima dengan alasan apapun.
-
Eksplorasi Materi
Merupakan aktivitas OPSIONAL yang dapat dilakukan setelah kelas berakhir, dengan tujuan menggali lebih dalam materi yang telah diajarkan. Ada 3 aktivitas Eksplorasi Materi yang dapat dipilih oleh murid, yaitu:
-
Pengajuan Pertanyaan
-
Dimana murid mengajukan pertanyaan seputar materi. Maksimal pertanyaan yang boleh diajukan adalah 1 buah dan tidak bercabang. Diajukan melalui kolom yang tersedia di laman profil X pengajar.
-
-
Uraian Reflektif Pembelajaran
-
Dimana murid membuat teks reflektif pembelajaran singkat terkait pertemuan yang sudah dilakukan, dengan menekankan pada pemahaman materi. Contoh: tekan di sini.
-
-
Tugas
-
Dimana murid mengerjakan tugas sesuai apa yang diinstruksikan oleh pengajar dalam narasi alur kelas.
-
Adapun beberapa ketentuan seputar pengerjaan aktivitas Eksplorasi Materi:
-
Aktivitas Eksplorasi Materi dapat dilakukan dengan mengisi form yang telah disediakan di dalam Panduan Kelas, dalam rincian catatan dan dokumen pendukung.
-
Dipersilakan apabila ingin mengerjakan semua aktivitas Eksplorasi Materi untuk satu pertemuan.
-
Diisi paling lambat di hari Sabtu setelah pertemuan berakhir
-
Reward dari pengerjaan eksplorasi materi adalah poin yang dijabarkan dalam penjelasan Bonus Kelas, yang nantinya dapat ditukar dengan GP/RP/Uang (両).
Bonus Kelas
Kelas ini menggunakan sistem poin berupa 💎Kesshō (結晶), secara harfiah berarti kristal, sebuah bentuk yang terbentuk melalui proses panjang, di mana partikel-partikel yang tidak teratur secara perlahan tersusun menjadi struktur yang stabil dan jernih. Dalam alkimia, kristalisasi bukan sekadar perubahan bentuk, melainkan proses di mana suatu zat mencapai kondisi yang tepat untuk menyusun dirinya sendiri. Perubahan ini tidak dapat dipaksakan; ia bergantung pada keseimbangan, kestabilan, serta keteraturan dalam setiap tahap yang dilalui. Poin 💎Kesshō dipahami bukan hanya sebagai hasil, tetapi sebagai representasi dari proses yang telah mencapai tingkat kejernihan tertentu. Setiap lapisan yang terbentuk mencerminkan pemahaman terhadap kondisi, penyesuaian yang dilakukan, serta kesadaran terhadap perubahan yang terjadi.
Dalam pembelajaran, 💎Kesshō melambangkan perkembangan pemahaman seorang murid. Mengumpulkan 💎Kesshō bukan berarti mengumpulkan hasil yang sempurna, melainkan menunjukkan sejauh mana proses tersebut dipahami dan disusun dengan baik. Seorang murid yang mengumpulkan 💎Kesshō diharapkan bukan sekadar pencapaian, melainkan cerminan dari bagaimana seseorang membangun pemahamannya secara perlahan, hingga mencapai bentuk yang stabil dan jernih.
Kesshō diberikan dengan ketentuan berikut:
-
Plot lebih dari 20 balasan akan mendapatkan 3💎
-
Mencantumkan minimal 3 visualisasi (telah disediakan di panduan kelas) dalam plot kelas akan mendapatkan 3💎. Apabila visualisasi yang tersedia kurang dari 3, maka sertakan semua visualisasi yang ada.
-
Plot yang memuat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam narasi kelas akan dinilai 1–2 💎, sesuai dengan proporsi jumlah pertanyaan yang terjawab. Menjawab pertanyaan wajib menandai akun pengajar.
-
Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivitas pengajuan pertanyaan akan mendapatkan 2💎. Hanya boleh mengajukan 1 pertanyaan tanpa cabang. Apabila tidak sesuai, maka bonus tidak diberikan.
-
Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivitas menulis uraian reflektif pembelajaran akan mendapatkan 3-5💎, sesuai dengan kedalaman dan isi uraian. Penilaian dilakukan secara subjektif oleh pengajar.
-
Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivitas mengerjakan tugas akan mendapatkan 150両 (tidak mendapatkan 💎 Kesshō ).
Poin 💎dapat ditukarkan menjadi GP/ RP/両 dengan ketentuan berikut::
-
Satu poin 💎memiliki nilai tukar: 5GP/ 10 RP/ 両20
-
Murid bisa memilih hendak ditukarkan ke GP/RP/両 (hanya salah satu).
-
Penukaran akan diinformasikan oleh pengajar dan wajib dilakukan paling lambat di hari Minggu pada minggu kedua dalam Pekan Pembelajaran, dengan batas waktu pukul 23:59 malam (GMT+7:00).
Murid yang berhasil mengumpulkan 💎Kesshō terbanyak dalam satu periode akan dianugerahi gelar Tōmeisha (透明者), —“Jiwa yang jernih”. Gelar ini diberikan kepada mereka yang telah melalui tahapan panjang dalam mengamati, menyesuaikan, dan menyusun pemahaman, hingga mampu melihat hubungan yang tersembunyi di balik setiap perubahan. Seorang Tōmeisha bukanlah mereka yang selalu berhasil, melainkan mereka yang telah mencapai titik di mana proses tidak lagi tampak membingungkan, melainkan terbaca dengan jelas. Dalam kejernihan itulah, alkimia tidak lagi sekadar praktik, tetapi menjadi pemahaman yang utuh.
Ujian
-
Dalam pelaksanaan ujian, tidak disediakan kisi-kisi sebagai panduan belajar. Sebagai gantinya, peserta ujian diharapkan untuk mempelajari seluruh materi yang terdapat dalam buku pendamping dalam setiap panduan kelas.
-
Setiap tingkatan kelas akan menghadapi ujian dengan jumlah soal sebanyak lima butir. Setiap soal disajikan dalam format pilihan ganda, dengan lima opsi jawaban yang tersedia.
.png)



