top of page

学務課; Crafting Futures, Weaving Dreams: Student Affairs, Shaping Tomorrow's Wizards.

妖怪学 - YŌKAIGAKU
ILMU YŌKAI
YŌKAIOLOGY

BIOGRAFI PENGAJAR & ATURAN KELAS

BIOGRAFI PENGAJAR, ATURAN KELAS, DLL.

PANDUAN KELAS 
3 年生

PANDUAN KELAS 
4 年生

PANDUAN KELAS 
5 年生

PANDUAN KELAS 
6 年生

Catatan:

  • Seluruh penjelasan di halaman ini ditulis oleh pengajar. Jika ada hal yang kurang jelas, silakan menghubungi Sensei Pengajar.

  • Klik pada setiap elemen yang bergerak untuk mempermudah navigasi.

Biografi Pengajar

Ilmu Yokai

Nama Lengkap

  • Romaji: Igari Nika

  • Kanji:  猪狩仁華

Tempat dan Tanggal Lahir

  • Tempat: Biei-cho, Hokkaido Prefecture, Japan

  • Tanggal Lahir:  9 September 1999

Asal Usul Singkat

​​

Igari Nika bukanlah manusia, melainkan seorang kitsune tua yang telah hidup jauh sebelum batas antara dunia manusia dan yōkai menjadi samar seperti sekarang.

 

Pada masa mudanya, Nika dikenal sebagai kitsune yang usil. Ia sering menggunakan ilusi untuk mempermainkan manusia—menciptakan jalan palsu, menyamar sebagai orang lain, atau membangun dunia semu hanya untuk melihat bagaimana manusia bereaksi. Bagi Nika, semua itu hanyalah hiburan.

 

Namun, sebuah insiden mengubah segalanya. Ilusi besar yang ia ciptakan tanpa batas membuat seorang manusia tersesat ke dunia yōkai dan hampir kehilangan dirinya sepenuhnya. Meskipun berhasil diselamatkan, manusia itu tidak pernah kembali seperti semula. Peristiwa itu menjadi titik balik bagi Nika.

 

Sejak saat itu, ia meninggalkan kebiasaannya dan mulai hidup di dunia manusia dengan wujud samaran. Ia memilih menjadi pengajar Ilmu Yōkai, dengan tujuan menjembatani pemahaman antara manusia dan makhluk seperti dirinya—serta, secara diam-diam, menebus kesalahan yang tidak pernah benar-benar ia lupakan.

 

Di balik sikapnya yang santai dan penuh permainan, Nika tetaplah seorang kitsune sejati—makhluk yang hidup di antara ilusi dan realita, selalu menjaga jarak tipis agar keduanya tidak lagi saling menelan.

Visualisasi Sensei.png

Sifat dan Cara Memperlakukan Murid di Kelas

Igari Nika memiliki sifat yang santai, cerdas, dan sulit ditebak. Ia jarang menunjukkan sikap tegas secara langsung, namun justru itulah yang membuat kehadirannya terasa “mengawasi” setiap detail di kelas. Nika menikmati interaksi dengan murid, sering kali menyelipkan candaan seolah tidak pernah benar-benar serius—padahal ia selalu memperhatikan segalanya.

 

Ia tidak percaya pada metode belajar yang hanya mengandalkan teori. Bagi Nika, pemahaman sejati tentang dunia yōkai hanya bisa diperoleh melalui pengalaman dan insting. Oleh karena itu, ia sering menciptakan simulasi ilusi di kelas, menempatkan murid dalam situasi yang terasa nyata dan kadang menegangkan, untuk menguji cara berpikir dan reaksi mereka.

 

Meskipun metode pengajarannya terkesan mengejutkan, Nika tidak pernah benar-benar membiarkan murid berada dalam bahaya. Ia selalu memastikan ada batas yang tidak dilanggar, meskipun murid tidak menyadarinya.

Kebiasaan dalam Kelas Ketika Mengajar

Igari Nika memiliki kebiasaan mengajar yang tidak konvensional dan sering kali membuat murid tidak sadar bahwa mereka sedang diuji.

 

Ia jarang memulai kelas dengan penjelasan langsung. Sebaliknya, ia akan menciptakan situasi—biasanya melalui ilusi halus—yang membuat murid merasa “berada di dalam kejadian” tanpa diberi konteks terlebih dahulu. Dari situ, ia mengamati bagaimana mereka bereaksi, mengambil keputusan, dan memahami lingkungan di sekitar mereka.

 

Ia sering berpindah tempat tanpa disadari, muncul di titik berbeda dalam kelas seolah-olah ruang itu tidak memiliki batas tetap. Kadang, saat murid lengah, ia sudah berdiri di belakang mereka, memperhatikan tanpa suara.

Yang Disuka Ketika Mengajar

​​

Nika menyukai murid yang:

  • tetap tenang meskipun berada dalam situasi yang membingungkan

  • berani meragukan apa yang mereka lihat dan mempertanyakan realita

  • menggunakan insting, bukan hanya logika

  • mampu membaca “ketidakwajaran” kecil dalam lingkungan

Ia juga sangat tertarik pada murid yang tidak langsung mencari jawaban, tetapi mencoba memahami pola di balik kejadian.

Yang Tidak Disuka Ketika Mengajar

Nika kurang menyukai murid yang:​

  • panik tanpa mencoba memahami situasi

  • terlalu cepat menyimpulkan tanpa observasi

  • menganggap dunia yōkai sebagai sesuatu yang bisa dikontrol sepenuhnya

Ia memiliki ketidaksukaan khusus terhadap murid yang meremehkan bahaya ilusi, atau menganggapnya sekadar “tipuan sederhana”.

Kutipan Nika

​​

“Jangan buru-buru percaya pada matamu.

Mereka juga bisa ditipu… sama seperti kamu.”

Asisten Nika

  • Nama: Kasa (笠)

  • Jenis: Tsukumogami — Payung tradisional Jepang (wagasa) yang memperoleh kesadaran setelah berusia lama

 

Biografi Singkat

Kasa adalah tsukumogami yang telah ada jauh sebelum Igari Nika memilih hidup di dunia manusia. Tidak diketahui secara pasti kapan payung ini memperoleh kesadarannya, namun keberadaannya sudah lama terkait dengan batas tipis antara dunia yōkai dan realita.

 

Secara fisik, Kasa adalah payung tua yang telah lama menjadi tsukumogami. Material aslinya pernah mengalami pelapukan—kain yang memudar, rangka yang melemah, dan bekas waktu yang tidak bisa dihindari.

 

Namun, sejak bersama Igari Nika, wujud luarnya selalu tampak seperti payung baru.

 

Hal ini bukan karena Kasa benar-benar diperbaiki sepenuhnya, melainkan karena lapisan ilusi halus yang secara konstan dipertahankan oleh Nika. Ilusi ini tidak mencolok atau berlebihan—cukup untuk “menyempurnakan” tampilan Kasa di mata manusia.

 

Igari Nika pertama kali “bertemu” dengan Kasa pada masa setelah insiden besar yang mengubah hidupnya. Saat itu, ilusi yang ia ciptakan mulai kehilangan kendali, dan Kasa menjadi satu-satunya entitas yang mampu “menarik kembali” realita yang hampir runtuh. Sejak peristiwa tersebut, Kasa tidak pernah benar-benar terpisah dari Nika.

 

Berbeda dengan sifat Nika yang cenderung playful dan penuh eksperimen, Kasa memiliki kebiasaan mengomentari murid. Nada bicaranya tidak pernah tinggi, namun selalu cukup untuk membuat siapa pun yang mendengarnya merasa dinilai.

 

Komentarnya terhadap murid perempuan seringkali terdengar seperti sindiran. Sebaliknya, Kasa menunjukkan ketertarikan yang lebih jelas terhadap murid laki-laki yang ia anggap menarik. Ketertarikan ini tidak ditunjukkan secara vulgar, melainkan melalui perubahan sikap yang halus: posisinya sedikit condong, lipatan payungnya terbuka lebih lama, atau gerakannya melambat seakan memberi perhatian lebih. 

 

Sebagai tsukumogami, ekspresi Kasa tidak hadir melalui wajah, melainkan melalui gerakan tubuhnya. Ia dapat membuka sedikit untuk menunjukkan minat, menutup cepat sebagai bentuk ketidaksukaan, atau berputar pelan ketika sedang menilai seseorang. Setiap gerakan kecilnya membawa makna, terutama bagi mereka yang cukup peka untuk menyadarinya.

Visualisasi Asisten NPC.png

​Kebiasaan dan Tugas di Kelas

Kasa hampir selalu berada di dekat Igari Nika selama pelajaran berlangsung, baik dalam posisi terbuka maupun tertutup. Ia jarang bergerak mencolok, namun kehadirannya konsisten—seolah menjadi bagian dari ruang kelas itu sendiri.

 

Ia memiliki kebiasaan “mengamati tanpa terlihat”. Posisi Kasa sering berubah secara halus, berpindah ke titik yang paling strategis tanpa menarik perhatian murid. Tanpa disadari, ia selalu berada di tempat yang dapat mengawasi keseluruhan situasi.

 

Dalam proses belajar, Kasa berfungsi sebagai penyeimbang dari ilusi yang diciptakan Nika. Saat Nika memulai simulasi, Kasa:

  • menstabilkan batas ruang agar ilusi tidak meluas

  • menjaga “titik realita” yang memungkinkan murid kembali ke kondisi semula

  • mengurangi intensitas ilusi jika dirasa terlalu berat bagi murid

Aturan Kelas

Peraturan Kelas

Ilmu Yokai

Aturan Umum

  • Murid diperkenankan OOT selama jam plotting kelas (18:00-23:59 WIB) apabila telah menyelesaikan plotting kelas.

  • Izin tidak hadir atau cuti tidak diperlukan karena tidak ada pengganti kelas maupun pengganti tugas.

  • Apabila ada hal-hal yang belum jelas mengenai panduan kelas dapat segera menghubungi Igari Sensei melalui pesan langsung.

Aturan Plot Kelas

  1. Narasi memiliki minimal 10 balasan di luar kepala utas.

  2. Tidak diperkenankan one liner dan god-mod karakter sensei berlebihan.

  3. Terdapat minimal 1 tweet yang menjelaskan highlight materi menggunakan bahasa sendiri serta mencantumkan tagging atau mention ke akun Igari Sensei.

    • Highlight Materi bertujuan untuk merangkum penjelasan pengajar dengan bahasa sendiri secara singkat dan relevan. Tidak perlu mencakup keseluruhan materi, cukup menyoroti satu bagian yang dianggap penting atau berkesan.​

    • Contoh: "Sensei menjelaskan tentang ABCD. Dari yang saya pahami, A memiliki konsep ini..., yang berpengaruh terhadap...."

  4. Pertanyaan seputar materi (atau apapun) yang diajukan dalam plot tidak akan menerima jawaban. Jika ingin menerima jawaban, bertanyalah dalam ranah Eksplorasi Materi.

  5. Batas pengisian presensi kelas adalah pukul 07:00 pagi (GMT+7:00) keesokan harinya setelah jadwal kelas.

    • Adanya aturan ini untuk memberikan toleransi apabila ada yang lupa atau terkendala urusan teknis.​

    • Pengisian setelah pukul 07:00 pagi wajib memberikan informasi terlebih dahulu pada Igari Sensei. Apabila tidak, maka presensi tidak dihitung dan murid dianggap tidak hadir.

    • Keterlambatan pengisian presensi yang dapat ditoleransi (setelah mendapat lampu hijau dari Igari Sensei) adalah H+1 setelah jadwal kelas, dengan batas waktu pukul 03:00 sore (GMT+7:00). Setelahnya, tidak dapat diterima dengan alasan apapun.

Eksplorasi Materi​​

 

Merupakan aktivitas OPSIONAL yang dapat dilakukan setelah kelas berakhir, dengan tujuan menggali lebih dalam materi yang telah diajarkan. Ada 3 aktivitas Eksplorasi Materi yang dapat dipilih oleh murid, yaitu:​​

​​

  1. Pengajuan Pertanyaan​

    • Dimana murid mengajukan pertanyaan seputar materi. Maksimal pertanyaan yang boleh diajukan adalah 1 buah dan tidak bercabang

  2. Uraian Reflektif Pembelajaran​

    • Dimana murid membuat teks reflektif pembelajaran singkat terkait pertemuan yang sudah dilakukan, dengan menekankan pada pemahaman materi. Contoh tekan di sini.​

  3. Tugas​

    • Dimana murid mengerjakan tugas sesuai apa yang diinstruksikan oleh pengajar dalam narasi alur kelas.​

 

Adapun beberapa ketentuan seputar pengerjaan aktivitas Eksplorasi Materi:

  1. Aktivitas Eksplorasi Materi dapat dilakukan dengan mengisi form yang telah disediakan di dalam Panduan Kelas, dalam rincian catatan dan dokumen pendukung.

    • Khusus eksplorasi materi berupa pertanyaan, ditanyakan langsung melalui kolom yang disediakan oleh Igari Sensei di laman X.​

  2. Dipersilakan apabila ingin mengerjakan semua aktivitas Eksplorasi Materi untuk satu pertemuan.

  3. Diisi paling lambat di hari Sabtu setelah pertemuan berakhir

  4. Reward dari pengerjaan eksplorasi materi adalah poin yang dijabarkan dalam penjelasan Bonus Kelas, yang nantinya dapat ditukar dengan GP/RP/Uang (両).

Bonus Kelas

 

Kelas ini menggunakan sistem poin berupa 🧿 “Gofū” (護符), yang dalam bahasa Jepang berarti jimat atau talisman. Dalam tradisi spiritual Jepang, gofū digunakan sebagai pelindung, penanda kekuatan, serta media untuk menyalurkan energi atau niat tertentu. Nama ini mencerminkan pendekatan praktis dalam Kelas Ilmu Yōkai, di mana pemahaman tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk yang dapat digunakan dan dirasakan secara langsung.

  • Plot lebih dari 20 balasan akan mendapatkan 3 🧿

  • Mencantumkan minimal 3 visualisasi (telah disediakan di panduan kelas) dalam plot kelas akan mendapatkan 5🧿

    • Apabila visualisasi yang tersedia kurang dari 3, maka sertakan semua visualisasi yang ada.​

  • Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivitas pengajuan pertanyaan akan mendapatkan 2🧿.

    • Hanya boleh mengajukan 1 pertanyaan tanpa cabang. Apabila tidak sesuai, maka bonus tidak diberikan.​

  • Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivititas menulis uraian reflektif pembelajaran akan mendapatkan 5🧿.

  • Pengerjaan Eksplorasi Materi dengan aktivitas mengerjakan tugas akan mendapatkan 150両 (tidak mendapatkan Yume). 

Poin 🧿 dapat ditukarkan menjadi GP/ RP/両 dengan ketentuan berikut:​

  • Satu poin 🧿 memiliki nilai tukar: 5GP/10RP/両20

  • Murid bisa memilih hendak ditukarkan ke GP/RP/両 (hanya salah satu).

  • Penukaran akan diinformasikan oleh Igari Sensei dan wajib dilakukan paling lambat di hari Minggu pada minggu kedua dalam Pekan Pembelajaran, dengan batas waktu pukul 23:59 malam (GMT+7:00).

Murid yang berhasil mengumpulkan Gofū terbanyak dalam satu periode akan dianugerahi gelar 🧿 護符の調律者 (Gofū no Chōritsusha / “Penyelaras Jimat”).

Ujian

​​

  • Dalam pelaksanaan ujian, tidak disediakan kisi-kisi sebagai panduan belajar. Sebagai gantinya, peserta ujian diharapkan untuk mempelajari seluruh materi yang terdapat dalam buku pendamping dalam setiap panduan kelas.

  • Setiap tingkatan kelas akan menghadapi ujian dengan jumlah soal sebanyak lima butir. Setiap soal disajikan dalam format pilihan ganda, dengan lima opsi jawaban yang tersedia.

A grand Japanese-style Student Affairs building with soft yellow walls and pastel green or
A grand Japanese-style Student Affairs building with soft yellow walls and pastel green or
13.png

PROPERTY OF MAHOUTOKORO JP © 2024 ALL RIGHTS RESERVED

SYSTEM  BY RYOUMEN SHO, HATTORI HANZŌ, DŌMOTO REIKEN - WEBSITE BY DŌMOTO REIKEN - FOR ROLEPLAYING PURPOSES ONLY

ab536433-b72f-4a1e-bb07-24fb13eb8816.png
93aa03f0-fe38-4195-8496-f0de253b86e1.png
2e4d9f36-67d5-4fb8-85c3-36da09b9af4d.png
111b86ae-96c3-4889-a0d4-6e19646e4a1b.png

PROPERTY OF MAHOUTOKORO JP © 2024 ALL RIGHTS RESERVED

SYSTEM  BY RYOUMEN SHO, HATTORI HANZŌ, DŌMOTO REIKEN - WEBSITE BY DŌMOTO REIKEN - FOR ROLEPLAYING PURPOSES ONLY

bottom of page